PENGARUH SISTEM AGRIBISNIS USAHATANI PADI TERHADAP PENDAPATAN PETANI DI KECAMATAN SALOMEKKO, KABUPATEN BONE
Abstrak
Kabupaten Bone merupakan salah satu sentra produksi padi di Sulawesi Selatan, namun petani di Kecamatan Salomekko masih menghadapi kendala seperti teknologi budidaya yang belum optimal, fluktuasi harga sarana produksi, keterbatasan modal, serta serangan hama. Hal ini menyebabkan produktivitas dan pendapatan petani belum mencapai tingkat yang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan sistem agribisnis yang berjalan, menganalisis pendapatan serta kelayakan usahatani, dan melihat pengaruh sistem agribisnis terhadap pendapatan tersebut.
Tujuan penelitian ini sebagai berikut : 1.Mendeskripsikan sistem agribisnis usahatani padi berperan di Kecamatan Salomekko, Kabupaten Bone.2. Menganalisis pendapatan usahatani padi di Kecamatan Salomekko, Kabupaten Bone. 3.Menganalisis kelayakan usahatani padi di Kecamatan Salomekko, Kabupaten Bone. 4. menganalisis pengaruh sistem agribisnis terhadap pendapatan usahatani padi di Kecamatan Salomekko, Kabupaten Bone
Penelitian akan dilaksanakan di Kelurahan Pancaitana, Kecamatan Salomekko, Kabupaten Bone, Provinsi Sulawesi Selatan. dalam penelitian ini sampel yang diambil sebanyak 96 orang, dengan 12 petani di setiap desa di Kecematan Cendana yang berjumlah 8 desa.
Metode penentuan sampel menggunakan metode (purposive) sampling. Analisis data yang digunakan pada penlitian ini analisis deskriptif kualitatif,analisis biaya,analisis penerimaan,analisis pendapatan,analisis kelayakan dan analisis regresi berganda.
Hasil penelitian :1.Sistem Agribisnis: Sistem agribisnis berjalan melalui empat subsistem utama: hulu (penyediaan input seperti benih Ciherang/Inpari dan pupuk), usahatani (pengolahan lahan hingga panen), hilir (pengeringan, penggilingan, dan pemasaran), serta penunjang (kelompok tani, PPL, dan lembaga keuangan). 2.Analisis Pendapatan: Usahatani padi di wilayah ini sangat menguntungkan. Rata-rata penerimaan per petani per musim tanam (MT) mencapai Rp27.709.974 dengan biaya total sebesar Rp2.358.524, sehingga menghasilkan pendapatan bersih sebesar Rp25.081.450. 3.Kelayakan Usaha: Usahatani dinyatakan sangat layak untuk dijalankan dengan nilai R/C Ratio sebesar 10,54 (setiap Rp1 biaya menghasilkan Rp10,5 penerimaan) dan B/C Ratio sebesar 9,54. 4. Pengaruh Variabel Agribisnis: Secara simultan dan parsial, seluruh variabel agribisnis (hulu, produksi, pengolahan, pemasaran, dan penunjang) berpengaruh positif dan signifikan terhadap pendapatan petani Variabel Produksi (X2) memiliki pengaruh individu yang paling kuat terhadap peningkatan pendapatan..
Tujuan penelitian ini sebagai berikut : 1.Mendeskripsikan sistem agribisnis usahatani padi berperan di Kecamatan Salomekko, Kabupaten Bone.2. Menganalisis pendapatan usahatani padi di Kecamatan Salomekko, Kabupaten Bone. 3.Menganalisis kelayakan usahatani padi di Kecamatan Salomekko, Kabupaten Bone. 4. menganalisis pengaruh sistem agribisnis terhadap pendapatan usahatani padi di Kecamatan Salomekko, Kabupaten Bone
Penelitian akan dilaksanakan di Kelurahan Pancaitana, Kecamatan Salomekko, Kabupaten Bone, Provinsi Sulawesi Selatan. dalam penelitian ini sampel yang diambil sebanyak 96 orang, dengan 12 petani di setiap desa di Kecematan Cendana yang berjumlah 8 desa.
Metode penentuan sampel menggunakan metode (purposive) sampling. Analisis data yang digunakan pada penlitian ini analisis deskriptif kualitatif,analisis biaya,analisis penerimaan,analisis pendapatan,analisis kelayakan dan analisis regresi berganda.
Hasil penelitian :1.Sistem Agribisnis: Sistem agribisnis berjalan melalui empat subsistem utama: hulu (penyediaan input seperti benih Ciherang/Inpari dan pupuk), usahatani (pengolahan lahan hingga panen), hilir (pengeringan, penggilingan, dan pemasaran), serta penunjang (kelompok tani, PPL, dan lembaga keuangan). 2.Analisis Pendapatan: Usahatani padi di wilayah ini sangat menguntungkan. Rata-rata penerimaan per petani per musim tanam (MT) mencapai Rp27.709.974 dengan biaya total sebesar Rp2.358.524, sehingga menghasilkan pendapatan bersih sebesar Rp25.081.450. 3.Kelayakan Usaha: Usahatani dinyatakan sangat layak untuk dijalankan dengan nilai R/C Ratio sebesar 10,54 (setiap Rp1 biaya menghasilkan Rp10,5 penerimaan) dan B/C Ratio sebesar 9,54. 4. Pengaruh Variabel Agribisnis: Secara simultan dan parsial, seluruh variabel agribisnis (hulu, produksi, pengolahan, pemasaran, dan penunjang) berpengaruh positif dan signifikan terhadap pendapatan petani Variabel Produksi (X2) memiliki pengaruh individu yang paling kuat terhadap peningkatan pendapatan..
Kata Kunci
Sistem Agribisnis, Usahatani Padi, Pendapatan Petani, Kelayakan Usaha, R/C Ratio, Regresi Berganda
