FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KECELAKAAN KERJA PADA PEKERJA BENGKEL LAS DI WILAYAH MAKASSAR TIMUR TAHUN 2025
Abstrak
Kecelakaan kerja merupakan suatu kejadian yang tidak
direncanakan, tidak terkendali dan tidak dikehendaki (uplanned,
uncontrolled and undesired) pada saat bekerja, yang disebabkan baik
secara langsung maupun tidak langsung, oleh tindakan tidak aman dan
atau kondisi tidak aman sehingga terhentinya kegiatan kerja. Berdasarkan
data dinas tenaga kerja dan transmigrasi Provinsi Sulawesi Selatan tercatat
807 kasus yang terjadi pada tahun 2019, 900 kasus pada tahun 2020, dan
tercatat 794 kasus yang terjadi pada bulan Januari – November tahun 2021.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan
kejadian kecelakaan kerja pada pekerja bengkel las di Makassar Timur
tahun 2025.
Penelitian ini memakai pendekatan kuantitatif dengan desain cross
sectional study. Teknik pengambilan sampel diambil dengan menggunakan
Quasi Sampling. Dimana total populasi semuanya menjadi sampel
penelitian ini yaitu sebanyak 103 pekerja. Instrumen yang digunakan adalah
kuesioner. Untuk mengetahui hubungan antara variabel dependen dengan
variabel independen analisis data menggunakan uji Chi-Square dengan
derajat kemaknaan α=0,05. Jika nilai p value ≤ 0,05 maka ada hubungan
antara variabel dependen dan variabel independen.
Berdasarkan hasil analisis statistik memakai uji Chi-square,
ditemukan bahwa tidak ada hubungan antara pengetahuan K3 dengan
kecelakaan kerja (p = 0,100 > α 0,05), waktu kerja dengan kecelakaan kerja
(p = 0,710 > α 0,05), serta unsafe condition dengan kecelakaan kerja (p =
1,000 > α 0,05). Namun, ditemukan adanya hubungan sarapan pagi dengan
kecelakaan kerja (p = 0,010 < α 0,05), kualitas tidur dengan kecelakaan
kerja (p = 0,011 < α 0,05) dan unsafe action dengan kecelakaan kerja (p =
0,002 > α 0,05).
Kesimpulan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel
pengetahuan K3, waktu kerja, dan unsafe condition tidak berhubungan
dengan kejadian kecelakaan kerja. Akan tetapi, sarapan pagi, kualitas tidur
dan unsafe action terbukti berhubungan dengan kecelakaan kerja.
xvi
Diharapkan kepada pemilik bengkel dan pekerja agar lebih
memperhatikan pola tidur dengan tidur yang cukup. Melakukan praktik
aman dalam bekerja. Dan sebaiknya melakukan upaya perbaikan
lingkungan kerja seperti menata peralatan kerja agar mengurangi potensi
terjadinya kecelakaan kerja. Diharapkan juga kepada peneliti selanjutnya
sebaiknya bisa menambahkan variabel yang berhubungan dengan
kecelakaan kerja.
direncanakan, tidak terkendali dan tidak dikehendaki (uplanned,
uncontrolled and undesired) pada saat bekerja, yang disebabkan baik
secara langsung maupun tidak langsung, oleh tindakan tidak aman dan
atau kondisi tidak aman sehingga terhentinya kegiatan kerja. Berdasarkan
data dinas tenaga kerja dan transmigrasi Provinsi Sulawesi Selatan tercatat
807 kasus yang terjadi pada tahun 2019, 900 kasus pada tahun 2020, dan
tercatat 794 kasus yang terjadi pada bulan Januari – November tahun 2021.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan
kejadian kecelakaan kerja pada pekerja bengkel las di Makassar Timur
tahun 2025.
Penelitian ini memakai pendekatan kuantitatif dengan desain cross
sectional study. Teknik pengambilan sampel diambil dengan menggunakan
Quasi Sampling. Dimana total populasi semuanya menjadi sampel
penelitian ini yaitu sebanyak 103 pekerja. Instrumen yang digunakan adalah
kuesioner. Untuk mengetahui hubungan antara variabel dependen dengan
variabel independen analisis data menggunakan uji Chi-Square dengan
derajat kemaknaan α=0,05. Jika nilai p value ≤ 0,05 maka ada hubungan
antara variabel dependen dan variabel independen.
Berdasarkan hasil analisis statistik memakai uji Chi-square,
ditemukan bahwa tidak ada hubungan antara pengetahuan K3 dengan
kecelakaan kerja (p = 0,100 > α 0,05), waktu kerja dengan kecelakaan kerja
(p = 0,710 > α 0,05), serta unsafe condition dengan kecelakaan kerja (p =
1,000 > α 0,05). Namun, ditemukan adanya hubungan sarapan pagi dengan
kecelakaan kerja (p = 0,010 < α 0,05), kualitas tidur dengan kecelakaan
kerja (p = 0,011 < α 0,05) dan unsafe action dengan kecelakaan kerja (p =
0,002 > α 0,05).
Kesimpulan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel
pengetahuan K3, waktu kerja, dan unsafe condition tidak berhubungan
dengan kejadian kecelakaan kerja. Akan tetapi, sarapan pagi, kualitas tidur
dan unsafe action terbukti berhubungan dengan kecelakaan kerja.
xvi
Diharapkan kepada pemilik bengkel dan pekerja agar lebih
memperhatikan pola tidur dengan tidur yang cukup. Melakukan praktik
aman dalam bekerja. Dan sebaiknya melakukan upaya perbaikan
lingkungan kerja seperti menata peralatan kerja agar mengurangi potensi
terjadinya kecelakaan kerja. Diharapkan juga kepada peneliti selanjutnya
sebaiknya bisa menambahkan variabel yang berhubungan dengan
kecelakaan kerja.
Kata Kunci
Kecelakaan kerja, waktu kerja, sarapan pagi, kualitas tidur, unsafe action dan unsafe condition
