Analisis Sistem Agribisnis Dan Kelayakan Usahatani Bibit Tanaman Kakao Sambung Pucuk (Theobroma Cacao L.) Di Desa Asana, Kecamatan Burau, Kabupaten Luwu Timur
Abstrak
Kakao (Theobroma cacao L.) adalah salah satu komoditas perkebunan terkemuka yang perannya cukup penting dalam perekonomian regional, terutama dalam penciptaan lapangan kerja, sumber pendapatan, pengembangan kawasan dan agroindustri. Pasar kakao dunia masih memiliki potensi sangat tinggi, yang ditunjukkan oleh peningkatan konsumsi sehingga Indonesia diharapkan mampu meraih peluang pasar yang ada. Kakao yang merupakan komoditas unggulan di Desa Asana tentunya perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui seberapa besar potensinya baik itu dari usaha pembibitan kakao, diantaranya sistem agribisnis usahatani pembibitan kakao sambung pucuk untuk mengetahui subsistem atau rangkaian aktivitas dalam kegiatan usahatani, jumlah produksi dan pendapatan usahatani pembibitan kakao sambung pucuk untuk mengetahui potensi pendapatan usahatani dan analisis kelayakan usahatani pembibitan kakao sambung pucuk untuk mengetahui usahatani layak/tidak untuk dijalankan. Dari ketiga point pembahasan diatas tentunya merupakan hal yang penting untuk dibahas guna mengetahui lebih banyak lagi terkait usahatani pembibitan kakao sambung pucuk itu sendiri.
Tujuan dari penelitian ini adalah (1) Mendeskripsikan sistem agribisnis usahatani pembibitan kakao sambung pucuk di Desa Asana, Kecamatan Burau, Kabupaten Luwu Timur. (2) Menganalisis produksi dan pendapatan usahatani pembibitan kakao sambung pucuk. (3) Menganalisis kelayakan usahatani pembibitan kakao sambung pucuk. Penelitian ini dilakukan di Desa Asana, Kecamatan Burau, Kabupaten Luwu Timur selama 3 bulan yaitu dari bulan November 2023 – Januari 2024. Populasi dalam penelitian ini adalah semua usaha pembibitan kakao di Desa Asana, Kecamatan Burau, Kabupaten Luwu Timur yang berjumlah 12 unit usaha. Pengambilan sampel yaitu dengan metode sensus yang mengambil seluruh populasi menjadi sampel penelitian, sehingga jumlah responden
yang ditetapkan sebanyak 12 unit usaha. Metode analisis data yang digunakan
adalah analisis deskriptif, analisis produksi dan pendapatan & analisis kelayakan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) Sistem agribisnis usahatani
pembibitan kakao sambung pucuk di Desa Asana, Kecamatan Burau, Kabupaten
Luwu Timur menunjukkan subsistem hulu, subsistem usahatani, subsistem hilir,
subsistem pemasaran & subsistem lembaga penunjang berjalan dengan baik,
dengan total nilai yaitu 632. (2) Jumlah produksi bibit kakao sambung pucuk di
Desa Asana rata-rata sebesar 8.208 pohon/responden dengan harga sebesar
Rp.4.000/pohon, dengan total biaya produksi sebesar Rp.3.423.048/responden
maka jumlah pendapatan rata-rata sebesar Rp.29.410.285/responden. (3) Hasil dari
R/C ratio adalah sebesar 9,6 (layak dilaksanakan). Jika nilai R/C ratio lebih besar
dari 1 berarti usahatani menguntungkan dan layak untuk dikerjakan.
Tujuan dari penelitian ini adalah (1) Mendeskripsikan sistem agribisnis usahatani pembibitan kakao sambung pucuk di Desa Asana, Kecamatan Burau, Kabupaten Luwu Timur. (2) Menganalisis produksi dan pendapatan usahatani pembibitan kakao sambung pucuk. (3) Menganalisis kelayakan usahatani pembibitan kakao sambung pucuk. Penelitian ini dilakukan di Desa Asana, Kecamatan Burau, Kabupaten Luwu Timur selama 3 bulan yaitu dari bulan November 2023 – Januari 2024. Populasi dalam penelitian ini adalah semua usaha pembibitan kakao di Desa Asana, Kecamatan Burau, Kabupaten Luwu Timur yang berjumlah 12 unit usaha. Pengambilan sampel yaitu dengan metode sensus yang mengambil seluruh populasi menjadi sampel penelitian, sehingga jumlah responden
yang ditetapkan sebanyak 12 unit usaha. Metode analisis data yang digunakan
adalah analisis deskriptif, analisis produksi dan pendapatan & analisis kelayakan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) Sistem agribisnis usahatani
pembibitan kakao sambung pucuk di Desa Asana, Kecamatan Burau, Kabupaten
Luwu Timur menunjukkan subsistem hulu, subsistem usahatani, subsistem hilir,
subsistem pemasaran & subsistem lembaga penunjang berjalan dengan baik,
dengan total nilai yaitu 632. (2) Jumlah produksi bibit kakao sambung pucuk di
Desa Asana rata-rata sebesar 8.208 pohon/responden dengan harga sebesar
Rp.4.000/pohon, dengan total biaya produksi sebesar Rp.3.423.048/responden
maka jumlah pendapatan rata-rata sebesar Rp.29.410.285/responden. (3) Hasil dari
R/C ratio adalah sebesar 9,6 (layak dilaksanakan). Jika nilai R/C ratio lebih besar
dari 1 berarti usahatani menguntungkan dan layak untuk dikerjakan.
Kata Kunci
Sistem Agribisnis, Kelayakan Usahatani, Bibit Kakao
