Persepsi dan Dampak Penggunaan Mesin Panen Padi (Combine Harvester) terhadap Efisiensi Pendapatan Petani Padi.
Abstrak
Padi merupakan salah satu komoditas pangan utama yang menjadi sumber
karbohidrat pokok bagi masyarakat Indonesia. Permintaan beras yang tinggi
mendorong petani untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi usahatani padi.
Salah satu upaya yang dilakukan adalah penggunaan alat dan mesin pertanian
modern seperti combine harvester untuk menggantikan cara panen manual dengan
sabit. Namun demikian, adopsi teknologi ini menimbulkan perbedaan dalam biaya
dan penerimaan yang berdampak pada pendapatan petani.
Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Menganalisis persepsi petani mengenai
penggunaan mesin panen (Combine Harvester) dibandingkan dengan metode
panen tradisional (sabit), (2) Menganalisis tingkat efisiensi penggunaan mesin
panen (combine harvester) dibandingkan dengan metode panen tradisional (sabit).
(3) Menganalisis dampak penggunaan combine harvester terhadap pendapatan
petani padi. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Mattirobulu, Kabupaten
Pinrang, dengan jumlah responden sebanyak 100 orang petani yang ditentukan
dengan rumus Slovin. Metode analisis yang digunakan meliputi analisis
deskriptif, analisis pendapatan, serta analisis efisiensi usahatani.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan combine harvester
memiliki pendapatan 36.889.362/petani, sedangkan pendapatan petani pengguna
sabit sebesar Rp.19.668.420. Persepsi petani terhadap penggunaan combine
harvester memiliki tingkat persepsi 2,93 yang dikategorikan baik. Penggunaan
combine harvester lebih efisien dengan rata-rata nilai efisiensi 22,1. Hal ini
menunjukkan bahwa penggunaan combine harvester mampu meningkatkan
pendapatan bersih petani padi secara lebih optimal dibandingkan metode panen
menggunakan sabit.
karbohidrat pokok bagi masyarakat Indonesia. Permintaan beras yang tinggi
mendorong petani untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi usahatani padi.
Salah satu upaya yang dilakukan adalah penggunaan alat dan mesin pertanian
modern seperti combine harvester untuk menggantikan cara panen manual dengan
sabit. Namun demikian, adopsi teknologi ini menimbulkan perbedaan dalam biaya
dan penerimaan yang berdampak pada pendapatan petani.
Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Menganalisis persepsi petani mengenai
penggunaan mesin panen (Combine Harvester) dibandingkan dengan metode
panen tradisional (sabit), (2) Menganalisis tingkat efisiensi penggunaan mesin
panen (combine harvester) dibandingkan dengan metode panen tradisional (sabit).
(3) Menganalisis dampak penggunaan combine harvester terhadap pendapatan
petani padi. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Mattirobulu, Kabupaten
Pinrang, dengan jumlah responden sebanyak 100 orang petani yang ditentukan
dengan rumus Slovin. Metode analisis yang digunakan meliputi analisis
deskriptif, analisis pendapatan, serta analisis efisiensi usahatani.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan combine harvester
memiliki pendapatan 36.889.362/petani, sedangkan pendapatan petani pengguna
sabit sebesar Rp.19.668.420. Persepsi petani terhadap penggunaan combine
harvester memiliki tingkat persepsi 2,93 yang dikategorikan baik. Penggunaan
combine harvester lebih efisien dengan rata-rata nilai efisiensi 22,1. Hal ini
menunjukkan bahwa penggunaan combine harvester mampu meningkatkan
pendapatan bersih petani padi secara lebih optimal dibandingkan metode panen
menggunakan sabit.
Kata Kunci
Combine harvester, Sabit, Pendapatan, Persepsi Petani, Efisiensi
