Skripsi/Tesis

Analisis Resiko Produksi dan Pendapatan Usahatani Cabai Merah Di Kecamatan Barombong, Kota Makassar

Abstrak

Cabai merah merupakan salah satu komoditas hortikultura jenis sayuran yang
memiliki nilai ekonomi tinggi dan mempunyai daya adaptif tinggi, karena dapat
tumbuh baik di dataran rendah maupun dataran tinggi. Selain itu, permintaannya selalu
tinggi, sehingga komoditas cabai merah potensial untuk dikembangkan. Tujuan
penelitian yaitu, 1) Menghitung jumlah produksi cabai merah di Kecamatan
Barombong, Kota Makassar. 2) Menganalisis pendapatan yang diterima petani cabai
merah. 3) Menganalisis tingkat risiko produksi usahatani cabai merah.
Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Barombong, Kota Makassar. Adapun
pertimbangan memilih tempat penelitian karena di Kecamatan Barombong memiliki
suhu dan curah hujan yang cocok untuk pertumbuhan tanaman cabai, dan juga terdapat
petani yang aktif membudidayakan cabai merah. Teknik pengembilan sampel
menggunakan metode purposive, yaitu memilih 1 (satu) kelompok tani dari 3 (tiga)
kelompok tani. Jumlah responden sebanyak 25 orang. Penelitian ini dilaksanakan pada
bulan Januari – Mei 2025
Hasil penelitian menunjukkan bahwa, 1) Produksi cabai merah di Kecamatan
Barombong, Kota Makassar produksi panen pertama menghasilkan 133.620 kg, panen
kedua menghasilkan 133.620 kg dan panen ketiga menghasilkan 113.575 kg. Total
produksi cabai merah sebanyak 380.815 kg per tahun. Rata-rata produksi cabai merah
5.078 kg/petani/tahun atau 9.955 kg/hektar/tahun atau 9,955 ton/hektar/tahun. 2)
Penerimaan petani dari usahatani cabai merah rata-rata Rp 416.624.200/petani atau
Rp816.879.000/ha. Rata-rata biaya produksi sebesar Rp8.695.016/petani atau
Rp17.096.161/ha, sehingga pendapatan yang diperoleh petani dari usahatani cabai
merah di Kecamatan Barombong, Kota Makassar sebesar Rp 407.929.184/petani atau
Rp799.782.839/ha. 3) Rata-rata produksi cabai merah yang dihasilkan petani adalah
sebesar 9.955 kg per hektar. Nilai simpangan baku atau standar deviasi adalah 805 kg,
yang menunjukkan penyimpangan yang rendah dari rata-rata produksi. Hal ini
diperkuat dengan nilai koefisien variasi sebesar 0,081. Artinya tingkat risiko produksi
tergolong rendah.

Kata Kunci

Resiko Produksi, Pendapatan, Usahatani Cabai Merah

Dokumen

SAMPUL.pdf
application/pdf · 125 KB
Lihat dokumen →
LEMBAR PENGESAHAN.pdf
application/pdf · 110 KB
Lihat dokumen →
RINGKASAN.pdf
application/pdf · 147 KB
Lihat dokumen →
DAFTAR ISI.pdf
application/pdf · 130 KB
Lihat dokumen →
PENDAHULUAN.pdf
application/pdf · 267 KB
Lihat dokumen →
HASIL DAN PEMBAHASAN.pdf
application/pdf · 346 KB
Lihat dokumen →
DAFTAR PUSTAKA.pdf
application/pdf · 200 KB
Lihat dokumen →
indexcodes.txt
text/plain · 0 KB
Lihat dokumen →
indexcodes.txt
text/plain · 1 KB
Lihat dokumen →
indexcodes.txt
text/plain · 1 KB
Lihat dokumen →
indexcodes.txt
text/plain · 2 KB
Lihat dokumen →
indexcodes.txt
text/plain · 5 KB
Lihat dokumen →
indexcodes.txt
text/plain · 2 KB
Lihat dokumen →

Lihat di Repository Asli