MENGHITUNG BAHAN MEDIS HABIS PAKAI BIAYA PER TINDAKAN DI INSTALASIRAWAT JALAN DAN IGD RSU ANDI DJEMMA MASAMBA TAHUN 2025
Abstrak
Perlengkapan medis adalah perangkat kesehatan yang dirancang
untuk digunakan satu kali yang tercantum dalam regulasi hukum (Perme
nkes RI No. 72 Tahun 2016).Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis
frekuensi penggunaan bahan medis habis pakai (BMHP) pertindakan di
Instalasi Rawat Jalan dan IGD Rumah Sakit Umum, sehingga dapat
memberikan gambaran kebutuhan, efisiensi penggunaan, dan mendukung
pengelolaan logistik medis secara optimal.
Teknik Pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini
adalah dokumentasi, schedule dan wawancara. Teknik pengumpulan data
dengan menggunakan schedule dan wawancara diambil dari hasil
jawaban responden dari daftar pertanyaan wawancara. Teknik ini
digunakan untuk menghitung Bahan Medis Habis Pakai Biaya Per
Tindakan di Instalasi Rawat Jalan dan IGD RSU Andi Djemma Masamba.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara umum, penggunaan
BMHP di Instalasi Rawat Jalan dan IGD RSUD Andi Djemma Masamba
sudah berjalan secara efisien pada sebagian besar tindakan. Selisih
antara tarif tindakan dengan total biaya BMHP memberikan ruang yang
memadai untuk komponen biaya Sarana (60%) dan jasa Pelayanan (40%).
Dengan demikian, informasi ini sangat penting dalam mendukung
pengelolaan logistik medis secara optimal, khususnya dalam perencanaan
kebutuhan, penyusunan anggaran, pengadaan bahan medis, dan
pengendalian biaya operasional.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah hasil analisis terhadap data
penggunaan bahan medis habis pakai (BMHP) per tindakan di instalasi
rawat jalan dan IGD RSUD Andi Djemma Masamba menunjukkan bahwa
frekuensi penggunaan BMHP adanya variasi yang signifikan antar
tindakan medis. Hal ini memberikan gambaran yang jelas bahwa
kompleksitas tindakan sangat menentukan frekuensi dan volume
penggunaan bahan medis sekali pakai, rasio pemakaian BMHP terhadap
tarif tindakan menunjukkan tingkat efesiensi penggunaan bahan sebagian
besar tindakan memiliki rasio yang rendah dan terdapat pula beberapa
tindakan dengan rasio BMHP yang cukup tinngi, dan efesiensi
penggunaan pengelolaan logistik menunjukkan bahwa secara umum
penggunaan BMHP di dinstalasi rawat jalan dan IGD RSUD Andi Djemma
Masamba sudah berjalan secara efesien pada sebagian besar tindakan.
untuk digunakan satu kali yang tercantum dalam regulasi hukum (Perme
nkes RI No. 72 Tahun 2016).Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis
frekuensi penggunaan bahan medis habis pakai (BMHP) pertindakan di
Instalasi Rawat Jalan dan IGD Rumah Sakit Umum, sehingga dapat
memberikan gambaran kebutuhan, efisiensi penggunaan, dan mendukung
pengelolaan logistik medis secara optimal.
Teknik Pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini
adalah dokumentasi, schedule dan wawancara. Teknik pengumpulan data
dengan menggunakan schedule dan wawancara diambil dari hasil
jawaban responden dari daftar pertanyaan wawancara. Teknik ini
digunakan untuk menghitung Bahan Medis Habis Pakai Biaya Per
Tindakan di Instalasi Rawat Jalan dan IGD RSU Andi Djemma Masamba.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara umum, penggunaan
BMHP di Instalasi Rawat Jalan dan IGD RSUD Andi Djemma Masamba
sudah berjalan secara efisien pada sebagian besar tindakan. Selisih
antara tarif tindakan dengan total biaya BMHP memberikan ruang yang
memadai untuk komponen biaya Sarana (60%) dan jasa Pelayanan (40%).
Dengan demikian, informasi ini sangat penting dalam mendukung
pengelolaan logistik medis secara optimal, khususnya dalam perencanaan
kebutuhan, penyusunan anggaran, pengadaan bahan medis, dan
pengendalian biaya operasional.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah hasil analisis terhadap data
penggunaan bahan medis habis pakai (BMHP) per tindakan di instalasi
rawat jalan dan IGD RSUD Andi Djemma Masamba menunjukkan bahwa
frekuensi penggunaan BMHP adanya variasi yang signifikan antar
tindakan medis. Hal ini memberikan gambaran yang jelas bahwa
kompleksitas tindakan sangat menentukan frekuensi dan volume
penggunaan bahan medis sekali pakai, rasio pemakaian BMHP terhadap
tarif tindakan menunjukkan tingkat efesiensi penggunaan bahan sebagian
besar tindakan memiliki rasio yang rendah dan terdapat pula beberapa
tindakan dengan rasio BMHP yang cukup tinngi, dan efesiensi
penggunaan pengelolaan logistik menunjukkan bahwa secara umum
penggunaan BMHP di dinstalasi rawat jalan dan IGD RSUD Andi Djemma
Masamba sudah berjalan secara efesien pada sebagian besar tindakan.
Kata Kunci
Bahan Medis Habis Pakai, Biaya Pertindakan
