Pengaruh Penggunaan Jenis Klon Dengan Beberapa Metode Sambung Pucuk Terhadap Keberhasilan Pertumbuhan Bibit Tanaman Kakao ( Theobroma cacao L)
Abstrak
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan Untuk mengetahui pengaruh jenis klon terhadap keberhasilan pertumbuhan stek bibit tanaman kakao, untuk mengetahui metode sambung pucuk terhadap keberhasilan pertumbuhan stek bibit tanaman kakao, untuk mengetahui interaksi antara jenis klon berbeda dan metode sambung pucuk terhadap keberhasilan pertumbuhan bibit tanaman kakao.
Penelitian ini dilaksanakan di green house pembimbitan Desa Benteng Kecamatan Burau Kabupaten Luwu Timur. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember 2024 sampai bulan February 2025. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) factorial pola 2 faktor, dengan menggunakan simbol perlakuan sebagai berikut: Faktor pertama adalah jenis Klon Perlakuan Klon Sulawesi 01= Klon Sulawesi 02 = Klon MCC 002. Faktor kedua adalah metode sambungan dengan menggunakan 3 metode perlakuan = Lilit pocong = Ikat sungkup = Sungkup ikat. Gambar 1. Contoh entres kakao yang digunakan. Dari kedua perlakuan terdapat 9 kombinasi dan setiap kombinasi perlakuan diulang sebanyak 3 kali, sehingga didapat 27 unit kombinasi perlakuan. Setiap unit perlakuan terdiri 5 tanaman sehingga seluruhnya terdapat 135 tanaman. Parameter yang diamati yaitu persentase keberhasilan pertumbuhan tunas sambungan (%), waktu muncul tunas (hari), Panjang tunas yang tumbuh pada sambungan (cm), diameter tunas (cm) dan jumlah daun (helai).
Hasil penelitian menunjukkan penggunaan jenis klon tanaman kakao Sulawesi 02 memberikan pengaruh terbaik terhadap parameter waktu muncul tunas yaitu 13,08 hari, Panjang tunas yaitu 7,22 dan jumlah daun 4,55 helai, sedangkan perlakuan metode sambung lilit pocong memberikan pengaruh cenderung baik terhadap pertumbuhan bibit sambung pucuk tanaman kakao pada parameter persentase keberhasilan tumbuh yaitu 86,67%. Interaksi antara perlakuan jenis klon tanaman kakao dan metode sambung pucuk tidak memberikan pengaruh pada semua parameter.
Penelitian ini dilaksanakan di green house pembimbitan Desa Benteng Kecamatan Burau Kabupaten Luwu Timur. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember 2024 sampai bulan February 2025. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) factorial pola 2 faktor, dengan menggunakan simbol perlakuan sebagai berikut: Faktor pertama adalah jenis Klon Perlakuan Klon Sulawesi 01= Klon Sulawesi 02 = Klon MCC 002. Faktor kedua adalah metode sambungan dengan menggunakan 3 metode perlakuan = Lilit pocong = Ikat sungkup = Sungkup ikat. Gambar 1. Contoh entres kakao yang digunakan. Dari kedua perlakuan terdapat 9 kombinasi dan setiap kombinasi perlakuan diulang sebanyak 3 kali, sehingga didapat 27 unit kombinasi perlakuan. Setiap unit perlakuan terdiri 5 tanaman sehingga seluruhnya terdapat 135 tanaman. Parameter yang diamati yaitu persentase keberhasilan pertumbuhan tunas sambungan (%), waktu muncul tunas (hari), Panjang tunas yang tumbuh pada sambungan (cm), diameter tunas (cm) dan jumlah daun (helai).
Hasil penelitian menunjukkan penggunaan jenis klon tanaman kakao Sulawesi 02 memberikan pengaruh terbaik terhadap parameter waktu muncul tunas yaitu 13,08 hari, Panjang tunas yaitu 7,22 dan jumlah daun 4,55 helai, sedangkan perlakuan metode sambung lilit pocong memberikan pengaruh cenderung baik terhadap pertumbuhan bibit sambung pucuk tanaman kakao pada parameter persentase keberhasilan tumbuh yaitu 86,67%. Interaksi antara perlakuan jenis klon tanaman kakao dan metode sambung pucuk tidak memberikan pengaruh pada semua parameter.
Kata Kunci
Kakao, Klon, Metode Sambung
