PENGARUH SENAM AEROBIK TERHADAP PENURUNAN KADAR KOLESTEROL TOTAL PADA MASYARAKAT DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KASSI KASSI
Abstrak
Penyakit Tidak Menular (PTM) seperti stroke dan jantung koroner
banyak dipicu oleh kolesterol tinggi. Kolesterol menjadi masalah kesehatan
global, termasuk di Indonesia. Gaya hidup modern, kurang aktivitas fisik,
dan konsumsi makanan tinggi lemak berkontribusi pada tingginya kadar
kolesterol. Data WHO dan Kemenkes menunjukkan prevalensi kolesterol
tinggi cukup tinggi. Menurut data National Institutes of Health 2023, 75%
pasien belum mencapai target kadar LDL-C, sementara
hiperkolesterolemia tetap menjadi faktor risiko utama penyakit
kardiovaskular yang kurang terpantau.
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan desain
penelitian eksperimen semu (quasi experiment) model Pretest-Posstest
With Control Group. Tujuan utamanya adalah untuk mengetahui pengaruh
senam aerobik terhadap penurunan kadar kolesterol. Populasi penelitian ini
adalah seluruh masyarakat yang berada di wilayah kerja Puskesmas Kassi
Kassi dan sampel penelitian yaitu sebanyak 15 responden dengan
menggunakan metode purposive sampling.
Intervensi senam aerobik dilakukan sebanyak enam kali dalam jangka
waktu 14 hari. Data di uji normalitas data dan dianalisis menggunakan uji
Wilcoxon menggunakan uji Wilcoxon. Hasil peneltian menunjukkan bahwa
nilai p-velue 0,001<0,05 dengan menggunakan uji Wilcoxon, yang berarti
terdapat pengaruh signifikan dari intervensi senam aerobik dengan rata-
rata penurunan kadar kolesterol total sebanyak 62 mg/dl.
Kesimpulannya, senam aerobik terbukti efektif menurunkan kadar
kolesterol total secara signifikan pada masyarakat di Wilayah Kerja
Puskesmas Kassi Kassi. Penelitian ini menyarankan non-farmakologis
seperti senam aerobik sebagai strategi preventif terhadap kadar kolesterol
total.
banyak dipicu oleh kolesterol tinggi. Kolesterol menjadi masalah kesehatan
global, termasuk di Indonesia. Gaya hidup modern, kurang aktivitas fisik,
dan konsumsi makanan tinggi lemak berkontribusi pada tingginya kadar
kolesterol. Data WHO dan Kemenkes menunjukkan prevalensi kolesterol
tinggi cukup tinggi. Menurut data National Institutes of Health 2023, 75%
pasien belum mencapai target kadar LDL-C, sementara
hiperkolesterolemia tetap menjadi faktor risiko utama penyakit
kardiovaskular yang kurang terpantau.
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan desain
penelitian eksperimen semu (quasi experiment) model Pretest-Posstest
With Control Group. Tujuan utamanya adalah untuk mengetahui pengaruh
senam aerobik terhadap penurunan kadar kolesterol. Populasi penelitian ini
adalah seluruh masyarakat yang berada di wilayah kerja Puskesmas Kassi
Kassi dan sampel penelitian yaitu sebanyak 15 responden dengan
menggunakan metode purposive sampling.
Intervensi senam aerobik dilakukan sebanyak enam kali dalam jangka
waktu 14 hari. Data di uji normalitas data dan dianalisis menggunakan uji
Wilcoxon menggunakan uji Wilcoxon. Hasil peneltian menunjukkan bahwa
nilai p-velue 0,001<0,05 dengan menggunakan uji Wilcoxon, yang berarti
terdapat pengaruh signifikan dari intervensi senam aerobik dengan rata-
rata penurunan kadar kolesterol total sebanyak 62 mg/dl.
Kesimpulannya, senam aerobik terbukti efektif menurunkan kadar
kolesterol total secara signifikan pada masyarakat di Wilayah Kerja
Puskesmas Kassi Kassi. Penelitian ini menyarankan non-farmakologis
seperti senam aerobik sebagai strategi preventif terhadap kadar kolesterol
total.
Kata Kunci
Kadar Kolesterol Total, Non-Farmakologis, Senam Aerobik
