PENERAPAN MOBILISASI DINI PADA PASIEN FRAKTUR FEMUR POST OP DI RUANGAN INSTALASI BEDAH RSUD LABUANG BAJI MAKASSAR
Abstrak
Fraktur femur merupakan salah satu kasus cedera tulang dengan
angka kejadian cukup tinggi di Indonesia, umumnya disebabkan oleh kecelakaan
lalu lintas. Kondisi ini menimbulkan nyeri hebat, keterbatasan mobilitas, serta risiko
komplikasi pasca operasi. Salah satu intervensi keperawatan yang efektif dalam
mempercepat pemulihan adalah mobilisasi dini, yang bertujuan untuk mengurangi
nyeri, memperbaiki sirkulasi, meningkatkan kekuatan otot, dan mencegah
komplikasi akibat tirah baring lama.
Metode Penelitian ini menggunakan metode studi kasus pada satu pasien dengan
pendekatan proses keperawatan yang meliputi pengkajian, penentuan diagnosa,
perencanaan intervensi, implementasi, dan evaluasi. Subjek studi adalah pasien
dengan post operasi ORIF closed fraktur 1/3 distal femur dextra yang dirawat di
ruang Instalasi Bedah RSUD Labuang Baji Makassar.
Hasil Pada awal pengkajian, pasien mengeluh nyeri berat dengan skala 9,
keterbatasan gerak, serta rasa cemas. Setelah dilakukan intervensi berupa
mobilisasi dini secara bertahap, teknik relaksasi, pemberian edukasi, serta
dukungan keluarga, terjadi penurunan skala nyeri, peningkatan rentang gerak
sendi, dan bertambahnya kekuatan otot. Tidak ditemukan tanda-tanda infeksi
pasca operasi.
Kesimpulan Hasil pengkajian menunjukkan pasien awalnya mengalami nyeri
berat dengan skala 9, keterbatasan gerak, dan kecemasan. Setelah diberikan
intervensi berupa mobilisasi dini secara bertahap serta dukungan edukasi,
didapatkan penurunan skala nyeri menjadi lebih ringan, peningkatan rentang gerak
sendi, dan bertambahnya kekuatan otot. Kesimpulan dari studi ini adalah
mobilisasi dini efektif dalam menurunkan nyeri, meningkatkan mobilitas, serta
mempercepat proses pemulihan pada pasien fraktur femur pasca operasi.
Femoral fractures are a common bone injury with a high incidence
in Indonesia, generally caused by traffic accidents. This condition causes severe
pain, limited mobility, and the risk of post-operative complications. One effective
nursing intervention to accelerate recovery is early mobilization, which aims to
reduce pain, improve circulation, increase muscle strength, and prevent
complications from prolonged bed rest.
method uses a case study method on one patient with a nursing process approach
that includes assessment, diagnosis determination, intervention planning,
implementation, and evaluation. The study subject is a patient with post-ORIF
closed fracture of the distal third of the right femur who was treated in the Surgical
Installation of Labuang Baji Regional Hospital, Makassar.
Results: At the initial assessment, the patient complained of severe pain with a
scale of 9, limited mobility, and anxiety. After interventions including gradual early
mobilization, relaxation techniques, education, and family support, pain decreased,
joint range of motion increased, and muscle strength increased. No signs of
postoperative infection were found.
Conclusion: The assessment results showed that the patient initially experienced
severe pain with a scale of 9, limited mobility, and anxiety. After intervention in the
form of gradual early mobilization and educational support, the pain scale
decreased to less severe, joint range of motion increased, and muscle strength
increased. The study concluded that early mobilization is effective in reducing pain,
increasing mobility, and accelerating the recovery process in patients with
postoperative femoral fractures
angka kejadian cukup tinggi di Indonesia, umumnya disebabkan oleh kecelakaan
lalu lintas. Kondisi ini menimbulkan nyeri hebat, keterbatasan mobilitas, serta risiko
komplikasi pasca operasi. Salah satu intervensi keperawatan yang efektif dalam
mempercepat pemulihan adalah mobilisasi dini, yang bertujuan untuk mengurangi
nyeri, memperbaiki sirkulasi, meningkatkan kekuatan otot, dan mencegah
komplikasi akibat tirah baring lama.
Metode Penelitian ini menggunakan metode studi kasus pada satu pasien dengan
pendekatan proses keperawatan yang meliputi pengkajian, penentuan diagnosa,
perencanaan intervensi, implementasi, dan evaluasi. Subjek studi adalah pasien
dengan post operasi ORIF closed fraktur 1/3 distal femur dextra yang dirawat di
ruang Instalasi Bedah RSUD Labuang Baji Makassar.
Hasil Pada awal pengkajian, pasien mengeluh nyeri berat dengan skala 9,
keterbatasan gerak, serta rasa cemas. Setelah dilakukan intervensi berupa
mobilisasi dini secara bertahap, teknik relaksasi, pemberian edukasi, serta
dukungan keluarga, terjadi penurunan skala nyeri, peningkatan rentang gerak
sendi, dan bertambahnya kekuatan otot. Tidak ditemukan tanda-tanda infeksi
pasca operasi.
Kesimpulan Hasil pengkajian menunjukkan pasien awalnya mengalami nyeri
berat dengan skala 9, keterbatasan gerak, dan kecemasan. Setelah diberikan
intervensi berupa mobilisasi dini secara bertahap serta dukungan edukasi,
didapatkan penurunan skala nyeri menjadi lebih ringan, peningkatan rentang gerak
sendi, dan bertambahnya kekuatan otot. Kesimpulan dari studi ini adalah
mobilisasi dini efektif dalam menurunkan nyeri, meningkatkan mobilitas, serta
mempercepat proses pemulihan pada pasien fraktur femur pasca operasi.
Femoral fractures are a common bone injury with a high incidence
in Indonesia, generally caused by traffic accidents. This condition causes severe
pain, limited mobility, and the risk of post-operative complications. One effective
nursing intervention to accelerate recovery is early mobilization, which aims to
reduce pain, improve circulation, increase muscle strength, and prevent
complications from prolonged bed rest.
method uses a case study method on one patient with a nursing process approach
that includes assessment, diagnosis determination, intervention planning,
implementation, and evaluation. The study subject is a patient with post-ORIF
closed fracture of the distal third of the right femur who was treated in the Surgical
Installation of Labuang Baji Regional Hospital, Makassar.
Results: At the initial assessment, the patient complained of severe pain with a
scale of 9, limited mobility, and anxiety. After interventions including gradual early
mobilization, relaxation techniques, education, and family support, pain decreased,
joint range of motion increased, and muscle strength increased. No signs of
postoperative infection were found.
Conclusion: The assessment results showed that the patient initially experienced
severe pain with a scale of 9, limited mobility, and anxiety. After intervention in the
form of gradual early mobilization and educational support, the pain scale
decreased to less severe, joint range of motion increased, and muscle strength
increased. The study concluded that early mobilization is effective in reducing pain,
increasing mobility, and accelerating the recovery process in patients with
postoperative femoral fractures
Kata Kunci
mobilisasi dini, nyeri, fraktur femur, post operasi early mobilization, pain, femoral fracture, post-operative
