MICROBIAL RISK ASSESSMENT (MRA) DEPOT AIR MINUM ISI ULANG DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TODDOPULI KOTA MAKASSAR TAHUN 2023
Abstrak
Pengawasan air minum pengolahan depot harus terus dijaga
karena air minum yang dihasilkan tidak selalu dapat menjamin kualitasnya
akan sama dari hari ke hari. Bisa saja kualitas air minum menjadi berubah
karena adanya kontaminasi lingkungan atau bisa saja disebabkan oleh
daya kerja peralatan pengolahan yang semakin menurun. Apabila
masyarakat mengkonsumsi air yang terkontaminasi bakteri dapat
mengakibatkan dampak buruk bagi kesehatan contohnya adalah penyakit
diare yang disebabkan apabila air minum yang dikonsumsi tercemar dan
mengandung bakteri E. coli. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk
dapat mengetahui risiko mikroba (MRA) yang akan terjadi pada air minum
isi ulang (AMIU) yang biasa dikonsumsi oleh masyakarat pada wilayah
kerja puskesmas Toddopuli Makassar. Jenis penelitan yang digunakan
dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan penilaian risiko
mikroba pada air minum isi ulang.
Hasil penelitian menunjukan dari 14 sampel air minum yang diteliti
8 (57,4%) sampel AMIU yang tidak memenuhi syarat kualitas bakteriologi.
Hasil pemeriksaan higiene dan sanitasi depot air minum kategori tidak
memenuhi syarat sebanyak 5 (71,4%) depot. Berdasarkan Penilaian
Risiko Kuantitatif, disimpulkan bahwa dari 14 sampel AMIU sebanyak 7
(50%) AMIU memiliki tingkat risiko yang tinggi, untuk jumlah estimasi
bakteri E. coli.
Peneliti memberi saran kepada pihak pengelola hendaknya selalu
mengikuti aturan yang telah ditetapkan. Bagi konsumen hendaklah memilih
depot dengan kualitas yang baik dan senantiasa menjaga kebersihan tempat penyimpanan air minum.
karena air minum yang dihasilkan tidak selalu dapat menjamin kualitasnya
akan sama dari hari ke hari. Bisa saja kualitas air minum menjadi berubah
karena adanya kontaminasi lingkungan atau bisa saja disebabkan oleh
daya kerja peralatan pengolahan yang semakin menurun. Apabila
masyarakat mengkonsumsi air yang terkontaminasi bakteri dapat
mengakibatkan dampak buruk bagi kesehatan contohnya adalah penyakit
diare yang disebabkan apabila air minum yang dikonsumsi tercemar dan
mengandung bakteri E. coli. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk
dapat mengetahui risiko mikroba (MRA) yang akan terjadi pada air minum
isi ulang (AMIU) yang biasa dikonsumsi oleh masyakarat pada wilayah
kerja puskesmas Toddopuli Makassar. Jenis penelitan yang digunakan
dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan penilaian risiko
mikroba pada air minum isi ulang.
Hasil penelitian menunjukan dari 14 sampel air minum yang diteliti
8 (57,4%) sampel AMIU yang tidak memenuhi syarat kualitas bakteriologi.
Hasil pemeriksaan higiene dan sanitasi depot air minum kategori tidak
memenuhi syarat sebanyak 5 (71,4%) depot. Berdasarkan Penilaian
Risiko Kuantitatif, disimpulkan bahwa dari 14 sampel AMIU sebanyak 7
(50%) AMIU memiliki tingkat risiko yang tinggi, untuk jumlah estimasi
bakteri E. coli.
Peneliti memberi saran kepada pihak pengelola hendaknya selalu
mengikuti aturan yang telah ditetapkan. Bagi konsumen hendaklah memilih
depot dengan kualitas yang baik dan senantiasa menjaga kebersihan tempat penyimpanan air minum.
Kata Kunci
AMIU, MRA, Escherichia coli
