HUBUNGAN PAPARAN TEKANAN PANAS DENGAN RISIKO TERJADINYA HEAT STRAIN PADA PEKERJA AREA PELABUHAN DI PT. MULTI SURINDO KOTA MAKASSAR TAHUN 2025
Abstrak
Kondisi lingkungan kerja yang memicu produksi panas berlebih
dalam tubuh pekerja disebut sebagai tekanan panas. Faktor-faktor yang
mempengaruhinya meliputi suhu udara, tingkat kelembapan, pergerakan
angin, serta suhu radiasi karena akibat dari paparan tekanan panas, tubuh
akan mengalami respon fisiologi yang kompleks yang secara keseluruhan
disebut sebagai heat strain. Tingkat terjadinya heat strain di Indonesia
berada pada tingkat yang tinggi, dapat dilihat dari sebuah penelitian di
industri kerupuk informal menemukan bahwa ada 56 pekerja (70,8%) dari
79 pekerja telah mengalami heat strain. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui hubungan paparan tekanan panas dengan risiko terjadinya
heat strain pada pekerja area pelabuhan di PT. Multi Surindo Kota
Makassar.
Dalam peneltian ini, digunakan metode penelitian yaitu jenis
kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Cara pengambilan sampel
dilakukan dengan teknik total sampling, melibatkan seluruh populasi yang
berjumlah 60 responden
Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan tekanan panas
terhadap risiko terjadinya heat strain yaitu (p=0,028), ada hubungan
konsumsi air minum terhadap risiko terjadinya heat strain yaitu (p=0,002),
ada hubungan beban kerja terhadap risiko terjadinya heat strain yaitu
(p=0,028), dan ada hubungan durasi kerja terhadap risiko terjadinya heat
strain yaitu (p=0,000). Sebaliknya riwayat penyakit tidak ada hubungan
terhadap risiko terjadinya heat strain yaitu (p=0,884).
Kesimpulan pada penelitian ini yaitu variabel tekanan panas,
konsumsi air minum, beban kerja, dan durasi kerja memiliki hubungan
terhadap risiko terjadinya heat strain. Namun, penelitian ini tidak
menemukan adanya hubungan antara riwayat penyakit terhadap
risiko terjadinya heat strain. Disarankan bahwa perlunya program edukasi
berkelanjutan bagi seluruh pekerja, baik sebelum maupun sesudah bekerja,
xiv
mengenai pentingnya memantau kondisi fisik mereka saat terpapar panas
berlebih di lingkungan kerja.
dalam tubuh pekerja disebut sebagai tekanan panas. Faktor-faktor yang
mempengaruhinya meliputi suhu udara, tingkat kelembapan, pergerakan
angin, serta suhu radiasi karena akibat dari paparan tekanan panas, tubuh
akan mengalami respon fisiologi yang kompleks yang secara keseluruhan
disebut sebagai heat strain. Tingkat terjadinya heat strain di Indonesia
berada pada tingkat yang tinggi, dapat dilihat dari sebuah penelitian di
industri kerupuk informal menemukan bahwa ada 56 pekerja (70,8%) dari
79 pekerja telah mengalami heat strain. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui hubungan paparan tekanan panas dengan risiko terjadinya
heat strain pada pekerja area pelabuhan di PT. Multi Surindo Kota
Makassar.
Dalam peneltian ini, digunakan metode penelitian yaitu jenis
kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Cara pengambilan sampel
dilakukan dengan teknik total sampling, melibatkan seluruh populasi yang
berjumlah 60 responden
Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan tekanan panas
terhadap risiko terjadinya heat strain yaitu (p=0,028), ada hubungan
konsumsi air minum terhadap risiko terjadinya heat strain yaitu (p=0,002),
ada hubungan beban kerja terhadap risiko terjadinya heat strain yaitu
(p=0,028), dan ada hubungan durasi kerja terhadap risiko terjadinya heat
strain yaitu (p=0,000). Sebaliknya riwayat penyakit tidak ada hubungan
terhadap risiko terjadinya heat strain yaitu (p=0,884).
Kesimpulan pada penelitian ini yaitu variabel tekanan panas,
konsumsi air minum, beban kerja, dan durasi kerja memiliki hubungan
terhadap risiko terjadinya heat strain. Namun, penelitian ini tidak
menemukan adanya hubungan antara riwayat penyakit terhadap
risiko terjadinya heat strain. Disarankan bahwa perlunya program edukasi
berkelanjutan bagi seluruh pekerja, baik sebelum maupun sesudah bekerja,
xiv
mengenai pentingnya memantau kondisi fisik mereka saat terpapar panas
berlebih di lingkungan kerja.
Kata Kunci
Tekanan Panas, Heat Strain, Konsumsi Air Minum, Beban Kerja, Durasi Kerja, Riwayat Penyakit, Pekerja
