Pengaruh Literasi Keuangan, Sikap Keuangan, dan Inklusi Keuangan terhadap Kinerja Keuangan UMKM Tanete Riattang Kabupaten Bone
Abstrak
A. Nurul Aulia. Pengaruh Literasi Keuangan, Sikap Keuangan, dan Inklusi
Keuangan terhadap Kinerja Keuangan UMKM Tanete Riattang Kabupaten Bone
(dibimbing oleh Dr. Hj. Nurpadila, S.E., M.M. dan Djamaluddin Kadir, S.E.,
M.M.).
Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan salah satu pilar
utama perekonomian Indonesia yang berkontribusi besar terhadap Produk
Domestik Bruto dan penyerapan tenaga kerja. Namun, peningkatan jumlah
UMKM belum sepenuhnya diikuti dengan peningkatan kinerja keuangan usaha.
Permasalahan tersebut antara lain disebabkan oleh rendahnya literasi keuangan,
sikap keuangan yang kurang bijak, serta keterbatasan inklusi keuangan pada
pelaku UMKM. Kondisi ini juga terjadi pada UMKM di Kecamatan Tanete
Riattang, Kabupaten Bone, yang masih menghadapi kendala dalam pengelolaan
keuangan usaha. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh literasi
keuangan, sikap keuangan, dan inklusi keuangan terhadap kinerja keuangan
UMKM di Kecamatan Tanete Riattang, Kabupaten Bone. Metode.
Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan
survei. Populasi penelitian berjumlah 1.958 pelaku UMKM, dengan sampel
sebanyak 100 responden yang ditentukan menggunakan rumus Slovin dan teknik
simple random sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner dengan
skala Likert, kemudian dianalisis menggunakan regresi linier berganda dengan
bantuan program SPSS.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi keuangan, sikap keuangan,
dan inklusi keuangan secara parsial masing-masing berpengaruh positif dan
signifikan terhadap kinerja keuangan UMKM. Selain itu, secara simultan literasi
keuangan, sikap keuangan, dan inklusi keuangan terbukti berpengaruh signifikan
terhadap kinerja keuangan UMKM di Kecamatan Tanete Riattang, Kabupaten
Bone. Dengan demikian, ketiga variabel tersebut merupakan faktor penting dalam
meningkatkan kinerja dan keberlanjutan usaha UMKM. Oleh karena itu,
peningkatan literasi keuangan dan pembentukan sikap keuangan yang bijak perlu
terus didorong agar pelaku UMKM mampu mengelola keuangan usaha secara
lebih efektif.
Keuangan terhadap Kinerja Keuangan UMKM Tanete Riattang Kabupaten Bone
(dibimbing oleh Dr. Hj. Nurpadila, S.E., M.M. dan Djamaluddin Kadir, S.E.,
M.M.).
Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan salah satu pilar
utama perekonomian Indonesia yang berkontribusi besar terhadap Produk
Domestik Bruto dan penyerapan tenaga kerja. Namun, peningkatan jumlah
UMKM belum sepenuhnya diikuti dengan peningkatan kinerja keuangan usaha.
Permasalahan tersebut antara lain disebabkan oleh rendahnya literasi keuangan,
sikap keuangan yang kurang bijak, serta keterbatasan inklusi keuangan pada
pelaku UMKM. Kondisi ini juga terjadi pada UMKM di Kecamatan Tanete
Riattang, Kabupaten Bone, yang masih menghadapi kendala dalam pengelolaan
keuangan usaha. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh literasi
keuangan, sikap keuangan, dan inklusi keuangan terhadap kinerja keuangan
UMKM di Kecamatan Tanete Riattang, Kabupaten Bone. Metode.
Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan
survei. Populasi penelitian berjumlah 1.958 pelaku UMKM, dengan sampel
sebanyak 100 responden yang ditentukan menggunakan rumus Slovin dan teknik
simple random sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner dengan
skala Likert, kemudian dianalisis menggunakan regresi linier berganda dengan
bantuan program SPSS.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi keuangan, sikap keuangan,
dan inklusi keuangan secara parsial masing-masing berpengaruh positif dan
signifikan terhadap kinerja keuangan UMKM. Selain itu, secara simultan literasi
keuangan, sikap keuangan, dan inklusi keuangan terbukti berpengaruh signifikan
terhadap kinerja keuangan UMKM di Kecamatan Tanete Riattang, Kabupaten
Bone. Dengan demikian, ketiga variabel tersebut merupakan faktor penting dalam
meningkatkan kinerja dan keberlanjutan usaha UMKM. Oleh karena itu,
peningkatan literasi keuangan dan pembentukan sikap keuangan yang bijak perlu
terus didorong agar pelaku UMKM mampu mengelola keuangan usaha secara
lebih efektif.
Kata Kunci
Inklusi Keuangan, Kinerja Keuangan, Literasi Keuangan, Sikap Keuangan, UMKM
