EVALUASI KINERJA DINAMIK JEMBATAN DENGAN ANALISIS RIWAYAT WAKTU NONLINEAR (STUDI KASUS JEMBATAN SUNGAI PACONGKANG KABUPATEN SOPPENG PROVINSI SULAWESI SELATAN)
Abstrak
Jembatan Sungai Pacongkang merupakan salah satu jembatan khusus
yang berada di Provinsi Sulawesi Selatan yang termasuk dalam kategori
situs dekat sesar berdasarkan SNI 1726:2019 karena berada di sekitar 4.50
km dari Sesar Walanae. Jembatan ini menggunakan sistem isolasi seismik
berupa Lead Rubber Bearing (LRB) sehingga berdasarkan Pedoman
Pembahasan Penyelenggaraan Keamanan Jembatan Khusus, harus
dilakukan Nonlinear Time History Analysis (NLTHA) untuk mengevaluasi
kinerja struktur dalam bentuk respon dinamik elemen struktur. Sehingga
tujuan dari penelitian ini adalah mengevaluasi kinerja (performance) pada
LRB dan elemen struktur bawah pier column, breast wall, bored pile D400,
dan bored pile D600 berupa simpangan dan regangan baik tarik pada baja
tulangan maupun tekan pada beton. Metode yang digunakan adalah
Nonlinear Time History Analysis (NLTHA) dengan tujuh pasang ground
motion yang diskalakan terhadap respons spektra target. Respon spektra
target menggunakan pendekatan Deterministic Seismic Hazard Analysis
(DSHA) untuk merepresentasikan skenario kegempaan paling buruk (worst
case scenario) sehingga hasil yang didapatkan lebih konservatif. NLTHA
dilakukan secara simultan dengan Soil-Structure Interaction (SSI) untuk
memberikan hasil respon dinamik struktur secara menyeluruh, terintegrasi,
dan akurat. Hasil analisis menunjukkan bahwa LRB mengalami overdisplacement, dimana simpangan yang terjadi melewati Dmax yaitu 204 mm.
Namun demikian, elemen struktur bawah tetap menunjukkan kinerja yang
baik dan masih dalam batasan elastik, yang ditandai rasio simpangan yang
terjadi masih di bawah 1.00%, regangan tarik baja tulangan masih di bawah
0.005, dan regangan tekan beton yang masih berada di bawah 0.0032. Oleh
karena itu, berdasarkan parameter kinerja NCHRP Synthesis 440, elemen
struktur bawah masih berada pada tingkat kinerja “Fully Operational”
yang berada di Provinsi Sulawesi Selatan yang termasuk dalam kategori
situs dekat sesar berdasarkan SNI 1726:2019 karena berada di sekitar 4.50
km dari Sesar Walanae. Jembatan ini menggunakan sistem isolasi seismik
berupa Lead Rubber Bearing (LRB) sehingga berdasarkan Pedoman
Pembahasan Penyelenggaraan Keamanan Jembatan Khusus, harus
dilakukan Nonlinear Time History Analysis (NLTHA) untuk mengevaluasi
kinerja struktur dalam bentuk respon dinamik elemen struktur. Sehingga
tujuan dari penelitian ini adalah mengevaluasi kinerja (performance) pada
LRB dan elemen struktur bawah pier column, breast wall, bored pile D400,
dan bored pile D600 berupa simpangan dan regangan baik tarik pada baja
tulangan maupun tekan pada beton. Metode yang digunakan adalah
Nonlinear Time History Analysis (NLTHA) dengan tujuh pasang ground
motion yang diskalakan terhadap respons spektra target. Respon spektra
target menggunakan pendekatan Deterministic Seismic Hazard Analysis
(DSHA) untuk merepresentasikan skenario kegempaan paling buruk (worst
case scenario) sehingga hasil yang didapatkan lebih konservatif. NLTHA
dilakukan secara simultan dengan Soil-Structure Interaction (SSI) untuk
memberikan hasil respon dinamik struktur secara menyeluruh, terintegrasi,
dan akurat. Hasil analisis menunjukkan bahwa LRB mengalami overdisplacement, dimana simpangan yang terjadi melewati Dmax yaitu 204 mm.
Namun demikian, elemen struktur bawah tetap menunjukkan kinerja yang
baik dan masih dalam batasan elastik, yang ditandai rasio simpangan yang
terjadi masih di bawah 1.00%, regangan tarik baja tulangan masih di bawah
0.005, dan regangan tekan beton yang masih berada di bawah 0.0032. Oleh
karena itu, berdasarkan parameter kinerja NCHRP Synthesis 440, elemen
struktur bawah masih berada pada tingkat kinerja “Fully Operational”
Kata Kunci
NCHRP Synthesis 440, Nonlinear Time History Analysis (NLTHA), Lead Rubber Bearing (LRB), Deterministic Seismic Hazard Analysis (DSHA), Soil-Structure Interaction (SSI).
