Artikel

IDENTIFIKASI TINGKAT KERUSAKAN PERKERASAN LENTUR DALAM PEMELIHARAAN RUTIN JALAN KABUPATEN BANTAENG

Abstrak

Pemeliharaan jalan dilakukan secara terus-menerus sepanjang tahun dan dilaksanakan sesegera mungkin ketika kerusakan yang terjadi belum meluas. Pemeliharaan jalan dikelola langsung oleh pihak Dinas PUPR Bidang Jalan dan Jembatan Kabupaten Bantaeng melalui pemeliharaan rutin berdasarkan dana swakelola. Tolok ukur identifikasi perkerasan yang digunakan meliputi kondisi kerusakan perkerasan lentur dan kerusakan perkerasan jalan kabupaten dimana termasuk kategori lalulintas rendah. Penelitian ini bertujuan : (1). Mengidentifikasi kondisi kerusakan perkerasan jalan pada kegiatan pemeliharaan rutin jalan Kabupaten Bantaeng. (2).Menganalisa alternatif penanganan pemeliharaan rutin jalan kabupaten dengan sistem swakelola. Menggunakan metode Bina Marga dan metode Pavement Condition Index (PCI) guna mengidentifikasi tingkat kerusakan dan penanganan pada pemeliharaan rutin dengan sistem swakelola. Hasil angka kerusakan metode Bina Marga sebesar 17 sehingga nilai kondisi jalan adalah 6 dengan jenis kerusakan retak kulit buaya. Sedangkan hasil nilai prioritas sebesar 5 < 7 yang menyatakan kondisi kerusakan perkerasan dikelompokkan dalam program pemeliharaan rutin dengan sistem swakelola. Hasil survai nilai SDI sebesar 100 dikelompokkan dalam kondisi rusak ringan dalam kategori pemeliharaan rutin. Hasil Identifikasi kondisi kerusakan metode PCI didapatkan kondisi retak kulit buaya, kegemukan, retak kotak, cekungan, amblas, retak pinggir, tambalan, pengausan agregat dan lubang. Alternatif penanganan memerlukan program pemeliharaan rutin yang dikerjakan secara swakelola.
Kata kunci : identifikasi, kondisi kerusakan, perkerasan lentur, pemeliharaan rutin, swakelola

Dokumen

5.pdf
application/pdf · 439 KB
Lihat dokumen →
indexcodes.txt
text/plain · 5 KB
Lihat dokumen →

Lihat di Repository Asli