Penilaian Tingkat Kerusakan Jaringan Irigasi Pada D.I Lekopancing Kabupaten Maros
Abstrak
Daerah irigasi memiliki peran strategis dalam mendukung produktivitas
pertanian dan ketahanan pangan. D.I Lekopancing yang terletak di Kabupaten
Maros dengan luas fungsional ±3.626 ha telah beroperasi sejak tahun 1973 dan
menghadapi berbagai permasalahan kerusakan prasarana fisik akibat faktor usia,
teknis, dan pemeliharaan. Penelitian ini bertujuan untuk menilai tingkat kerusakan
jaringan irigasi serta menentukan strategi penanganannya secara efektif dan
efisien. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif melalui
inventarisasi aset dan penilaian kinerja sistem irigasi berbasis aplikasi e-PAKSI
yang dikembangkan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.
Penilaian difokuskan pada aspek prasarana fisik meliputi saluran dan bangunan
irigasi dengan mengacu pada parameter Indeks Kinerja Sistem Irigasi (IKSI).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kerusakan jaringan irigasi di
D.I Lekopancing bervariasi dari kategori rusak ringan hingga rusak sedang pada
beberapa segmen saluran dan bangunan, yang berdampak pada penurunan
fungsi distribusi air dan efisiensi layanan. Rekomendasi penanganan meliputi
pemeliharaan rutin, pemeliharaan berkala, hingga rehabilitasi terbatas sesuai
tingkat kerusakan yang teridentifikasi. Implementasi e-PAKSI terbukti membantu
proses inventarisasi dan evaluasi kinerja secara lebih sistematis, akurat, dan
terintegrasi. Penelitian ini diharapkan menjadi dasar pengambilan kebijakan dalam
pengelolaan dan pemeliharaan jaringan irigasi secara berkelanjutan.
pertanian dan ketahanan pangan. D.I Lekopancing yang terletak di Kabupaten
Maros dengan luas fungsional ±3.626 ha telah beroperasi sejak tahun 1973 dan
menghadapi berbagai permasalahan kerusakan prasarana fisik akibat faktor usia,
teknis, dan pemeliharaan. Penelitian ini bertujuan untuk menilai tingkat kerusakan
jaringan irigasi serta menentukan strategi penanganannya secara efektif dan
efisien. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif melalui
inventarisasi aset dan penilaian kinerja sistem irigasi berbasis aplikasi e-PAKSI
yang dikembangkan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.
Penilaian difokuskan pada aspek prasarana fisik meliputi saluran dan bangunan
irigasi dengan mengacu pada parameter Indeks Kinerja Sistem Irigasi (IKSI).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kerusakan jaringan irigasi di
D.I Lekopancing bervariasi dari kategori rusak ringan hingga rusak sedang pada
beberapa segmen saluran dan bangunan, yang berdampak pada penurunan
fungsi distribusi air dan efisiensi layanan. Rekomendasi penanganan meliputi
pemeliharaan rutin, pemeliharaan berkala, hingga rehabilitasi terbatas sesuai
tingkat kerusakan yang teridentifikasi. Implementasi e-PAKSI terbukti membantu
proses inventarisasi dan evaluasi kinerja secara lebih sistematis, akurat, dan
terintegrasi. Penelitian ini diharapkan menjadi dasar pengambilan kebijakan dalam
pengelolaan dan pemeliharaan jaringan irigasi secara berkelanjutan.
Kata Kunci
Tingkat Kerusakan, Jaringan Irigasi, e-PAKSI, IKSI, Prasarana Fisik
