Analisis Perbandingan Produksi, Harga, Dan Perndapatan Petani Cabai Rawit (Capsicum frutescens.L) Pada Musim Kemarau Dan Musim Hujan Di Desa Erelembang Kecamatan Tombolopao kabupaten Gowa
Abstrak
Petani cabai rawit sangatlah berperan penting bagi ekonomi pedesaan, termasuk di kabupaten gowa. Namun, petani cabai rawit menghadapi berbagai macam tantangan diantara dua musim dalam satu tahu, seperti harga, produksi dan pendapatan.
Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mengidentifikasi penggunaan sarana produksi benih, pupuk, dan pestisida pada usahatani cabai rawit pada musim hujan dan musim kemarau di Desa Erelembang, Kecamatan Tombolopao, Kabupaten Gowa (2) Menganalisis perbandingan produksi cabai rawit pada musim kemarau dan musim hujan (3) Menganalisis perbandingan harga cabai rawit pada musim kemarau dan musim hujan (4) Menganalisis perbandingan pendapatan yang diperoleh petani cabai rawit pada musim kemarau dan musim hujan. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh petani yang terlibat dalam aktivits produksi cabai rawit pada musim hujan dan musim kemarau di Desa Erelembang, Kecamatan Tombolopao, kabupaten Gowa dan berdasarkan data yang diperoleh, jumah populasi petani cabai rawit sebanyak 31 orang. Metode pengumpulan data melalui wawancara menggunakan kuesioner, serta analisis data menggunakan analisis deskriptif dan analisis perbandingan dengan menggunakan rumus uji-t.
Hasil Penelitian (1) Sarana produksi yang digunakan petani meliputi benih, pupuk, tenaga kerja, dan pestisida. Rata-rata penggunaan benih sebesar 68,81 kg per petani atau 99,72 kg per hektar, pupuk sebesar 3,52 kg per petani atau 9,05 kg per hektar, tenaga kerja sebanyak 2 orang per petani atau 2,90 orang per hektar, serta pestisida sebesar 1.000 gram per petani atau 1.449 gram per hektar. (2) produksi, Terdapat perbedaan produksi yang signifikan antara cabai rawit pada musim hujan dan musim kemarau, secara nyata produksi cabai rawit pada musim hujan lebih tinggi. (3) Harga Hasil analisis menunjukkan bahwa rata-rata harga pada kondisi kedua lebih rendah dibandingkan kondisi pertama. Namun, karena tidak terdapat variasi data harga antar responden (nilai standar deviasi = 0), maka perbedaan harga tersebut tidak dapat diuji secara statistik dan hanya dapat dijelaskan secara deskriptif. (4) Pendapatan Pendapatan petani pada kondisi kedua mengalami peningkatan dibandingkan kondisi pertama. Peningkatan pendapatan ini disebabkan oleh meningkatnya produksi yang mampu mengimbangi penurunan harga jual, sementara biaya produksi relatif tidak mengalami perubahan.
Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mengidentifikasi penggunaan sarana produksi benih, pupuk, dan pestisida pada usahatani cabai rawit pada musim hujan dan musim kemarau di Desa Erelembang, Kecamatan Tombolopao, Kabupaten Gowa (2) Menganalisis perbandingan produksi cabai rawit pada musim kemarau dan musim hujan (3) Menganalisis perbandingan harga cabai rawit pada musim kemarau dan musim hujan (4) Menganalisis perbandingan pendapatan yang diperoleh petani cabai rawit pada musim kemarau dan musim hujan. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh petani yang terlibat dalam aktivits produksi cabai rawit pada musim hujan dan musim kemarau di Desa Erelembang, Kecamatan Tombolopao, kabupaten Gowa dan berdasarkan data yang diperoleh, jumah populasi petani cabai rawit sebanyak 31 orang. Metode pengumpulan data melalui wawancara menggunakan kuesioner, serta analisis data menggunakan analisis deskriptif dan analisis perbandingan dengan menggunakan rumus uji-t.
Hasil Penelitian (1) Sarana produksi yang digunakan petani meliputi benih, pupuk, tenaga kerja, dan pestisida. Rata-rata penggunaan benih sebesar 68,81 kg per petani atau 99,72 kg per hektar, pupuk sebesar 3,52 kg per petani atau 9,05 kg per hektar, tenaga kerja sebanyak 2 orang per petani atau 2,90 orang per hektar, serta pestisida sebesar 1.000 gram per petani atau 1.449 gram per hektar. (2) produksi, Terdapat perbedaan produksi yang signifikan antara cabai rawit pada musim hujan dan musim kemarau, secara nyata produksi cabai rawit pada musim hujan lebih tinggi. (3) Harga Hasil analisis menunjukkan bahwa rata-rata harga pada kondisi kedua lebih rendah dibandingkan kondisi pertama. Namun, karena tidak terdapat variasi data harga antar responden (nilai standar deviasi = 0), maka perbedaan harga tersebut tidak dapat diuji secara statistik dan hanya dapat dijelaskan secara deskriptif. (4) Pendapatan Pendapatan petani pada kondisi kedua mengalami peningkatan dibandingkan kondisi pertama. Peningkatan pendapatan ini disebabkan oleh meningkatnya produksi yang mampu mengimbangi penurunan harga jual, sementara biaya produksi relatif tidak mengalami perubahan.
Kata Kunci
Analisis Produksi, harga, Pendapatan, Musim Hujan, Kemarau
