HUBUNGAN PAPARAN BAHAN KIMIA TERHADAP KEJADIAN DERMATITIS KONTAK AKIBAT KERJA PADA PETUGAS PEMBERSIH DI RS IBNU SINA DAN RS DR. TADJUDDIN CHALID DI KOTA MAKASSAR
Abstrak
Penyakit kulit yang disebabkan oleh aktivitas pekerjaan, yang
dikenal dengan istilah occupational dermatoses, merupakan bentuk
peradangan pada kulit yang timbul akibat paparan dalam lingkungan kerja.
Berdasarkan data epidemiologi di Indonesia, sekitar 97% dari total 389
kasus yang tercatat merupakan dermatitis kontak. Dari jumlah tersebut,
sebanyak 66,3% diklasifikasikan sebagai Dermatitis Kontak Iritan (DKI),
sedangkan sisanya, yaitu 33,7%, termasuk Dermatitis Kontak Alergi
(DKA). Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji keterkaitan antara paparan
bahan kimia dengan munculnya dermatitis kontak akibat pekerjaan pada
petugas kebersihan di RS Ibnu Sina dan RS Dr. Tadjuddin Chalid, yang
berlokasi di Kota Makassar.
Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan
pendekatan cross-sectional. Jumlah populasi dalam studi ini adalah 120
orang, yang sekaligus menjadi sampel penelitian, dengan menggunakan
metode total sampling. Data dianalisis menggunakan metode univariat dan
bivariat, serta diuji secara statitik menggunakan metode chi-square dan
bantuan perangkat lunak SPSS sebagai alat analisis.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang
signifikan antara paparan bahan kimia dengan kejadian dermatitis kontak,
sebagaimana ditunjukkan oleh nilai p sebesar 0,042. Sementara itu, tidak
ditemukan hubungan yang signifikan antara durasi paparan dan dermatitis
kontak (p=0,48), begitu pula dengan frekuensi paparan (p=0,48),
penggunaan alat pelindung diri (p=0,41), serta praktik kebersihan pribadi
(personal hygiene) yang menunjukkan nilai p sebesar 1,000.
Berdasarkan temuan studi ini dapat ditarik kesimpulan bahwa
durasi paparan, frekuensi paparan, Penggunaan APD, dan personal
hygiene tidak memiliki hubungan yang signifikan, sedangkan penggunaan
jenis bahan kimia menunjukkan adanya hubungan yang bermakna.
Disarankan rumah sakit perlu mengatur durasi kerja petugas
pembersih agar tidak terpapar bahan kimia dalam waktu yang terlalu lama
secara terus-menerus.
dikenal dengan istilah occupational dermatoses, merupakan bentuk
peradangan pada kulit yang timbul akibat paparan dalam lingkungan kerja.
Berdasarkan data epidemiologi di Indonesia, sekitar 97% dari total 389
kasus yang tercatat merupakan dermatitis kontak. Dari jumlah tersebut,
sebanyak 66,3% diklasifikasikan sebagai Dermatitis Kontak Iritan (DKI),
sedangkan sisanya, yaitu 33,7%, termasuk Dermatitis Kontak Alergi
(DKA). Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji keterkaitan antara paparan
bahan kimia dengan munculnya dermatitis kontak akibat pekerjaan pada
petugas kebersihan di RS Ibnu Sina dan RS Dr. Tadjuddin Chalid, yang
berlokasi di Kota Makassar.
Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan
pendekatan cross-sectional. Jumlah populasi dalam studi ini adalah 120
orang, yang sekaligus menjadi sampel penelitian, dengan menggunakan
metode total sampling. Data dianalisis menggunakan metode univariat dan
bivariat, serta diuji secara statitik menggunakan metode chi-square dan
bantuan perangkat lunak SPSS sebagai alat analisis.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang
signifikan antara paparan bahan kimia dengan kejadian dermatitis kontak,
sebagaimana ditunjukkan oleh nilai p sebesar 0,042. Sementara itu, tidak
ditemukan hubungan yang signifikan antara durasi paparan dan dermatitis
kontak (p=0,48), begitu pula dengan frekuensi paparan (p=0,48),
penggunaan alat pelindung diri (p=0,41), serta praktik kebersihan pribadi
(personal hygiene) yang menunjukkan nilai p sebesar 1,000.
Berdasarkan temuan studi ini dapat ditarik kesimpulan bahwa
durasi paparan, frekuensi paparan, Penggunaan APD, dan personal
hygiene tidak memiliki hubungan yang signifikan, sedangkan penggunaan
jenis bahan kimia menunjukkan adanya hubungan yang bermakna.
Disarankan rumah sakit perlu mengatur durasi kerja petugas
pembersih agar tidak terpapar bahan kimia dalam waktu yang terlalu lama
secara terus-menerus.
Kata Kunci
Dermatitis, APD, Frekuensi, Bahan Kimia, Personal Hygiene
