Strategi Pembelajaran Kitab Kuning (Transformasi Penguatan Sistem Subkultur Pondok Pesantren Indonesia)
Abstrak
Perspektif historis pendidikan Islam di Indonesia pada
mulanya berbasis pada pesantren sebagai lembaga pendidikan radisional. Ciri pendidikan tradisional meliputi dua aspek Pertama, pemberian pengajaran dengan struktur, strategi, dan iteratur tradisional. Pemberian pengajaran tradional ini dapat berupa pendidikan formal di sekolah atau madrasah dengan enjang pendidikan yang bertingkat-tingkat, maupun pemberian pengajaran dengan sistem ḥalaqah dalam bentuk pengajian weton dan sorogan atau di Sulawesi Selatan dikenal dengan mangaj tudang. Kedua, pemeliharaan tata nilai tertentu, untuk memudahkan
dapat dinamai subkultur pesantren. Tata nilai ini ditekankan
pada fungsi mengutamakan beribadah sebagai pengabdian dan memuliakan guru sebagai jalan untuk memperoleh pengetahuan agama yang hakiki. Dengan demikian, subkultur ini menetapkan pandangan hidupnya sendiri, yang bersifat khusus kepesantrenan berdiri atas landasan
pendekatan ukhrawi pada kehidupan dan ditandai oleh ketundukan mutlak kepada ulama. Adapun ciri utama sistem pendidikan tradisional adalah banyaknya diberikan pengajaran di luar kurikulum formalnya.
mulanya berbasis pada pesantren sebagai lembaga pendidikan radisional. Ciri pendidikan tradisional meliputi dua aspek Pertama, pemberian pengajaran dengan struktur, strategi, dan iteratur tradisional. Pemberian pengajaran tradional ini dapat berupa pendidikan formal di sekolah atau madrasah dengan enjang pendidikan yang bertingkat-tingkat, maupun pemberian pengajaran dengan sistem ḥalaqah dalam bentuk pengajian weton dan sorogan atau di Sulawesi Selatan dikenal dengan mangaj tudang. Kedua, pemeliharaan tata nilai tertentu, untuk memudahkan
dapat dinamai subkultur pesantren. Tata nilai ini ditekankan
pada fungsi mengutamakan beribadah sebagai pengabdian dan memuliakan guru sebagai jalan untuk memperoleh pengetahuan agama yang hakiki. Dengan demikian, subkultur ini menetapkan pandangan hidupnya sendiri, yang bersifat khusus kepesantrenan berdiri atas landasan
pendekatan ukhrawi pada kehidupan dan ditandai oleh ketundukan mutlak kepada ulama. Adapun ciri utama sistem pendidikan tradisional adalah banyaknya diberikan pengajaran di luar kurikulum formalnya.
