Peran Penyuluh Pertanian Dalam Meningkatkan Produktivitas Usahatani Jagung Di Kabupaten Bone (Studi Kasus Di Kelurahan Ceppaga Kecamatan Libureng)
Abstrak
Penyuluhan pertanian adalah proses pendidikan nonformal yang bertujuan membantu
petani memperoleh informasi, pengetahuan, dan keterampilan yang dapat digunakan dalam
menghadapi permasalahan usahatani. Selain sebagai sarana komunikasi pertanian, penyuluhan
juga berperan dalam mengubah pola pikir dan perilaku petani agar lebih adaptif terhadap
perubahan, serta mampu mengambil keputusan secara mandiri dalam kegiatan usaha tani.
Penyuluh pertanian memiliki berbagai peran penting dalam mendampingi petani, khususnya
dalam meningkatkan kapasitas dan kemandirian petani dalam mengelola usahatani.
Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mendeskripsikan peran penyuluh dalam meningkatkan
produktivitas usahatani jagung di Kelurahan Ceppaga, Kecamatan Libureng, Kabupaten Bone.
(2) Mengidentifikasi produktivitas serta menganalisis pendapatan usahatani jagung di
Kelurahan Ceppaga, Kecamatan libureng, Kabupaten Bone. (3) Menganalisis pendapatan
usahatani jagung di Kelurahan Ceppaga, Kecamatan Libureng, Kabupaten Bone. Populasi
dalam penelitian ini adalah petani jagung di Kelurahan Ceppaga, Kecamatan Libureng,
Kabupaten Bone.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) peranan penyuluh pertanian di Kelurahan
Ceppaga, Kecamatan Libureng, Kabupaten Bone sudah berjalan dengan sangat baik. Hal ini
dibuktikan pada hampir seluruh indikator yang berada pada kategori Tinggi. Artinya, penyuluh
di Kelurahan Ceppaga tidak hanya sekadar memberikan informasi, tetapi benar-benar hadir
mendampingi petani dalam berbagai aspek agar usahatani jagung di Kelurahan Ceppaga
optimal. (2) luas lahan 1,40 ha, produksi berkisar antara 10.066,69 kg dengan produktivitas
rata-rata 7.114,86 kg per hektar. Kelompok luas lahan 2,70 ha menghasilkan produksi
19.613,64 kg dengan produktivitas rata-rata, yaitu sekitar 7.090,36 kg per hektar. Sementara
itu, pada luas lahan 4.33 ha, produksi meningkat menjadi 32.666. dengan produktivitas ratarata mencapai sekitar 7.533,33 kg per hektar.(3) Penerimaan usahatani jagung di Kelurahan
Ceppaga sebesar Rp. 56.463.158 per musim panen, sedangkan total biaya produksi yang
dikeluarkan mencapai Rp5.435.092 per musim tanam. Dengan demikian, rata-rata pendapatan
bersih yang diperoleh petani jagung adalah sebesar Rp. 51.028.066 per musim panen. Hasil ini
menunjukkan bahwa usahatani jagung di Kelurahan Ceppaga memberikan tingkat pendapatan
yang relatif rendah dan secara ekonomis.
petani memperoleh informasi, pengetahuan, dan keterampilan yang dapat digunakan dalam
menghadapi permasalahan usahatani. Selain sebagai sarana komunikasi pertanian, penyuluhan
juga berperan dalam mengubah pola pikir dan perilaku petani agar lebih adaptif terhadap
perubahan, serta mampu mengambil keputusan secara mandiri dalam kegiatan usaha tani.
Penyuluh pertanian memiliki berbagai peran penting dalam mendampingi petani, khususnya
dalam meningkatkan kapasitas dan kemandirian petani dalam mengelola usahatani.
Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mendeskripsikan peran penyuluh dalam meningkatkan
produktivitas usahatani jagung di Kelurahan Ceppaga, Kecamatan Libureng, Kabupaten Bone.
(2) Mengidentifikasi produktivitas serta menganalisis pendapatan usahatani jagung di
Kelurahan Ceppaga, Kecamatan libureng, Kabupaten Bone. (3) Menganalisis pendapatan
usahatani jagung di Kelurahan Ceppaga, Kecamatan Libureng, Kabupaten Bone. Populasi
dalam penelitian ini adalah petani jagung di Kelurahan Ceppaga, Kecamatan Libureng,
Kabupaten Bone.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) peranan penyuluh pertanian di Kelurahan
Ceppaga, Kecamatan Libureng, Kabupaten Bone sudah berjalan dengan sangat baik. Hal ini
dibuktikan pada hampir seluruh indikator yang berada pada kategori Tinggi. Artinya, penyuluh
di Kelurahan Ceppaga tidak hanya sekadar memberikan informasi, tetapi benar-benar hadir
mendampingi petani dalam berbagai aspek agar usahatani jagung di Kelurahan Ceppaga
optimal. (2) luas lahan 1,40 ha, produksi berkisar antara 10.066,69 kg dengan produktivitas
rata-rata 7.114,86 kg per hektar. Kelompok luas lahan 2,70 ha menghasilkan produksi
19.613,64 kg dengan produktivitas rata-rata, yaitu sekitar 7.090,36 kg per hektar. Sementara
itu, pada luas lahan 4.33 ha, produksi meningkat menjadi 32.666. dengan produktivitas ratarata mencapai sekitar 7.533,33 kg per hektar.(3) Penerimaan usahatani jagung di Kelurahan
Ceppaga sebesar Rp. 56.463.158 per musim panen, sedangkan total biaya produksi yang
dikeluarkan mencapai Rp5.435.092 per musim tanam. Dengan demikian, rata-rata pendapatan
bersih yang diperoleh petani jagung adalah sebesar Rp. 51.028.066 per musim panen. Hasil ini
menunjukkan bahwa usahatani jagung di Kelurahan Ceppaga memberikan tingkat pendapatan
yang relatif rendah dan secara ekonomis.
Kata Kunci
Peran Penyuluh Pertanian, Jagung , Alat Panen, Produktivitas Pendapatan
