Strategi Pemasaran dan Pengembangan Usaha Kue Bagea Sagu (Studi Kasus UMKM Farhan Cake and Bakery di Kelurahan Kappuna, Kecamatan Masamba, Kabupaten Luwu Utara).
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses produksi kue bagea
sagu, menganalisis strategi pemasaran berdasarkan marketing mix (4P), serta
mengidentifikasi faktor internal dan eksternal dalam pengembangan usaha.
Berdasarkan analisis tersebut, dirumuskan strategi pemasaran dan pengembangan
usaha yang tepat untuk meningkatkan daya saing dan keberlanjutan usaha kue
bagea sagu.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses produksi kue bagea sagu telah
berjalan secara sistematis mulai dari persiapan bahan baku hingga pengemasan.
Strategi pemasaran yang diterapkan meliputi produk dengan variasi rasa, harga
yang terjangkau, lokasi usaha yang strategis, serta promosi melalui media sosial
dan offline, meskipun promosi masih perlu ditingkatkan. Hasil analisis SWOT
menunjukkan bahwa usaha berada pada kuadran I (growth strategy), yang berarti
memiliki kekuatan dan peluang yang besar untuk dikembangkan.
Secara Keseluruhan usaha kue bagea sagu pada UMKM Farhan Cake and
Bakery memiliki proses produksi yang baik serta strategi pemasaran yang cukup
efektif. Berdasarkan analisis SWOT, usaha berada pada posisi yang
menguntungkan sehingga berpotensi untuk terus dikembangkan.
sagu, menganalisis strategi pemasaran berdasarkan marketing mix (4P), serta
mengidentifikasi faktor internal dan eksternal dalam pengembangan usaha.
Berdasarkan analisis tersebut, dirumuskan strategi pemasaran dan pengembangan
usaha yang tepat untuk meningkatkan daya saing dan keberlanjutan usaha kue
bagea sagu.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses produksi kue bagea sagu telah
berjalan secara sistematis mulai dari persiapan bahan baku hingga pengemasan.
Strategi pemasaran yang diterapkan meliputi produk dengan variasi rasa, harga
yang terjangkau, lokasi usaha yang strategis, serta promosi melalui media sosial
dan offline, meskipun promosi masih perlu ditingkatkan. Hasil analisis SWOT
menunjukkan bahwa usaha berada pada kuadran I (growth strategy), yang berarti
memiliki kekuatan dan peluang yang besar untuk dikembangkan.
Secara Keseluruhan usaha kue bagea sagu pada UMKM Farhan Cake and
Bakery memiliki proses produksi yang baik serta strategi pemasaran yang cukup
efektif. Berdasarkan analisis SWOT, usaha berada pada posisi yang
menguntungkan sehingga berpotensi untuk terus dikembangkan.
Kata Kunci
kue bagea sagu, strategi pemasaran, analisis SWOT, pengembangan usaha
