Skripsi/Tesis

Dampak Kelangkaan Pupuk Bersubsidi Terhadap Produksi dan Pendapatan Petani Lada (Studi Kasus di Desa Wewangriu, Kecamatan Malili, Kabupaten Luwu Timur)

Abstrak

Kelangkaan pupuk bersubsidi berdampak negatif terhadap produksi dan
pendapatan petani lada. Akibat dari kelangkaan pupuk bersubsidi petani terpaksa
mengurangi dosis penggunaan pupuk yang diberikan pada tanaman lada atau bahkan
tidak memupuk sama sekali karna keterbatasan anggaran. Akibatnya produksi hasil
panen menurun. Penururunan produksi dan peningkatan biaya produksi secara
langsung berdampak pada penurunan pendapatan petani lada. Sementara hasil panen
yang didapat lebih sedikit. Jika kelangkaan pupuk terjadi dalam skala besar dan
berlangsung lama, bisa menyebabkan gagal panen karena tanaman tidak mendapatkan
nutrisi yang cukup untuk tumbuh dan berproduksi secara optimal.
Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengidentifikasi poduksi usahatani lada dan
menganalisis pendapatan petani lada sebelum dan setelah kelangkaan pupuk
bersubsidi, (2) Menganalisis alokasi usahatani lada dan pendapatan petani lada
terhadap kelangkaan pupuk bersubsidi lada, (3) Menganalisis pengaruh pupuk
bersubsidi terhadap produksi dan pendapatan petani lada. Penelitian ini dilaksanakan
di Desa Wewangriu, Kecamatan Malili, Kabupaten Luwu Timur selama 3 bulan yaitu
dari Bulan Maret sampai Bulan Mei 2025. Metode yang digunakan adalah metode
sensus (sampel jenuh) yaitu seluruh populasi sebagai sampel yang berjumlah 55 orang
petani lada. Analisis yang digunakan yaitu analisis deskriptif kuantitatif dan regresi
linear berganda.
Hasil penelitian menunjukkan (1) bahwa sebelum ada kelangkaan pupuk
bersubsidi, rata-rata produksi lada mencapai 5.560 kg/1,68 ha dengan produktivitas
3.310 kg/ha. Sedangkan setelah ada kelangkaan produksi menurun menjadi 5.224
kg/1,68 ha dengan produktivitas 3.109 kg/ha atau turun sebesar 6,07%. Meskipun harga
jual meningkat dari Rp175.000/kg menjadi Rp180.000/kg, pendapatan bersih petani
turun sebesar 3,95% akibat penurunan produksi dan kenaikan biaya produksi. (2)
Alokasi biaya pengeluaran pupuk bersubsidi terhadap total biaya pupuk turun dari
56,67% menjadi 48,20%, sementara penggunaan pupuk non-subsidi meningkat
16,55%. (3) Hasil analisis regresi linier berganda menunjukkan bahwa kelangkaan
pupuk bersubsidi berdampak negatif pada produksi sementara pada pendapatan
berpengaruh signifikan dengan koefisien determinasi (R²) sebesar 93,4%, yang berarti
kedua variabel tersebut mampu menjelaskan variasi atau pengaruh kelangkaan pupuk
secara signifikan.

Kata Kunci

Kelangkaan Pupuk Bersubsidi, Produksi, Pendapatan Petani Lada

Dokumen

Sampul.pdf
application/pdf · 83 KB
Lihat dokumen →
Halaman Pengesahan .pdf
application/pdf · 129 KB
Lihat dokumen →
Ringkasan.pdf
application/pdf · 106 KB
Lihat dokumen →
Daftar Isi .pdf
application/pdf · 126 KB
Lihat dokumen →
Pendahuluan.pdf
application/pdf · 183 KB
Lihat dokumen →
Hasil dan Pembahasan .pdf
application/pdf · 308 KB
Lihat dokumen →
Daftar Pustaka.pdf
application/pdf · 176 KB
Lihat dokumen →
indexcodes.txt
text/plain · 0 KB
Lihat dokumen →
indexcodes.txt
text/plain · 1 KB
Lihat dokumen →
indexcodes.txt
text/plain · 1 KB
Lihat dokumen →
indexcodes.txt
text/plain · 3 KB
Lihat dokumen →
indexcodes.txt
text/plain · 6 KB
Lihat dokumen →
indexcodes.txt
text/plain · 3 KB
Lihat dokumen →

Lihat di Repository Asli