AKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KINERJA PEGAWAI DI PUSKESMAS BONTOMARANNU DAN PUSKESMAS BONTOKASSI KECAMATAN GALESONG SELATAN KABUPATEN TAKALAR TAHUN 2025
Abstrak
Kinerja pegawai puskesmas merupakan faktor penting daIam
memberikan peIayanan kesehatan yang berkuaIitas. Rendahnya kinerja
pegawai berdampak pada mutu pelayanan dan kepuasan masyarakat.
Berdasarkan observasi awal ditemukan bahwa banyak pegawai
diberikan tugas di Iuar deskripsi kerja mereka, serta kurangnya motivasi
dan dukungan lingkungan kerja, yang mengakibatkan beban kerja tidak
seimbang.
PeneIitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang
berhubungan dengan kinerja pegawai di Puskesmas Bontomarannu dan
Puskesmas Bontokassi kecamatan GaIesong SeIatan Kabupaten
TakaIar. Jenis peneIitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan cross
sectionaI. JumIah populasi daIam peneIitian ini adaIah seluruh pegawai
yang bekerja di kedua puskesmas tersebut, dengan jumlah total 171
pegawai yang sekaligus dijadikan sampel peneIitian menggunakan
teknik totaI sampling. Data dikumpuIkan melalui kuesioner dan anaIisis
dengan uji statistik bivariat menggunakan uji Chi-Square
Hasil uji Chi-Square menunjukkan bahwa keempat variabel
independen, yaitu motivasi kerja (p = 0,001), kepuasan kerja (p = 0,020),
kemampuan kerja (p = 0,004), dan lingkungan kerja (p = 0,007) memiliki
hubungan yang signifikan dengan kinerja pegawai (p < 0,05).
Penelitian ini menyimpulkan bahwa terdapat hubungan antara
motivasi kerja, dan lingkungan kerja dengan kinerja pegawai di
Puskesmas Bontomarannu dan Puskesmas Bontokassi Kecamatan
Galesong Selatan Kabupaten Takalar. Puskesmas disarankan untuk
lebih mengomptimalkan faktor-faktor yang berpengaruh terhadap
kinerja pegawai, khususnya dalam hal peningkatan motivasi, kepuasan,
kemampuan, serta perbaikan lingkungan kerja.
memberikan peIayanan kesehatan yang berkuaIitas. Rendahnya kinerja
pegawai berdampak pada mutu pelayanan dan kepuasan masyarakat.
Berdasarkan observasi awal ditemukan bahwa banyak pegawai
diberikan tugas di Iuar deskripsi kerja mereka, serta kurangnya motivasi
dan dukungan lingkungan kerja, yang mengakibatkan beban kerja tidak
seimbang.
PeneIitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang
berhubungan dengan kinerja pegawai di Puskesmas Bontomarannu dan
Puskesmas Bontokassi kecamatan GaIesong SeIatan Kabupaten
TakaIar. Jenis peneIitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan cross
sectionaI. JumIah populasi daIam peneIitian ini adaIah seluruh pegawai
yang bekerja di kedua puskesmas tersebut, dengan jumlah total 171
pegawai yang sekaligus dijadikan sampel peneIitian menggunakan
teknik totaI sampling. Data dikumpuIkan melalui kuesioner dan anaIisis
dengan uji statistik bivariat menggunakan uji Chi-Square
Hasil uji Chi-Square menunjukkan bahwa keempat variabel
independen, yaitu motivasi kerja (p = 0,001), kepuasan kerja (p = 0,020),
kemampuan kerja (p = 0,004), dan lingkungan kerja (p = 0,007) memiliki
hubungan yang signifikan dengan kinerja pegawai (p < 0,05).
Penelitian ini menyimpulkan bahwa terdapat hubungan antara
motivasi kerja, dan lingkungan kerja dengan kinerja pegawai di
Puskesmas Bontomarannu dan Puskesmas Bontokassi Kecamatan
Galesong Selatan Kabupaten Takalar. Puskesmas disarankan untuk
lebih mengomptimalkan faktor-faktor yang berpengaruh terhadap
kinerja pegawai, khususnya dalam hal peningkatan motivasi, kepuasan,
kemampuan, serta perbaikan lingkungan kerja.
Kata Kunci
inerja Pegawai, Motivasi Kerja, Kepuasan Kerja, Kemampuan Kerja, Lingkungan Kerja
