Kajian Potensi Pengembangan Ekowisata Mangrove Ra’ra di Desa Balang Baru Kecamatan Tarowang Kabupaten Jeneponto Sulawesi Selatan (Study of the Potential for Development of Ra'ra Mangrove Ecotourism in Balang Baru Village, Tarowang District, Jeneponto Regency, South Sulawesi)
Abstrak
Salah satu kawasan ekosistem mangrove yang terletak di Desa Balang Baru Kecamatan
Tarowang Kabupaten Jeneponto, yang dapat dikembangkan menjadi kawasan ekowisata mangrove, dan
saat ini sudah dikenal dan diminati oleh wisatawan khususnya masyarakat sekitarnya dengan sebutan
Ekowisata Mangrove Ra’ra. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berapa besar potensi ekowisata
mangrove dan untuk mengetahui tingkat kesesuaian ekowisata mangrove. Diharapkan dapat memberikan
informasi dan referensi untuk pengelolaan kawasan ekosistem serta memberikan kontribusi dalam
menganalisis tingkat potensi pengembangan ekowisata mangrove. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan
Agustus-Oktober 2021, selanjutnya analisis data dan penyusunan laporan dilaksanakan sampai dengan
bulan Maret 2022. Analisis kesesuaian ekowisata merupakan suatu kajian untuk menilai kecocokan dari
suatu aktivitas yang dilakukan disuatu kawasan sesuai dengan potensi sumberdaya dan peruntukannya
dengan mempertimbangkan berbagai parameter. Lingkungan hutan mangrove diharapkan dapat
memberikan pelajaran bagi pengunjung maupun masyarakat sekitar. Potensi ekowisata mangrove Ra’ra
memiliki daya tarik wisata alam dengan luas Kawasan kurang lebih 15.29 ha yang terdiri atas berbagai
macam aktivitas yang dapat dilakukan oleh pengunjung, diantaranya menikmati ekosistem hutan
mangrove dengan berbagai macam flora dan fauna, mangrove track sepanjang 200 meter. Selain itu,
tersedia lahan seluas 7.79 ha yang dapat dijadikan sebagai lokasi konservasi mangrove. jumlah total nilai
IKW yaitu sebesar 23. Jumlah Indeks Kesesuain Wisata Ekowisa Ra’ra adalah sebesar 58.97 dengan
Kategori Kesesuaian yakni Sesuai berdasarkan Standar dari Indeks Kesesuain Wisata.
Tarowang Kabupaten Jeneponto, yang dapat dikembangkan menjadi kawasan ekowisata mangrove, dan
saat ini sudah dikenal dan diminati oleh wisatawan khususnya masyarakat sekitarnya dengan sebutan
Ekowisata Mangrove Ra’ra. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berapa besar potensi ekowisata
mangrove dan untuk mengetahui tingkat kesesuaian ekowisata mangrove. Diharapkan dapat memberikan
informasi dan referensi untuk pengelolaan kawasan ekosistem serta memberikan kontribusi dalam
menganalisis tingkat potensi pengembangan ekowisata mangrove. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan
Agustus-Oktober 2021, selanjutnya analisis data dan penyusunan laporan dilaksanakan sampai dengan
bulan Maret 2022. Analisis kesesuaian ekowisata merupakan suatu kajian untuk menilai kecocokan dari
suatu aktivitas yang dilakukan disuatu kawasan sesuai dengan potensi sumberdaya dan peruntukannya
dengan mempertimbangkan berbagai parameter. Lingkungan hutan mangrove diharapkan dapat
memberikan pelajaran bagi pengunjung maupun masyarakat sekitar. Potensi ekowisata mangrove Ra’ra
memiliki daya tarik wisata alam dengan luas Kawasan kurang lebih 15.29 ha yang terdiri atas berbagai
macam aktivitas yang dapat dilakukan oleh pengunjung, diantaranya menikmati ekosistem hutan
mangrove dengan berbagai macam flora dan fauna, mangrove track sepanjang 200 meter. Selain itu,
tersedia lahan seluas 7.79 ha yang dapat dijadikan sebagai lokasi konservasi mangrove. jumlah total nilai
IKW yaitu sebesar 23. Jumlah Indeks Kesesuain Wisata Ekowisa Ra’ra adalah sebesar 58.97 dengan
Kategori Kesesuaian yakni Sesuai berdasarkan Standar dari Indeks Kesesuain Wisata.
