FAKTOR RISIKO KEJADIAN STUNTING PADA BALITA USIA (0-59) BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BURAU KABUPATEN LUWU TIMUR

Nurramadhani, Nurramadhani (2023) FAKTOR RISIKO KEJADIAN STUNTING PADA BALITA USIA (0-59) BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BURAU KABUPATEN LUWU TIMUR. Masters thesis, fakultas Kesehatan masyarakat.

[img] Text
SAMPUL NURRAMADHANI copy.pdf

Download (164kB)
[img] Text
LEMBAR PENGESAHAN NURRAMADHANI.pdf

Download (4MB)
[img] Text
DAFTAR ISI NURRAMADHANI.pdf

Download (36kB)
[img] Text
RINGKASAN NURRAMADHANI.pdf

Download (31kB)
[img] Text
BAB I NURRAMADHANI.pdf

Download (50kB)
[img] Text
BAB V NURRAMADHANI.pdf

Download (221kB)
[img] Text
DAFTAR PUSTAKA NURRAMADHANI.pdf

Download (36kB)

Abstract

Stunting pada balita perlu mendapatkan perhatian khusus karena dapat menyebabkan terhambatnya pertumbuhan fisik, perkembangan mental dan status kesehatan pada anak. Stunting adalah masalah gizi kronis pada balita yang ditandai dengan badan anak yang lebih pendek dari anak dengan usia yang sama. Menurut hasil Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) Kementerian Kesehatan (Kemenkes), prevalensi balita yang mengalami stunting indonesia sebanyak 24,4% Pada 2021. Dengan demikian, hampir seperempat balita di dalam negeri yang mengalami stunting. Prevalensi stunting di Indonesia sempat melonjak menjadi sebesar 37,2% pada 2013 dan 30,8% pada tahun 2018. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor risiko dengan kejadian stunting pada balita usia (0-59) bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Burau Kabupaten Luwu Timur. Penelitian ini merupakan jenis penelitian menggunakan penelitian Observasional analitik dengan desain case control. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah condecutive sampling dengan jumlah sampel 40 subyek pada setiap kelompok. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Metode analisis data dengan uji Chi-square dengan melihat Odds Ratio (OR). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa yang merupakan faktor risiko dengan kejadian stunting pada balita di Wilayah Kerja Puskesmas Burau Kabupaten Luwu Timur yakni Pemberian ASI (OR=24,11), Jarak kelahiran (OR=4,33), Kunjungan kehamilan (antenatal care) (OR=11,86), Berat badan lahir (OR=26,00), Riwayat penyakit infeksi (OR=37,00). Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu pada variabel pemberian ASI, jarak kelahiran, kunjungan kehamilan (antenatal care), berat badan lahir, dan riwayat penyakit infeksi merupakan faktor risiko terhadap kejadian stunting pada balita usia (0-59) bulan sedangkan variabel usia melahirkan bukan merupakan faktor risiko terhadap kejadian stunting pada balita usia (0-59) bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Burau Kabupaten Luwu Timur. Penelitian ini menyarankan kepada para ibu balita agar selalu memperhatikan faktor faktor yang dapat mengakibatkan terjadinya kejadian stunting.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Faktor, Risiko, Stunting, Balita
Subjects: R Medicine > RJ Pediatrics
R Medicine > RJ Pediatrics > RJ101 Child Health. Child health services
Divisions: FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT > KESMAS
Depositing User: operator 8
Date Deposited: 26 Sep 2023 02:44
Last Modified: 26 Sep 2023 02:44
URI: http://repository.umi.ac.id/id/eprint/4422

Actions (login required)

View Item View Item