Pengaruh Pemberian Pupuk Bio 88 Terhadap Pertumbuhan Tanaman Bawang Merah Pada Masa Vegetatif
Abstrak
Bawang merah merupakan komoditas hortikultura penting yang produksinya
dipengaruhi oleh ketersediaan unsur hara melalui pemberian pupuk yang tepat.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dosis pupuk organik cair
(POC) Bio 88 terhadap pertumbuhan vegetatif tanaman bawang merah. Penelitian
ini disusun dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) monofaktor
yakni faktor pemberian POC Bio 88 dengan 7 taraf (kontrol, 2 ml/l, 3 ml/l, 4 ml/l,
5 ml/l, 6 ml/l dan 7 ml/l) setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali sehingga
diperoleh 21 unit percobaan. Setiap Percobaan memiliki 3 tanam sehingga 63
tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan Bio 88 dosis 6 ml/l (B5)
menghasilkan pertumbuhan terbaik dengan tinggi tanaman 16,52 cm, jumlah daun
8,00 helai, dan jumlah anakan 3,67. Kandungan nitrogen dalam POC Bio 88
berperan penting dalam menunjang fotosintesis, pembentukan jaringan, dan
pertumbuhan sel tanaman. Namun, dosis 7 ml/l (B6) justru menurunkan jumlah
daun dan anakan, diduga akibat kelebihan unsur hara seperti Fe dan B yang dapat
menyebabkan toksisitas dan gangguan penyerapan nutrisi. Kombinasi pupuk
organik dan anorganik juga memberikan keseimbangan nutrisi makro dan mikro
yang lebih optimal. Oleh karena itu, dosis 6 ml/l POC Bio 88 dengan NPK 200
g/ha merupakan kombinasi paling efektif dalam meningkatkan pertumbuhan
vegetatif bawang merah.
dipengaruhi oleh ketersediaan unsur hara melalui pemberian pupuk yang tepat.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dosis pupuk organik cair
(POC) Bio 88 terhadap pertumbuhan vegetatif tanaman bawang merah. Penelitian
ini disusun dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) monofaktor
yakni faktor pemberian POC Bio 88 dengan 7 taraf (kontrol, 2 ml/l, 3 ml/l, 4 ml/l,
5 ml/l, 6 ml/l dan 7 ml/l) setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali sehingga
diperoleh 21 unit percobaan. Setiap Percobaan memiliki 3 tanam sehingga 63
tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan Bio 88 dosis 6 ml/l (B5)
menghasilkan pertumbuhan terbaik dengan tinggi tanaman 16,52 cm, jumlah daun
8,00 helai, dan jumlah anakan 3,67. Kandungan nitrogen dalam POC Bio 88
berperan penting dalam menunjang fotosintesis, pembentukan jaringan, dan
pertumbuhan sel tanaman. Namun, dosis 7 ml/l (B6) justru menurunkan jumlah
daun dan anakan, diduga akibat kelebihan unsur hara seperti Fe dan B yang dapat
menyebabkan toksisitas dan gangguan penyerapan nutrisi. Kombinasi pupuk
organik dan anorganik juga memberikan keseimbangan nutrisi makro dan mikro
yang lebih optimal. Oleh karena itu, dosis 6 ml/l POC Bio 88 dengan NPK 200
g/ha merupakan kombinasi paling efektif dalam meningkatkan pertumbuhan
vegetatif bawang merah.
Kata Kunci
Bawang Merah, POC, NPK 15;15;15, dan Pertumbuhan Vegetatif
