Biologi reproduksi ikan beseng-beseng (Marosatherina ladigesi Ahl, 1936) di beberapa sungai di Sulawesi Selatan
Abstrak
Tujuan penelitian ini untuk menganalisis biologi reproduksi ikan beseng-beseng di Sulawesi Selatan meliputi nisbah kelamin,
fekunditas, diameter telur, indeks kematangan gonad, tingkat kematangan gonad, dan musim pemijahan. Lokasi
pengambilan sampel meliputi Sungai Bantimurung, Sungai Sawae, Sungai Asanae, dan Sungai Jenae. Penelitian dilakukan
selama satu tahun mulai Januari sampai Desember 2014. Pengambilan sampel ikan menggunakan alat tangkap seser.
Sampel ikan yang tertangkap dipisahkan berdasarkan jenis kelamin dan diukur panjang total, bobot tubuh, bobot
gonad dan fekunditas. Pengukuran panjang total ikan menggunakan mistar geser berketelitian 0,1 mm, sedangkan bobot
tubuh dan bobot gonad menggunakan timbangan analitik berketelitian 0,01 g. Gonad diawetkan dalam larutan formalin
4%, untuk penentuan fekunditas, diameter telur, indeks kematangan gonad, dan tingkat kematangan gonad. Nisbah kelamin
tidak seimbang pada setiap bulan dan fekunditas ikan berkisar antara 98-978 butir. Hubungan fekunditas dengan
panjang tubuh ikan berkorelasi erat, sedangkan hubungan fekunditas dengan bobot tubuh berkorelasi lemah. Sebaran
diamater telur bervariasi dan tipe pemijahan tidak serentak. Indeks kematangan gonad ikan jantan dan betina meningkat
pada bulan Agustus, September, Oktober, November, Desember dan Januari. Ikan yang yang matang gonad ditemukan
setiap bulan pengamatan dan puncak pemijahan terjadi pada bulan Desember.
Kata penting: endemik, fekunditas, kematangan gonad, Marosatherina ladigesi, nisbah kelamin, pemijahan
fekunditas, diameter telur, indeks kematangan gonad, tingkat kematangan gonad, dan musim pemijahan. Lokasi
pengambilan sampel meliputi Sungai Bantimurung, Sungai Sawae, Sungai Asanae, dan Sungai Jenae. Penelitian dilakukan
selama satu tahun mulai Januari sampai Desember 2014. Pengambilan sampel ikan menggunakan alat tangkap seser.
Sampel ikan yang tertangkap dipisahkan berdasarkan jenis kelamin dan diukur panjang total, bobot tubuh, bobot
gonad dan fekunditas. Pengukuran panjang total ikan menggunakan mistar geser berketelitian 0,1 mm, sedangkan bobot
tubuh dan bobot gonad menggunakan timbangan analitik berketelitian 0,01 g. Gonad diawetkan dalam larutan formalin
4%, untuk penentuan fekunditas, diameter telur, indeks kematangan gonad, dan tingkat kematangan gonad. Nisbah kelamin
tidak seimbang pada setiap bulan dan fekunditas ikan berkisar antara 98-978 butir. Hubungan fekunditas dengan
panjang tubuh ikan berkorelasi erat, sedangkan hubungan fekunditas dengan bobot tubuh berkorelasi lemah. Sebaran
diamater telur bervariasi dan tipe pemijahan tidak serentak. Indeks kematangan gonad ikan jantan dan betina meningkat
pada bulan Agustus, September, Oktober, November, Desember dan Januari. Ikan yang yang matang gonad ditemukan
setiap bulan pengamatan dan puncak pemijahan terjadi pada bulan Desember.
Kata penting: endemik, fekunditas, kematangan gonad, Marosatherina ladigesi, nisbah kelamin, pemijahan
