Strategi Pengembangan Beras Beraroma “Pulu Mandoti” Berbasis Agribisnis di Kabupaten Enrekang
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui strategi yang memungkinkan
untuk diterapkan dalam pengembangan
agribisnis beras beraroma “pulu mandoti” di
Desa Salukanan Kecamatan Baraka, Kabupaten
Enrekang. Metode yang digunakan adalah
deskriptif kuantitatif yang berlokasi di Desa
Salukanan Kecamatan Baraka Kabupaten
Enrekang. Penelitian ini dilakukan selama satu
bulan pada bulan Agustus 2017. Metode
pengambilan sampel dilakukan dengan metode
Insidental Sampling. Jumlah sampel dalam
penelitian ini sebanyak 39 responden. Metode
pengambilan data yang digunakan ialah
observasi, wawancara dan kuisioner. Hasil
penelitian kemudian di analisis dengan analisis
SWOT. Hasil penelitian ini Kekuatan terbesar
dan paling berpengaruh dalam pegembangan
usahatani beras beraroma “pulu mandoti”
yaitu tersedianya lahan potensial dan
tersedianya sarana irigasi dengan nilai sebesar
0,44 dan 0,33. Kelemahan utama dalam
pengembangan usahatani beras beraroma
“pulu mandoti” ditunjukkan dengan skor 0,09
yaitu proses budidaya relatif lama. Peluang
utama adalah permintaan pasar yang
meningkat dengan skor 0,48 dan ancaman
untama ditunjukkan dengan nilai skor 0,08 dan
0,12 yaitu serangan hama dan penyakit serta
produk sejenis yang hampir sama. Berdasarkan
perhitungan matriks SWOT menunjukkan
bahwa skor tertinggi yang diperoleh pada
penjumlahan skor matriks yaitu 3,26 sehingga
strategi yang tepat digunakan dalam
pengembangan usahatani beras beraroma
“pulu mandoti” adalah strategi SO yaitu
memaksimalkan penggunaan lahan untuk
produksi dalam memenuhi permintaan pasar
yang meningkat, mengoptimalkan sarana
irigasi dengan menerapkan teknologi terbaru
dalam budidaya serta mengoptimalkan SDM
pembudidaya tenaga kerja dalam
meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi.
mengetahui strategi yang memungkinkan
untuk diterapkan dalam pengembangan
agribisnis beras beraroma “pulu mandoti” di
Desa Salukanan Kecamatan Baraka, Kabupaten
Enrekang. Metode yang digunakan adalah
deskriptif kuantitatif yang berlokasi di Desa
Salukanan Kecamatan Baraka Kabupaten
Enrekang. Penelitian ini dilakukan selama satu
bulan pada bulan Agustus 2017. Metode
pengambilan sampel dilakukan dengan metode
Insidental Sampling. Jumlah sampel dalam
penelitian ini sebanyak 39 responden. Metode
pengambilan data yang digunakan ialah
observasi, wawancara dan kuisioner. Hasil
penelitian kemudian di analisis dengan analisis
SWOT. Hasil penelitian ini Kekuatan terbesar
dan paling berpengaruh dalam pegembangan
usahatani beras beraroma “pulu mandoti”
yaitu tersedianya lahan potensial dan
tersedianya sarana irigasi dengan nilai sebesar
0,44 dan 0,33. Kelemahan utama dalam
pengembangan usahatani beras beraroma
“pulu mandoti” ditunjukkan dengan skor 0,09
yaitu proses budidaya relatif lama. Peluang
utama adalah permintaan pasar yang
meningkat dengan skor 0,48 dan ancaman
untama ditunjukkan dengan nilai skor 0,08 dan
0,12 yaitu serangan hama dan penyakit serta
produk sejenis yang hampir sama. Berdasarkan
perhitungan matriks SWOT menunjukkan
bahwa skor tertinggi yang diperoleh pada
penjumlahan skor matriks yaitu 3,26 sehingga
strategi yang tepat digunakan dalam
pengembangan usahatani beras beraroma
“pulu mandoti” adalah strategi SO yaitu
memaksimalkan penggunaan lahan untuk
produksi dalam memenuhi permintaan pasar
yang meningkat, mengoptimalkan sarana
irigasi dengan menerapkan teknologi terbaru
dalam budidaya serta mengoptimalkan SDM
pembudidaya tenaga kerja dalam
meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi.
Dokumen
Strategi Pengembangan Beras Beraroma Pulu Mandoti Berbasis Agribisnis di Kabupaten Enrekang.pdf
application/pdf · 166 KB
Lihat dokumen →
application/pdf · 166 KB
Lihat dokumen →
