Lainnya

Analisis Perbandingan Kelayakan Usahatani Cabai Merah Besar (Capsiccum annum L.) Dengan Cabai Rawit (Capsiccum frutescens L.)

Abstrak

Pertanian merupakan salah satu sektor penting di Indonesia yang berperan besar dalam menyediakan lapangan kerja dan menjadi sumber penghidupan masyarakat. Cabai termasuk komoditas hortikultura yang bernilai ekonomi tinggi dan memiliki permintaan yang stabil baik dari rumah tangga maupun industri pengolahan makanan. Sulawesi Selatan dikenal sebagai salah satu sentra produksi cabai di Indonesia, termasuk Kabupaten Gowa yang memiliki lahan dan iklim yang sesuai untuk pengembangan cabai. Desa Bontoloe merupakan salah satu wilayah dengan potensi besar dalam budidaya cabai merah besar maupun cabai rawit. Namun, produktivitas tanaman cabai di desa ini masih menghadapi kendala, antara lain fluktuasi harga, serangan hama dan penyakit, serta keterbatasan penerapan teknologi budidaya oleh petani. Oleh karena itu, penting dilakukan penelitian untuk menganalisis perbandingan pendapatan dan kelayakan usahatani cabai merah besar dengan cabai rawit, sehingga dapat memberikan gambaran komoditas mana yang lebih menguntungkan dan layak dikembangkan.
Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menganalisis produksi usahatani cabai merah besar dan cabai rawit di Desa Bontoloe; (2) membandingkan pendapatan kedua jenis usahatani tersebut; serta (3) mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi produksi. Penelitian dilaksanakan di Desa Bontoloe, Kecamatan Bontolempangan, Kabupaten Gowa selama bulan Maret–Mei 2025 dengan teknik sampel menggunakan sensus terhadap 65 responden, terdiri dari 42 petani cabai merah besar dan 23 petani cabai rawit. Data dianalisis menggunakan metode deskriptif kuantitatif, meliputi analisis pendapatan, Revenue Cost Ratio (R/C), serta regresi linier berganda untuk menguji pengaruh variabel luas lahan, benih, pupuk, tenaga kerja, dan pestisida terhadap produksi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa usahatani cabai merah besar lebih menguntungkan dibandingkan cabai rawit dengan penerimaan Rp 4.087.300.000 dan keuntungan bersih Rp 4.013.395.990, sedangkan cabai rawit memperoleh keuntungan bersih Rp 2.376.327.589. Analisis kelayakan menggunakan R/C Ratio memperlihatkan bahwa cabai merah besar (55,3) lebih tinggi dibandingkan cabai rawit (48,53), sehingga keduanya layak diusahakan namun cabai merah besar lebih unggul. Faktor pupuk (X1), benih (X2), dan pestisida (X3) berpengaruh signifikan terhadap produksi (Y).

Kata Kunci

pendapatan, kelayakan usaha, R/C ratio, pupuk, benih, pestisida, Produksi

Dokumen

SAMPUL.pdf
application/pdf · 247 KB
Lihat dokumen →
HALAMAN PENGESAHAN.pdf
application/pdf · 274 KB
Lihat dokumen →
RINGKASAN.pdf
application/pdf · 127 KB
Lihat dokumen →
DAFTAR ISI.pdf
application/pdf · 73 KB
Lihat dokumen →
PENDAHULUAN.pdf
application/pdf · 271 KB
Lihat dokumen →
HASIL DAN PEMBAHASAN.pdf
application/pdf · 462 KB
Lihat dokumen →
DAFTAR PUSTAKA.pdf
application/pdf · 180 KB
Lihat dokumen →
indexcodes.txt
text/plain · 1 KB
Lihat dokumen →
indexcodes.txt
text/plain · 1 KB
Lihat dokumen →
indexcodes.txt
text/plain · 4 KB
Lihat dokumen →
indexcodes.txt
text/plain · 6 KB
Lihat dokumen →
indexcodes.txt
text/plain · 3 KB
Lihat dokumen →

Lihat di Repository Asli