Struktur, perilaku, dan kinerja pasar Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di Desa Mulyasari, Kecamatan Tomoni, Kabupaten Luwu Timur. (Studi Kasus. Petani Dan Pedagang, Tanda Buah Segar Kelapa Sawit Di Desa Mulyasri Kecamatan Tomoni).
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur, perilaku, dan kinerja pasar Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di Desa Mulyasari, Kecamatan Tomoni, Kabupaten Luwu Timur. Metode yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif dengan pendekatan Structure–Conduct–Performance (SCP). Sampel penelitian ditentukan menggunakan rumus Slovin dengan jumlah responden sebanyak 75 petani dan beberapa pedagang pengepul.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur pasar cenderung mengarah pada persaingan tidak sempurna dengan indikasi adanya konsentrasi pasar pada beberapa pedagang pengepul. Perilaku pasar ditandai dengan sistem penentuan harga yang masih didominasi oleh pedagang perantara, serta adanya praktik diskriminasi harga yang dipengaruhi oleh kualitas, volume, dan hubungan antara petani dan pengepul.
Kinerja pasar menunjukkan bahwa margin pemasaran terjadi akibat adanya selisih harga antara tingkat petani dan pedagang pengepul yang disebabkan oleh biaya pemasaran seperti transportasi, bongkar muat, dan timbangan. Rata-rata biaya pemasaran sebesar Rp880.107 dengan biaya transportasi sebagai komponen terbesar. Nilai farmer’s share sebesar 87% menunjukkan bahwa petani masih memperoleh bagian harga yang cukup besar. Selain itu, tingkat efisiensi pemasaran sebesar 10% mengindikasikan bahwa sistem pemasaran tergolong efisien karena biaya pemasaran relatif kecil dibandingkan nilai produk.
Secara keseluruhan, sistem pemasaran TBS kelapa sawit di Desa Mulyasari sudah cukup efisien, namun masih perlu perbaikan dalam transparansi harga dan penguatan posisi tawar petani agar distribusi keuntungan menjadi lebih adil.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur pasar cenderung mengarah pada persaingan tidak sempurna dengan indikasi adanya konsentrasi pasar pada beberapa pedagang pengepul. Perilaku pasar ditandai dengan sistem penentuan harga yang masih didominasi oleh pedagang perantara, serta adanya praktik diskriminasi harga yang dipengaruhi oleh kualitas, volume, dan hubungan antara petani dan pengepul.
Kinerja pasar menunjukkan bahwa margin pemasaran terjadi akibat adanya selisih harga antara tingkat petani dan pedagang pengepul yang disebabkan oleh biaya pemasaran seperti transportasi, bongkar muat, dan timbangan. Rata-rata biaya pemasaran sebesar Rp880.107 dengan biaya transportasi sebagai komponen terbesar. Nilai farmer’s share sebesar 87% menunjukkan bahwa petani masih memperoleh bagian harga yang cukup besar. Selain itu, tingkat efisiensi pemasaran sebesar 10% mengindikasikan bahwa sistem pemasaran tergolong efisien karena biaya pemasaran relatif kecil dibandingkan nilai produk.
Secara keseluruhan, sistem pemasaran TBS kelapa sawit di Desa Mulyasari sudah cukup efisien, namun masih perlu perbaikan dalam transparansi harga dan penguatan posisi tawar petani agar distribusi keuntungan menjadi lebih adil.
Kata Kunci
Struktur, Perilaku, Dan Kinerja Pasar
