Lainnya

Dampak Fluktuasi Harga Terhadap Pendapatan Petani Jagung Kuning (Zea mays L) di Kabupaten Bone (Studi Kasus Pada Kelompok Tani di Desa Benteng Tellue)

Abstrak

Jagung (Zea mays L.) adalah salah satu tanaman serealia paling penting di dunia, menduduki peringkat pertama dalam volume produksi dibandingkan padi dan gandum. Tanaman ini berperan penting sebagai bahan pangan manusia, pakan ternak, dan bahan baku industri bioenergy.
Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mendeskripsikan faktor yang mempengaruhi fluktuasi harga jagung kuning pada musim hujan dan kemarau. (2) Mendeskripsikan pola fluktuasi harga jagung kuning pada musim hujan dan kemarau. (3) Menganalisis perbedaan pendapatan petani jagung kuning pada musim hujan dan musim kemarau. (4) Menganalisis dampak fluktuasi harga jagung pada musim hujan dan musim kemarau terhadap pendapatan petani. Populasi pada penelitian ini terdiri dari petani jagung yang berjumlah 169 Orang dari jumlah kelompok tani, Adapun metode penentuan sampel yaitu menggunakan Metode Slovin dengan tingkat kesalahan 10% maka jumlah sampel 63 orang petani. Metode pengumpulan data melalui wawancara menggunakan kuisioner. Serta analisis data menggunakan analisis Deskriptif, Analisis Pendapatan dan analisis Uji Dua Beda (Independent Sample T-Test).
Hasil Penelitian (1) Faktor yang mempengaruhi Fluktasi harga Adalah perubahan jumlah produksi, Tingkat permintaan pasar, Biaya produksi, kebijakan pemerintah dan Distribusi dan Transportasi. (2) Fluktuasi harga jagung pada musim hujan dan musim kemarau periode 2021–2025 cenderung mengalami peningkatan. Pada musim hujan, harga naik dari Rp2.000/kg pada tahun 2021 menjadi Rp4.700/kg pada tahun 2025. Sementara itu, pada musim kemarau harga juga meningkat dari Rp2.000/kg pada tahun 2021 dan mencapai puncaknya sebesar Rp6.000/kg pada tahun 2024. Secara umum, harga jagung pada musim kemarau lebih tinggi dibandingkan musim hujan. (3) Pendapatan pada musim kemarau lebih tinggi dibandingkan musim hujan. Total pendapatan pada musim hujan sebesar Rp84.331.716 dengan rata-rata Rp13.385.987, sedangkan pada musim kemarau mencapai Rp113.956.716 dengan rata-rata Rp18.088.368. (4) Hasil uji t menunjukkan bahwa fluktuasi harga tidak berpengaruh signifikan terhadap pendapatan petani, sedangkan saluran pemasaran berpengaruh positif dan signifikan terhadap pendapatan. Namun, hasil uji F menunjukkan bahwa secara bersama-sama kedua variabel tersebut berpengaruh signifikan terhadap pendapatan petani

Kata Kunci

Fluktasi Harga, Pendapatan Petani, Jagung Kuning (Zea mays L), Usahatani Jagung

Dokumen

SAMPUL.pdf
application/pdf · 90 KB
Lihat dokumen →
HALAMAN PENGESAHAN.pdf
application/pdf · 182 KB
Lihat dokumen →
RINGKASAN.pdf
application/pdf · 192 KB
Lihat dokumen →
DAFTAR ISI.pdf
application/pdf · 213 KB
Lihat dokumen →
PENDAHULUAN.pdf
application/pdf · 238 KB
Lihat dokumen →
HASIL PEMBAHASAN.pdf
application/pdf · 390 KB
Lihat dokumen →
DAFTAR PUSTAKA.pdf
application/pdf · 205 KB
Lihat dokumen →
indexcodes.txt
text/plain · 0 KB
Lihat dokumen →
indexcodes.txt
text/plain · 0 KB
Lihat dokumen →
indexcodes.txt
text/plain · 1 KB
Lihat dokumen →
indexcodes.txt
text/plain · 1 KB
Lihat dokumen →
indexcodes.txt
text/plain · 5 KB
Lihat dokumen →
indexcodes.txt
text/plain · 5 KB
Lihat dokumen →
indexcodes.txt
text/plain · 3 KB
Lihat dokumen →

Lihat di Repository Asli