Analisis Tingkat Bahaya Erosi Pada Penggunaan Lahan Pertanian Di Sub DAS Jenelata
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat bahaya erosi di Sub DAS Jenelata, Kabupaten Gowa yang dilaksanakan di Sub DAS Jenelata Kabupaten Gowa, Provinsi Sulawesi Selatan dan Analisis sampel tanah dilaksanakan di Laboratorium Tanah dan Konservasi, Fakultas Pertanian, Universitas Muslim Indonesia, Makassar. Penelitian ini dilaksanakan mulai pada Bulan Februari sampai Bulan Mei 2022. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kualitatif, deskripsi, komparatif dan metode survai menggunakan pendekatan fisiografik secara bebas. Pelaksanaan penelitian meliputi penetapan dan pengambilan sampel tanah, perhitungan erosi dengan metode USLE, Perhitungan erosivitas hujan, perhitungan erodibilitas, faktor panjang dan kemiringan lereng dan faktor penggunaan lahan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai laju erosi tanah bervariasi tergantung pada jenis penggunaan lahan, seperti sawah dan pertanian lahan kering campur semak. Untuk sawah, nilai erosi berkisar antara 0,07 hingga 3,43 Ton/ha/th, sementara pada pertanian lahan kering campur semak, nilai erosi berkisar antara 42,85 hingga 5759,53 Ton/ha/th. Analisis tingkat bahaya erosi menunjukkan bahwa pada lahan pertanian, sekitar 13,37% dianggap sangat ringan untuk sawah, sedangkan pada pertanian lahan kering campur semak, mayoritas area 82.35% berada dalam kategori sangat berat. Hasil ini memberikan gambaran terhadap tingkat risiko erosi di Sub DAS Jenelata, dan menunjukkan perlunya tindakan konservasi tanah dan air untuk mengatasi dampak negatifnya
Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai laju erosi tanah bervariasi tergantung pada jenis penggunaan lahan, seperti sawah dan pertanian lahan kering campur semak. Untuk sawah, nilai erosi berkisar antara 0,07 hingga 3,43 Ton/ha/th, sementara pada pertanian lahan kering campur semak, nilai erosi berkisar antara 42,85 hingga 5759,53 Ton/ha/th. Analisis tingkat bahaya erosi menunjukkan bahwa pada lahan pertanian, sekitar 13,37% dianggap sangat ringan untuk sawah, sedangkan pada pertanian lahan kering campur semak, mayoritas area 82.35% berada dalam kategori sangat berat. Hasil ini memberikan gambaran terhadap tingkat risiko erosi di Sub DAS Jenelata, dan menunjukkan perlunya tindakan konservasi tanah dan air untuk mengatasi dampak negatifnya
Kata Kunci
DAS Jenelata, Lahan Pertanian, Tingkat Bahaya Erosi.
