PEMANFAATAN MATERIAL LOKAL TANAH KAPUR YANG DISTABILISASI SEMEN SEBAGAI LAPIS PONDASI JALAN DI WILAYAH SORONG SELATAN - KAMBUAYA DI PROVINSI PAPUA BARAT DAYA
Abstrak
pembangunan infrastruktur jalan di Kabupaten Sorong Selatan masih menghadapi kendala keterbatasan material agregat berkualitas sesuai Spesifikasi Umum Bina Marga 2018 Revisi 2. Tanah kapur lokal yang tersedia melimpah memiliki karakteristik granular non plastis dengan daya dukung alami relatif rendah sehingga belum memenuhi syarat sebagai lapis pondasi jalan tanpa stabilisasi. Oleh karena itu, diperlukan upaya peningkatan kualitas material melalui metode stabilisasi semen (soil-cement). Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui karakteristik fisik dan mekanik tanah kapur lokal Sorong Selatan – Kambuaya, (2) menganalisis pengaruh penambahan semen tipe PCC dengan variasi kadar 3%, 5%, 6%, dan 7% terhadap peningkatan nilai California Bearing Ratio (CBR) dan kuat tekan bebas (UCS), serta (3) menilai kelayakan tanah kapur yang distabilisasi semen sebagai alternatif material lapis pondasi jalan sesuai Spesifikasi Umum Bina Marga 2018 Revisi 2. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen laboratorium dengan pengujian analisa saringan, berat jenis, pemadatan (Standard Proctor), CBR, dan UCS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanah kapur memiliki persen lolos saringan No.200 sebesar 4,31% (granular bersih) dengan berat jenis 2,37. Tanah asli memiliki OMC sebesar 7,48% dan MDD sebesar 1,779 gr/cm³. Penambahan semen meningkatkan nilai CBR secara signifikan, yaitu 80% (3%), 125% (5%), 155% (6%), dan 185% (7%). Nilai UCS juga meningkat dari 17,85 kg/cm² (3%) menjadi 32,45 kg/cm² (7%). Berdasarkan hasil tersebut, campuran tanah kapur dengan kadar semen 6% dinyatakan paling efektif dan layak digunakan sebagai lapis pondasi soil-cement, karena memenuhi persyaratan nilai CBR (100–200%) dan UCS (20–30 kg/cm²) sesuai spesifikasi teknis yang berlaku.
Kata Kunci
Tanah kapur, soil-cement, CBR, UCS, stabilisasi semen, lapis pondasi jalan
