DETERMINAN STIGMA SISWA/I TERHADAP ORANG DENGAN HIV/AIDS (ODHA) BERDASARKAN THEORY OF PLANNED BEHAVIORAL (TPB) DI SMAN 10 KABUPATEN GOWA TAHUN 2025
Abstrak
HIV adalah virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia
khususnya sel Cluster of Differentiation 4 (CD4) dan jika tidak diberikan
tatalaksana secara tepat akan menimbulkan AIDS, yaitu sindrom yang muncul
akibat infeksi HIV. Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Gowa tercatat
hingga Oktober 2024 terdapat 137 kasus positif HIV di Kabupaten Gowa.
Temuan kasus yang meningkat setiap tahunnya ini berarti hal yang buruk dan
perlu diwaspadai mengapa hal itu dapat terjadi, Salah satunya ialah karena
adanya stigma dan diskriminasi. Stigma ini berdasarkan beberapa penelitian
biasanya dilatari dengan ketidaktahuan masyarakat akan penularan maupun
pencegahan HIV/AIDS dalam masyarakat tersebut. Maka berdasarkan teori
yang digunakan dalam penelitian ini yaitu theory of planned behavioral yang di
kembangkan dari Theory of Reasoned Action terdapat tiga faktor yang dapat
mempengaruhi stigma terhadap pengidap HIV/AIDS yaitu Sikap, Norma
Subjektif, dan Persepsi Kontrol Perilaku.
Stigma ini tidak hanya berdampak pada individu pengidap, tetapi juga
mempengaruhi cara masyarakat bersosialisasi, khususnya kalangan remaja,
bagaimana memandang dan berinteraksi dengan mereka. Dalam konteks ini,
siswa SMA menjadi kelompok yang penting untuk diperhatikan karena mereka
berada dalam fase perkembangan psikososial yang krusial. Remaja
merupakan masa transisi dimana umumnya mencari jati diri dengan cara
melakukan hal-hal baru karena rasa ingin tahunya yang sangat besar.
Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui determinan stigma
pada siswa/i SMAN 10 Gowa terhadap Pengidap HIV/AIDS di Kecamatan
Sombaopu Kabupaten Gowa tahun 2025. Metode penelitian yang digunakan
merupakan metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional.
Penelitian ini melibatkan siswa/i di SMA Negeri 10 Gowa dengan jumlah
sampel sebanyak 147 responden, yang diambil menggunakan rumus slovin.
Metode analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji
korelasi chi square menggunakan aplikasi spss.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh yang signifikan
antara sikap dan norma subjektif dengan stigma siswa/i terhadap orang
dengan HIV/AIDS (ODHA). Dan tidak ada pengaruh antara Persepsi Kontrol
Perilaku dengan stigma siswa/i terhadap orang dengan HIV/AIDS (ODHA).
Penelitian ini menyarankan bagi pihak sekolah untuk senantiasa
menciptakan lingkungan sekolah yang inklusif dan suportif, dengan
memperkuat nilai-nilai toleransi, solidaritas, dan anti diskriminasi melalui
kegiatan ekstrakurikuler atau kampanye sosial di sekolah, selain itu juga
kepada orang tua agar dapat membangun komunikasi terbuka dengan anak
remaja, terutama mengenai isu-isu kesehatan reproduksi dan penyakit
menular
khususnya sel Cluster of Differentiation 4 (CD4) dan jika tidak diberikan
tatalaksana secara tepat akan menimbulkan AIDS, yaitu sindrom yang muncul
akibat infeksi HIV. Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Gowa tercatat
hingga Oktober 2024 terdapat 137 kasus positif HIV di Kabupaten Gowa.
Temuan kasus yang meningkat setiap tahunnya ini berarti hal yang buruk dan
perlu diwaspadai mengapa hal itu dapat terjadi, Salah satunya ialah karena
adanya stigma dan diskriminasi. Stigma ini berdasarkan beberapa penelitian
biasanya dilatari dengan ketidaktahuan masyarakat akan penularan maupun
pencegahan HIV/AIDS dalam masyarakat tersebut. Maka berdasarkan teori
yang digunakan dalam penelitian ini yaitu theory of planned behavioral yang di
kembangkan dari Theory of Reasoned Action terdapat tiga faktor yang dapat
mempengaruhi stigma terhadap pengidap HIV/AIDS yaitu Sikap, Norma
Subjektif, dan Persepsi Kontrol Perilaku.
Stigma ini tidak hanya berdampak pada individu pengidap, tetapi juga
mempengaruhi cara masyarakat bersosialisasi, khususnya kalangan remaja,
bagaimana memandang dan berinteraksi dengan mereka. Dalam konteks ini,
siswa SMA menjadi kelompok yang penting untuk diperhatikan karena mereka
berada dalam fase perkembangan psikososial yang krusial. Remaja
merupakan masa transisi dimana umumnya mencari jati diri dengan cara
melakukan hal-hal baru karena rasa ingin tahunya yang sangat besar.
Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui determinan stigma
pada siswa/i SMAN 10 Gowa terhadap Pengidap HIV/AIDS di Kecamatan
Sombaopu Kabupaten Gowa tahun 2025. Metode penelitian yang digunakan
merupakan metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional.
Penelitian ini melibatkan siswa/i di SMA Negeri 10 Gowa dengan jumlah
sampel sebanyak 147 responden, yang diambil menggunakan rumus slovin.
Metode analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji
korelasi chi square menggunakan aplikasi spss.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh yang signifikan
antara sikap dan norma subjektif dengan stigma siswa/i terhadap orang
dengan HIV/AIDS (ODHA). Dan tidak ada pengaruh antara Persepsi Kontrol
Perilaku dengan stigma siswa/i terhadap orang dengan HIV/AIDS (ODHA).
Penelitian ini menyarankan bagi pihak sekolah untuk senantiasa
menciptakan lingkungan sekolah yang inklusif dan suportif, dengan
memperkuat nilai-nilai toleransi, solidaritas, dan anti diskriminasi melalui
kegiatan ekstrakurikuler atau kampanye sosial di sekolah, selain itu juga
kepada orang tua agar dapat membangun komunikasi terbuka dengan anak
remaja, terutama mengenai isu-isu kesehatan reproduksi dan penyakit
menular
Kata Kunci
IV/AIDS, STIGMA, Sikap, Norma Subjektif, Persepsi Kontrol Perilaku
