Skripsi/Tesis

Analisis Produksi dan Risiko Usaha Garam (Studi Kasus di Desa Bontomanai Kecamatan Labakkang Kabupaten Pangkep)

Abstrak

Usaha garam merupakan komoditi yang sangat potensial dan strategis untuk
dikembangkan di Indonesia. Keadaan geografis yang dekat dengan pantai menjadi
salah satu faktor pendorong bagi masyarakat sekitar untuk melakukan usaha
produksi garam. Menghadapi berbagai tantangan, baik dari sisi produksi, hasil,
panen, sangat bergantung pada kondisi iklim, terutama curah hujan dan intensitas
penyinaran matahari. Sebaliknya musim hujan yang berkepanjangan sering
menyebabkan gagal panen dan kerugian besar bagi petani garam. Usaha garam
ditingkatkan melalui inovasi teknologi menjadi penting keberhasilan usaha garam
dan akan meningkatkan ketahanan usaha dan kesejahteraan petani garam.
Penelitian ini bertujuan untuk : (1) Mendeskripsikan proses produksi usaha
garam. (2) Menganalisis pendapatan usaha garam. (3) Menganalisis kelayakan
usaha garam. (4) Menganalisis risiko usaha garam. Penelitian ini merupakan studi
kasus pada petambak garam, populasi penelitian ini berjumlah 74 responden.
Penarikan jumlah sampel menggunakan metode sensus di Desa Bontomanai
Kecamatan Labakkang Kabupaten Pangkep. Metode analisis data deskriptif,
analisis pendapatan, analisis kelayakan, analisis risiko.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa produksi sebesar Rp 1.000 kg dan
jumlah produksi Rp. 93.980 kg setiap memproduksi garam dalam 1 kali setahun dan
rata-rata keseluruhan sebesar Rp 1099 kg. Produksi usaha garam kegiatan mengolah
air laut menjadi garam melalui proses penguapan alami umumnya dilakukan di tambak
garam dan usaha ini salah satu mata pencaharian masyarakat. Hasil pendapatan usaha
garam luas rata-rata lahan yaitu sebesar 2,28 ha dengan penerimaan rata-rata Rp.
37.592.000.000 perahun sedangkan hasil dari pendapatan Rp. 4.218.083.334 pertahun.
Pendapatan diperoleh dari penerimaan dikurangi dengan biaya yang dikeluarkan pada
proses produksi garam untuk mengetahui selisih besarnya hasil produksi yang
diperoleh dengan besarnya biaya yang dikeluarkan selama satu kali panen. Kelayakan
usaha garam total produksi Rp 1.000 kg. Sementara harga jual Rp.400.000 dan pendapatan dari penjualan garam mencapai Rp. 4.218.083.334 dan biaya produksi Rp.
368.916.666. Dengan demikian petambak garam memperoleh laba bersih sebesar
3.849.166.668 per musim. Dan R/C ratio 11,72 yang berarti biaya dikeluarkan dan
BEP produksi 93.980 jumlah produksi garam agar tidak rugi dan BEP harga 368.917
harga jual agar tidak rugi dengan jumlah keseluruhan Rp. yang 38.951.323.546,7
berarti R/C Ratio 1 usaha garam layak untuk diusahakan. Hasil penelitian dari risiko
usaha garam biasanya cuaca buruk dan hujan diluar musim dan produksi menurun dan
terjadi gagal panen. Kondisi ini memyebabkan petambak mengalami krugiaan secara
ekonomi dan berdampak langsung menurunnya tingkat pendapatan petambak
menurun sehingga jumlah rata-rata sebesar Rp. 25.000.494

Kata Kunci

Produksi, Pendapatan, Kelayakan, Risiko

Dokumen

SAMPUL.pdf
application/pdf · 3.463 KB
Lihat dokumen →
Halaman Pengesahan .pdf
application/pdf · 84 KB
Lihat dokumen →
RINGKASAN.pdf
application/pdf · 131 KB
Lihat dokumen →
DAFTAR ISI .pdf
application/pdf · 184 KB
Lihat dokumen →
BAB I PENDAHULUAN .pdf
application/pdf · 328 KB
Lihat dokumen →
HASIL DAN PEMBAHASAN .pdf
application/pdf · 326 KB
Lihat dokumen →
DAFTAR PUSTAKA .pdf
application/pdf · 194 KB
Lihat dokumen →
indexcodes.txt
text/plain · 16 KB
Lihat dokumen →
indexcodes.txt
text/plain · 1 KB
Lihat dokumen →
indexcodes.txt
text/plain · 1 KB
Lihat dokumen →
indexcodes.txt
text/plain · 3 KB
Lihat dokumen →
indexcodes.txt
text/plain · 4 KB
Lihat dokumen →
indexcodes.txt
text/plain · 2 KB
Lihat dokumen →

Lihat di Repository Asli