INTERVENSI RELAKSASI BENSON PADA PASIEN DI- ABETES MELITUS TIPE II DENGAN MASALAH KETIDAK STABILAN KADAR GLUKOSA DARAH PADA PASIEN Ny.S DI PUSKESMAS MACINI SAWA KARYA TULIS ILMIAH
Abstrak
Prevalensi pasien diabetes melitus yang membutuhkan perawatan rumah sakit karena
permasalahan ketidakstabilan gula darah masih tinggi. Tujuan dari penelitian ini adalah
untuk mendeskripsikan intervensi relaksasi benson pada pasien diabetes mellitus tipe II
dengan ketidakstabilan gula darah melalui asuhan keperawatan. Penelitian ini
menggunakan metode studi kasus dengan pendekatan asuhan keperawatan Hasil
penelitian menemukan data pengkajian keperawatan pasien mengeluh lemas atau lesu,
mulut terasa kering, rasa haus meningkat dan kadar glukosa dalam darah tinggi yaitu
374 mg/dL. Diagnosis keperawatan yang dirumuskan adalah ketidakstabilan kadar
glukosa darah berhubungan dengan resistensi insulin. Luaran asuhan berupa kestabilan
kadar glukosa darah meningkat dan intervensi utama manajemen hiperglikemia,
intervensi pendukung edukasi diet, serta intervensi inovatif terapi relaksasi bens on
diberikan 3 kali sehari selama 10-15 menit. Implementasi keperawatan dilakukan sesuai
dengan rencana keperawatan yang sudah direncanakan selama tiga kali 24 jam. Evaluasi
keperawatan menunjukkan tujuan tercapai dibuktikan dengan lemas atau lesu menurun,
mulut terasa lembab, rasa haus menurun, dan kadar glukosa darah membaik yaitu 184
mg/dL. Terapi relaksasi benson dapat menjadi intervensi yang digunakan untuk
menangani masalah ketidakstabilan kadar glukosa darah pada pasien diabetes mellitus
tipe II.
Prevalence of patients with diabetes mellitus who need hospital treatment due to blood sugar
instability problems is still high. The purpose of this study was to describe benson relaxation
interventions in patients with type II diabetes mellitus with blood sugar instability through nursing
care. This research uses a case study method with a nursing care approach. The results of the study
found data on the study of nursing patients complaining of weakness or lethargy, dry mouth,
increased thirst and high blood glucose levels of 374 mg / dL. The formulated nursing diagnosis is
the instability of blood glucose levels associated with insulin resistance. The outcomes of care in the
form of stability of elevated blood glucose levels and the main interventions of hyperglycemia
management, interventions supporting dietary education, as well as innovative interventions of
benson relaxation therapy are given 3 times a day for 10-15 minutes. The implementation of nursing
is carried out in accordance with the planned nursing plan for 3 times 24 hours. The nursing
evaluation showed that the goal was achieved as evidenced by weakness or decreased lethargy, moist
mouth, decreased thirst and improved blood glucose levels of 184 mg / dL. Benson relaxation
therapy can be an intervention used to deal with the problem of instability of blood glucose levels in
patients with type II diabetes mellitus.
permasalahan ketidakstabilan gula darah masih tinggi. Tujuan dari penelitian ini adalah
untuk mendeskripsikan intervensi relaksasi benson pada pasien diabetes mellitus tipe II
dengan ketidakstabilan gula darah melalui asuhan keperawatan. Penelitian ini
menggunakan metode studi kasus dengan pendekatan asuhan keperawatan Hasil
penelitian menemukan data pengkajian keperawatan pasien mengeluh lemas atau lesu,
mulut terasa kering, rasa haus meningkat dan kadar glukosa dalam darah tinggi yaitu
374 mg/dL. Diagnosis keperawatan yang dirumuskan adalah ketidakstabilan kadar
glukosa darah berhubungan dengan resistensi insulin. Luaran asuhan berupa kestabilan
kadar glukosa darah meningkat dan intervensi utama manajemen hiperglikemia,
intervensi pendukung edukasi diet, serta intervensi inovatif terapi relaksasi bens on
diberikan 3 kali sehari selama 10-15 menit. Implementasi keperawatan dilakukan sesuai
dengan rencana keperawatan yang sudah direncanakan selama tiga kali 24 jam. Evaluasi
keperawatan menunjukkan tujuan tercapai dibuktikan dengan lemas atau lesu menurun,
mulut terasa lembab, rasa haus menurun, dan kadar glukosa darah membaik yaitu 184
mg/dL. Terapi relaksasi benson dapat menjadi intervensi yang digunakan untuk
menangani masalah ketidakstabilan kadar glukosa darah pada pasien diabetes mellitus
tipe II.
Prevalence of patients with diabetes mellitus who need hospital treatment due to blood sugar
instability problems is still high. The purpose of this study was to describe benson relaxation
interventions in patients with type II diabetes mellitus with blood sugar instability through nursing
care. This research uses a case study method with a nursing care approach. The results of the study
found data on the study of nursing patients complaining of weakness or lethargy, dry mouth,
increased thirst and high blood glucose levels of 374 mg / dL. The formulated nursing diagnosis is
the instability of blood glucose levels associated with insulin resistance. The outcomes of care in the
form of stability of elevated blood glucose levels and the main interventions of hyperglycemia
management, interventions supporting dietary education, as well as innovative interventions of
benson relaxation therapy are given 3 times a day for 10-15 minutes. The implementation of nursing
is carried out in accordance with the planned nursing plan for 3 times 24 hours. The nursing
evaluation showed that the goal was achieved as evidenced by weakness or decreased lethargy, moist
mouth, decreased thirst and improved blood glucose levels of 184 mg / dL. Benson relaxation
therapy can be an intervention used to deal with the problem of instability of blood glucose levels in
patients with type II diabetes mellitus.
Kata Kunci
Dabetes Mellitus Tipe II, Ketidakstabilan Kadar Glukosa Darah, Relaksasi Benson Type II Diabetes Mellitus, Unstable Blood Glucose, Benson Relaxation Therapy
