Analisis Kelayakan Usaha Pembibitan Kakao di Kelurahan Noling Kecamatan Bupon Kabupaten Luwu
Abstrak
Negara Indonesia merupakan salah satu negara yang sampai sekarang masih
banyak menyandarkan perekonomiannya pada sektor pertanian. Di masa Orde Baru,
pembangunan pertanian diletakkan pada skala prioritas teratas. Pertanian telah
dijadikan dasar pembangunan nasional yang menyeluruh. Penelitian ini bertujuan
untuk (1) Mendeskripsikan cara pembibitan kakao di Kelurahan Noling Kecamatan Bupon
Kabupaten Luwu. (2) Mengidentifikasi jumlah produksi bibit kakao di Kelurahan Noling
Kecamatan Bupon Kabupaten Luwu. (3) Menganalisis pendapatan usaha Pembibitan Kakao di
Kelurahan Noling Kecamtan Bupon Kabupaten Luwu. (4) Menganalisis kelayakan usaha
pembibitan kakao kakao di Kelurahan Noling Kecamatan Buponn Kabupaten Luwu.
Pengambilan sampel dilakukan secara acak sederhana (Simple Random Sampling). Menurut
Arikunto (2006). Apabila subjek kurang dari 100 lebih baik diambil semuanya sehingga
penelitian merupakan penelitian populasi.Jika subjeknya sebesar atau lebih 100 dapat diambil
antara 10 – 15% atau 20- 25%, sehingga ditentukan sampel sebesar 25% dari jumlah populasi.
Maka ditentukan sampel sebanyak 25 orang penangkar pembibitan kakao.
Hasil analisis kelayakan usaha menunjukkan nilai R/C Ratio sebesar 1,30, yang berarti
setiap Rp1 biaya yang dikeluarkan menghasilkan Rp1,30 penerimaan. Nilai ini lebih besar dari
1, sehingga usaha pembibitan kakao dinyatakan layak dan menguntungkan untuk dijalankan
banyak menyandarkan perekonomiannya pada sektor pertanian. Di masa Orde Baru,
pembangunan pertanian diletakkan pada skala prioritas teratas. Pertanian telah
dijadikan dasar pembangunan nasional yang menyeluruh. Penelitian ini bertujuan
untuk (1) Mendeskripsikan cara pembibitan kakao di Kelurahan Noling Kecamatan Bupon
Kabupaten Luwu. (2) Mengidentifikasi jumlah produksi bibit kakao di Kelurahan Noling
Kecamatan Bupon Kabupaten Luwu. (3) Menganalisis pendapatan usaha Pembibitan Kakao di
Kelurahan Noling Kecamtan Bupon Kabupaten Luwu. (4) Menganalisis kelayakan usaha
pembibitan kakao kakao di Kelurahan Noling Kecamatan Buponn Kabupaten Luwu.
Pengambilan sampel dilakukan secara acak sederhana (Simple Random Sampling). Menurut
Arikunto (2006). Apabila subjek kurang dari 100 lebih baik diambil semuanya sehingga
penelitian merupakan penelitian populasi.Jika subjeknya sebesar atau lebih 100 dapat diambil
antara 10 – 15% atau 20- 25%, sehingga ditentukan sampel sebesar 25% dari jumlah populasi.
Maka ditentukan sampel sebanyak 25 orang penangkar pembibitan kakao.
Hasil analisis kelayakan usaha menunjukkan nilai R/C Ratio sebesar 1,30, yang berarti
setiap Rp1 biaya yang dikeluarkan menghasilkan Rp1,30 penerimaan. Nilai ini lebih besar dari
1, sehingga usaha pembibitan kakao dinyatakan layak dan menguntungkan untuk dijalankan
