HUBUNGAN WAKTU TUNGGU DAN KENYAMANAN RUANG TUNGGU DENGAN KEPUASAN PASIEN LANSIA DI INSTALASI RAWAT JALAN RSUD LABUANG BAJI KOTA MAKASSAR TAHUN 2025
Abstrak
Kelompok lansia merupakan kelompok rentan yang membutuhkan
pelayanan kesehatan berkualitas dan ramah lansia. Kepuasan pasien
lansia menjadi indikator penting dalam menilai mutu layanan rumah sakit,
terutama terkait waktu tunggu dan kenyaman ruang tunggu. Waktu tunggu
yang lama dan ruang tunggu yang kurang nyaman dapat menurunkan
tingkat kepuasan pasien lansia. Data kunjungan di RSUD Labuang Baji
menunjukkan penurunan jumlah pasien lansia, dan hasil observasi awal
mengindikasikan ketidakpuasan terhadap waktu tunggu dan kenyamanan
ruang tunggu.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui waktu tunggu dan
kenyamanan ruang tunggu berdasarkan dimensi servicescape (lingkungan
sekitar, tata letak dan fungsi ruang, serta simbol, tanda, dan artefak),
berhubungan dengan tingkat kepuasan pasien lanjut usia di Instalasi
Rawat Jalan RSUD Labuang Baji. Penelitian ini menggunakan metode
kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sebanyak 190 responden
lansia dipilih menggunakan teknik cluster purposive sampling berdasarkan
poli dengan kunjungan terbanyak (jantung, saraf, dan penyakit dalam).
Berdasarkan hasil penelitian, sebagian besar responden
menyatakan bahwa waktu tunggu di Instalasi Rawat Jalan melebihi batas
waktu yang ditetapkan Kementerian Kesehatan yaitu 60 menit dan kondisi
ruang tunggu kurang nyaman bagi pasien lanjut usia. Hasil analisis
bivariat mengungkapkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara
waktu tunggu dan ketiga dimensi kenyamanan ruang tunggu dengan
kepuasan pasien lansia.
Dari temuan tersebut disimpulkan bahwa pengurangan waktu
tunggu dan peningkatan kenyamanan ruang tunggu sangat penting untuk
meningkatkan kepuasan pasien lansia. Penelitian ini diharapkan dapat
menjadi acuan bagi pihak rumah sakit dan pemangku kebijakan dalam
meningkatkan kualitas layanan kesehatan yang ramah lansia, serta
menjadi referensi akademik bagi penelitian selanjutnya.
pelayanan kesehatan berkualitas dan ramah lansia. Kepuasan pasien
lansia menjadi indikator penting dalam menilai mutu layanan rumah sakit,
terutama terkait waktu tunggu dan kenyaman ruang tunggu. Waktu tunggu
yang lama dan ruang tunggu yang kurang nyaman dapat menurunkan
tingkat kepuasan pasien lansia. Data kunjungan di RSUD Labuang Baji
menunjukkan penurunan jumlah pasien lansia, dan hasil observasi awal
mengindikasikan ketidakpuasan terhadap waktu tunggu dan kenyamanan
ruang tunggu.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui waktu tunggu dan
kenyamanan ruang tunggu berdasarkan dimensi servicescape (lingkungan
sekitar, tata letak dan fungsi ruang, serta simbol, tanda, dan artefak),
berhubungan dengan tingkat kepuasan pasien lanjut usia di Instalasi
Rawat Jalan RSUD Labuang Baji. Penelitian ini menggunakan metode
kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sebanyak 190 responden
lansia dipilih menggunakan teknik cluster purposive sampling berdasarkan
poli dengan kunjungan terbanyak (jantung, saraf, dan penyakit dalam).
Berdasarkan hasil penelitian, sebagian besar responden
menyatakan bahwa waktu tunggu di Instalasi Rawat Jalan melebihi batas
waktu yang ditetapkan Kementerian Kesehatan yaitu 60 menit dan kondisi
ruang tunggu kurang nyaman bagi pasien lanjut usia. Hasil analisis
bivariat mengungkapkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara
waktu tunggu dan ketiga dimensi kenyamanan ruang tunggu dengan
kepuasan pasien lansia.
Dari temuan tersebut disimpulkan bahwa pengurangan waktu
tunggu dan peningkatan kenyamanan ruang tunggu sangat penting untuk
meningkatkan kepuasan pasien lansia. Penelitian ini diharapkan dapat
menjadi acuan bagi pihak rumah sakit dan pemangku kebijakan dalam
meningkatkan kualitas layanan kesehatan yang ramah lansia, serta
menjadi referensi akademik bagi penelitian selanjutnya.
Kata Kunci
Lansia, Kepuasan Pasien, Waktu Tunggu, Kenyamanan Ruang Tunggu, Servicescape, Pelayanan Kesehatan
