ANALISIS PERBANDINGAN KUAT TEKAN BETON TERHADAP PENGGUNA AN BAHAN TAMBAH SUPERPLASTICIZER Dan WATER REDUCER
Abstrak
Bahan tambah terdiri dari tipe A sampai tipe G yang digunakan untuk mengurangi jumlah
air campuran, memperlambat waktu pengikatan,mempercepat waktu pengikatan dan menambah
kekuatan awal beton yang diuji dengan beton pembanding dengan proporsi yang sama tanpa bahan
tambahan.Untuk mendapatkan mutu beton seperti yang diharapkan maka harus menggunakan fas
yang rendah, namun jika fasnya terlalu kecil pengerjaan beton akan menjadi sulit sehingga
pemadatan tidak maksimal dan akan mengakibatkan beton menjadi keropos dan dapat
mengakibatkan menurunnya kuat tekan beton. Untuk mengatasi hal tersebut dapat dipergunakan
Superplasticizier dan Water Reducer yang memiliki sifat sebagai pereduksi air dan memperlambat
waktu setting beton. Superplasticizer dan Water Reducer sama – sama memiliki sifat mereduksi air,
mempertahankan slump, meningkatkan workability, dan meningkatkan kuat tekan beton. Sehingga
kami melakukan penelitian dengan membuat perbandingan beton yang di beri bahan tambah
Superplasticizer dan beton yang di beri bahan tambah Water Reducer. Untuk mendapatkan data
dari obyek yang diteliti, peralatan dan penelitian dilakukan dengan menggunakan fasilitas
Laboratorium pada SRBGC – HK,JO Proyek Pembangunan Jalan Toll Manado- Bitung CSU 01.
Standart – standart yang dipakai untuk menentukan sifat-sifat material, persiapan, analisis dan
pengujian dilakukan menurut standart Bina Marga yang mengacu pada metode AASHTO dan
ASTM, namun demikian dalam penelitian ini lebih dititik beratkan berdasarkan pada penggunaan
bahan tambah Superplastizicer dan Water Reducer. Hasil penelitian menunjukkan (1) Hasil kuat
tekan pada komposisi beton normal, pada umur 7 hari mencapai 27,50 Mpa atau memenuhi syarat
65% beton fc 30 Mpa. Dan pada umur 28 hari mencapai 31.71 Mpa. Hasil kuat lentur beton normal
pada umur 7 hari hanya mencapai fs = 35,91 atau 80% terhadap rencana, dan pada umur 28 hari
mencapai fs = 39.70, atau 88% terhadap rencana. Initial setting time hanya 2 jam 15 menit. (2)
Untuk tes kuat tekan pada komposisi yang diberi tambahan Water Reducer, hasil tes yang
memiliki kelayakan yang mendekati syarat tujuan penelitian adalah komposisi yang diberi
tambahan Water Reducer sebanyak 0.25%, dengan hasil pengujian pada kuat tekan umur 7 hari
adalah 31.912 Mpa dan pada umur 28 hari adalah 37. 529 Mpa. Sedangkan untuk hasil tes kuat
lentur pada umur 7 hari, hanya mencapai fs = 39,44 atau 87,64% terhadap rencana, dan pada umur
28 hari mencapai fs = 39.95 atau 88.77% terhadap rencana. Dan hasil initial setting time mencapai
4 jam 30 menit. (3) Pada komposisi yang diberi tambahan Super plasticizer, hasil tes menunjukkan,
kuat tekan yang memenuhi syarat fc 30 Mpa dan fs = 45 adalah komposisi yang diberi tambahan
Super plasticizer sebanyak 0.8% dari berat total semen. Hasil tes menunjukkan pada umur 7 hari
adalah 29.569 Mpa, dan pada umur 28 hari mencapai 33.928 Mpa. Sedangkan pada tes uji kuat
lentur hasil tes menunjukkan pada umur 7 hari mencapai fs = 46.11 atau 102,47% terhadap
rencana, dan pada umur 28 hari mencapai fs = 46.43 atau 103,18% terhadap rencana. Hasil tes
pengujian initial setting time komposisi ini memiliki waktu initial setting time adalah 4 jam
air campuran, memperlambat waktu pengikatan,mempercepat waktu pengikatan dan menambah
kekuatan awal beton yang diuji dengan beton pembanding dengan proporsi yang sama tanpa bahan
tambahan.Untuk mendapatkan mutu beton seperti yang diharapkan maka harus menggunakan fas
yang rendah, namun jika fasnya terlalu kecil pengerjaan beton akan menjadi sulit sehingga
pemadatan tidak maksimal dan akan mengakibatkan beton menjadi keropos dan dapat
mengakibatkan menurunnya kuat tekan beton. Untuk mengatasi hal tersebut dapat dipergunakan
Superplasticizier dan Water Reducer yang memiliki sifat sebagai pereduksi air dan memperlambat
waktu setting beton. Superplasticizer dan Water Reducer sama – sama memiliki sifat mereduksi air,
mempertahankan slump, meningkatkan workability, dan meningkatkan kuat tekan beton. Sehingga
kami melakukan penelitian dengan membuat perbandingan beton yang di beri bahan tambah
Superplasticizer dan beton yang di beri bahan tambah Water Reducer. Untuk mendapatkan data
dari obyek yang diteliti, peralatan dan penelitian dilakukan dengan menggunakan fasilitas
Laboratorium pada SRBGC – HK,JO Proyek Pembangunan Jalan Toll Manado- Bitung CSU 01.
Standart – standart yang dipakai untuk menentukan sifat-sifat material, persiapan, analisis dan
pengujian dilakukan menurut standart Bina Marga yang mengacu pada metode AASHTO dan
ASTM, namun demikian dalam penelitian ini lebih dititik beratkan berdasarkan pada penggunaan
bahan tambah Superplastizicer dan Water Reducer. Hasil penelitian menunjukkan (1) Hasil kuat
tekan pada komposisi beton normal, pada umur 7 hari mencapai 27,50 Mpa atau memenuhi syarat
65% beton fc 30 Mpa. Dan pada umur 28 hari mencapai 31.71 Mpa. Hasil kuat lentur beton normal
pada umur 7 hari hanya mencapai fs = 35,91 atau 80% terhadap rencana, dan pada umur 28 hari
mencapai fs = 39.70, atau 88% terhadap rencana. Initial setting time hanya 2 jam 15 menit. (2)
Untuk tes kuat tekan pada komposisi yang diberi tambahan Water Reducer, hasil tes yang
memiliki kelayakan yang mendekati syarat tujuan penelitian adalah komposisi yang diberi
tambahan Water Reducer sebanyak 0.25%, dengan hasil pengujian pada kuat tekan umur 7 hari
adalah 31.912 Mpa dan pada umur 28 hari adalah 37. 529 Mpa. Sedangkan untuk hasil tes kuat
lentur pada umur 7 hari, hanya mencapai fs = 39,44 atau 87,64% terhadap rencana, dan pada umur
28 hari mencapai fs = 39.95 atau 88.77% terhadap rencana. Dan hasil initial setting time mencapai
4 jam 30 menit. (3) Pada komposisi yang diberi tambahan Super plasticizer, hasil tes menunjukkan,
kuat tekan yang memenuhi syarat fc 30 Mpa dan fs = 45 adalah komposisi yang diberi tambahan
Super plasticizer sebanyak 0.8% dari berat total semen. Hasil tes menunjukkan pada umur 7 hari
adalah 29.569 Mpa, dan pada umur 28 hari mencapai 33.928 Mpa. Sedangkan pada tes uji kuat
lentur hasil tes menunjukkan pada umur 7 hari mencapai fs = 46.11 atau 102,47% terhadap
rencana, dan pada umur 28 hari mencapai fs = 46.43 atau 103,18% terhadap rencana. Hasil tes
pengujian initial setting time komposisi ini memiliki waktu initial setting time adalah 4 jam
