FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN WORK LIFE BALANCE PADA PERAWAT WANITA YANG SUDAH MENIKAH DI RUANG RAWAT INAP RUMAH SAKIT KHUSUS DAERAH (RSKD) DADI PROVINSI SULAWESI SELATAN
Abstrak
Work life balance adalah keseimbangan kerja dan kehidupan yang
mana individu harus seimbang dari tanggung jawab pada kehidupan
pribadi atau keluarga dan pekerjaannya. Work life balance penting agar
perawat dapat memiliki kualitas hidup yang baik, di mana aspek
kehidupan pribadi, hubungan dengan keluarga, serta tanggung jawab
dalam pekerjaan berada dalam kondisi yang seimbang. Berdasarkan studi
pendahuluan yang dilakukan, menunjukkan bahwa perawat wanita yang
bekerja di ruang rawat inap jiwa Rumah Sakit Khusus Daerah (RSKD)
Dadi masih menghadapi kesulitan dalam menjaga work life balance
(keseimbangan antara kehidupan kerja dan kehidupan pribadi). Sebagian
besar merasa lebih banyak menghabiskan waktu untuk bekerja, kesulitan
membagi waktu dengan keluarga, sering melewatkan momen berharga
bersama keluarga, serta merasa kelelahan setelah bekerja. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan work life
balance pada perawat wanita yang sudah menikah di ruang rawat inap
Rumah Sakit Khusus Daerah (RSKD) Dadi Provinsi Sulawesi Selatan
Tahun 2025.
Jenis penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif
dengan rancangan observasional analitik, pendekatan penelitian ini
menggunakan pendekatan cross sectional study. Cara pengambilan
sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik total sampling dimana
seluruh anggota populasi menjadi sampel yaitu sebanyak 68 perawat.
Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat dan bivariat. Uji chi-
square digunakan untuk memeriksa data, dan tingkat kesalahan 0.05 atau
5% dipertimbangkan. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner.
Menurut hasil uji chi-square, ada hubungan beban kerja dengan
work life balance yaitu (p=0.000<0.05), ada hubungan lama kerja dengan
work life balance yaitu (p=0.028<0.05), ada hubungan dukungan keluarga
dengan work life balance yaitu (p=0.000<0.05), dan tidak ada hubungan
kesejahteraan dengan work life balance yaitu (p=0.078>0.05) pada
perawat wanita yang sudah menikah di ruang rawat inap Rumah Sakit
Khusus Daerah (RSKD) Dadi Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2025.
xvii
Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada hubungan beban kerja,
lama kerja, dan dukungan keluarga dengan work life balance dan tidak
ada hubungan kesejahteraan dengan work life balance pada perawat
wanita yang sudah menikah di ruang rawat inap Rumah Sakit Khusus
Daerah (RSKD) Dadi Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2025.
Rumah Sakit Khusus Daerah (RSKD) Dadi Provinsi Sulawesi
Selatan diharapkan dapat dapat melakukan evaluasi terhadap penataan
sumber daya manusia, khususnya di bidang keperawatan, guna
mengatasi ketidakseimbangan jumlah perawat dan pasien, serta
mengevaluasi sistem shift kerja, terutama bagi perawat wanita yang sudah
menikah, agar work life balance dapat terjaga. Selain itu, rumah sakit
diharapkan menyelenggarakan program pelatihan atau seminar mengenai
work life balance serta mengembangkan program kesejahteraan yang
mencakup aspek finansial, psikologis, dan sosial seperti layanan
konseling, pelatihan manajemen stres, dan kegiatan sosial, guna
meningkatkan kesejahteraan perawat serta kualitas pelayanan kesehatan
secara keseluruhan.
mana individu harus seimbang dari tanggung jawab pada kehidupan
pribadi atau keluarga dan pekerjaannya. Work life balance penting agar
perawat dapat memiliki kualitas hidup yang baik, di mana aspek
kehidupan pribadi, hubungan dengan keluarga, serta tanggung jawab
dalam pekerjaan berada dalam kondisi yang seimbang. Berdasarkan studi
pendahuluan yang dilakukan, menunjukkan bahwa perawat wanita yang
bekerja di ruang rawat inap jiwa Rumah Sakit Khusus Daerah (RSKD)
Dadi masih menghadapi kesulitan dalam menjaga work life balance
(keseimbangan antara kehidupan kerja dan kehidupan pribadi). Sebagian
besar merasa lebih banyak menghabiskan waktu untuk bekerja, kesulitan
membagi waktu dengan keluarga, sering melewatkan momen berharga
bersama keluarga, serta merasa kelelahan setelah bekerja. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan work life
balance pada perawat wanita yang sudah menikah di ruang rawat inap
Rumah Sakit Khusus Daerah (RSKD) Dadi Provinsi Sulawesi Selatan
Tahun 2025.
Jenis penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif
dengan rancangan observasional analitik, pendekatan penelitian ini
menggunakan pendekatan cross sectional study. Cara pengambilan
sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik total sampling dimana
seluruh anggota populasi menjadi sampel yaitu sebanyak 68 perawat.
Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat dan bivariat. Uji chi-
square digunakan untuk memeriksa data, dan tingkat kesalahan 0.05 atau
5% dipertimbangkan. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner.
Menurut hasil uji chi-square, ada hubungan beban kerja dengan
work life balance yaitu (p=0.000<0.05), ada hubungan lama kerja dengan
work life balance yaitu (p=0.028<0.05), ada hubungan dukungan keluarga
dengan work life balance yaitu (p=0.000<0.05), dan tidak ada hubungan
kesejahteraan dengan work life balance yaitu (p=0.078>0.05) pada
perawat wanita yang sudah menikah di ruang rawat inap Rumah Sakit
Khusus Daerah (RSKD) Dadi Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2025.
xvii
Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada hubungan beban kerja,
lama kerja, dan dukungan keluarga dengan work life balance dan tidak
ada hubungan kesejahteraan dengan work life balance pada perawat
wanita yang sudah menikah di ruang rawat inap Rumah Sakit Khusus
Daerah (RSKD) Dadi Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2025.
Rumah Sakit Khusus Daerah (RSKD) Dadi Provinsi Sulawesi
Selatan diharapkan dapat dapat melakukan evaluasi terhadap penataan
sumber daya manusia, khususnya di bidang keperawatan, guna
mengatasi ketidakseimbangan jumlah perawat dan pasien, serta
mengevaluasi sistem shift kerja, terutama bagi perawat wanita yang sudah
menikah, agar work life balance dapat terjaga. Selain itu, rumah sakit
diharapkan menyelenggarakan program pelatihan atau seminar mengenai
work life balance serta mengembangkan program kesejahteraan yang
mencakup aspek finansial, psikologis, dan sosial seperti layanan
konseling, pelatihan manajemen stres, dan kegiatan sosial, guna
meningkatkan kesejahteraan perawat serta kualitas pelayanan kesehatan
secara keseluruhan.
Kata Kunci
Work Life Balance, Beban Kerja, Lama Kerja, Dukungan Keluarga, Kesejahteraan
