ANALISIS HUBUNGAN KONFLIK PERAN GANDA DENGANSTRESS KERJA PADA TENAGA KESEHATAN DI RUMAH SAKIT SANDI KARSA MAKASSAR KOTA MAKASSAR TAHUN 2025
Abstrak
Konflik peran ganda adalah bentuk dari konflik antar peran yang
mana tekanan peran dari pekerjaan dan keluarga bertentangan yang
artinya terdapat dua peran sekaligus harus dijalankan oleh wanita tersebut,
yaitu sebagai istri, ibu dan sebagai wanita yang sedang bekerja, yang
menyatakan bahwa konflik pekerjaan keluarga pada karyawan yang sudah
menikah dan mempunyai anak dapat didefinisikan sebagai bentuk konflik
peran dimana tuntutan dari peran pekerjaan dapat dipenuhi karena pada
saat yang sama seseorang berusaha memenuhi tuntutan peran yang lain.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan
desain cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh tenaga
kesehatan di Rumah Sakit Sandi Karsa Makassar sebanyak 60 orang.
Dari Hasil penelitian terbanyak menunjukkan konflik peran ganda
yang berhubungan dengan stres kerja pada Strain Based Conflict ( Konflik
berbasik ketegangan emosional) dengan konflik tinggi 15 responden p
value = (0,032), dan Behavior Based Conflict ( Konflik berbasis perilaku)
dengan konflik tinggi 17 responden (51,5%) p value = (0,036), Adapun untuk
Variabel Time Based Conflict (Konflik berbasis waktu) tidak ditemukan
adanya hubungan antara konflik peran ganda dengan stres kerja 18
responden (52,9%).
Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan yang
signifikan antara konflik peran ganda dengan stres kerja. Tenaga kesehatan
yang mengalami konflik peran ganda cenderung memiliki tingkat stres kerja
yang lebih tinggi. Saran untuk Pihak rumah sakit perlu menerapkan
kebijakan work life balance kebijakan kerja yang berorientasi pada
keseimbangan kerja dan kehidupan pribadi. Tujuannya agar meningkatkan
kesejahteraan fisik dan mental, menjaga keseimbangan antara tuntutan
pekerjaan dan kebutuhan pribadi tenaga kesehatan, sehingga mereka
dapat tetap sehat secara fisik dan mental dalam jangka panjang.
mana tekanan peran dari pekerjaan dan keluarga bertentangan yang
artinya terdapat dua peran sekaligus harus dijalankan oleh wanita tersebut,
yaitu sebagai istri, ibu dan sebagai wanita yang sedang bekerja, yang
menyatakan bahwa konflik pekerjaan keluarga pada karyawan yang sudah
menikah dan mempunyai anak dapat didefinisikan sebagai bentuk konflik
peran dimana tuntutan dari peran pekerjaan dapat dipenuhi karena pada
saat yang sama seseorang berusaha memenuhi tuntutan peran yang lain.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan
desain cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh tenaga
kesehatan di Rumah Sakit Sandi Karsa Makassar sebanyak 60 orang.
Dari Hasil penelitian terbanyak menunjukkan konflik peran ganda
yang berhubungan dengan stres kerja pada Strain Based Conflict ( Konflik
berbasik ketegangan emosional) dengan konflik tinggi 15 responden p
value = (0,032), dan Behavior Based Conflict ( Konflik berbasis perilaku)
dengan konflik tinggi 17 responden (51,5%) p value = (0,036), Adapun untuk
Variabel Time Based Conflict (Konflik berbasis waktu) tidak ditemukan
adanya hubungan antara konflik peran ganda dengan stres kerja 18
responden (52,9%).
Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan yang
signifikan antara konflik peran ganda dengan stres kerja. Tenaga kesehatan
yang mengalami konflik peran ganda cenderung memiliki tingkat stres kerja
yang lebih tinggi. Saran untuk Pihak rumah sakit perlu menerapkan
kebijakan work life balance kebijakan kerja yang berorientasi pada
keseimbangan kerja dan kehidupan pribadi. Tujuannya agar meningkatkan
kesejahteraan fisik dan mental, menjaga keseimbangan antara tuntutan
pekerjaan dan kebutuhan pribadi tenaga kesehatan, sehingga mereka
dapat tetap sehat secara fisik dan mental dalam jangka panjang.
Kata Kunci
Konflik Peran Ganda, Stres Kerja, Tenaga Kesehatan
