HUBUNGAN BEBAN KERJA DAN STRES KERJA DENGAN KINERJA PERAWAT DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH LA PATARAI KABUPATEN BARRU TAHUN 2025
Abstrak
Kinerja perawat adalah tugas, wewenang, dan tanggungjawab yang
dilakukan oleh perawat dengan sebaik-baiknya untuk mencapai tujuan
profesi dan sasaran unit. Kerja yang berlebihan akan menimbulkan stres
kerja pada perawat. Berdasarkan hasil survei Persatuan Perawat Nasional
Indonesia (PPNI) di tahun 2020, sekitar 50,9% perawat yang bekerja yang
ada di Indonesia mengalami stres kerja dan mengalami dampak dari beban
kerja fisik seperti sering mengalami pusing, nyeri pada leher, serta
kelelahan akibat kurang tidur karena beban kerja yang terlalu banyak dan
menyita waktu untuk beristirahat..
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara
beban kerja dan stress kerja dengan kinerja perawat RSUD La Patarai
Kabupaten Barru. Desain penelitian menggunakan metode kuantitatif
dengan pendekatan cross sectional study. Populasi dalam penelitian ini
adalah perawat di RSUD La Patarai Kabupaten Barru sebanyak 185 dan
teknik sampling yang digunakan adalah stratified random sampling. Data
diambil menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan uji univariat dan
bivariat.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa variable yang memiliki
hubungan signifikan dengan kinerja perawat adalah variable beban kerja
dengan nilai p value 0,015, variable stress kerja berdasarkan aspek
psikologis dengan nilai p value 0,003, dan variable stress kerja berdasarkan
aspek fisiologis dengan nilai p value 0,019. Sedangkan variable yang yang
tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan kinerja perawat adalah
variable stres kerja berdasarkan aspek perilaku dengan nilai p value 0,256.
Disarankan kepada manajemen rumah sakit untuk mengelola beban
kerja dengan seimbang dan memberikan dukungan yang memadai sangat
penting untuk mempertahankan dan meningkatkan kinerja perawat
dilakukan oleh perawat dengan sebaik-baiknya untuk mencapai tujuan
profesi dan sasaran unit. Kerja yang berlebihan akan menimbulkan stres
kerja pada perawat. Berdasarkan hasil survei Persatuan Perawat Nasional
Indonesia (PPNI) di tahun 2020, sekitar 50,9% perawat yang bekerja yang
ada di Indonesia mengalami stres kerja dan mengalami dampak dari beban
kerja fisik seperti sering mengalami pusing, nyeri pada leher, serta
kelelahan akibat kurang tidur karena beban kerja yang terlalu banyak dan
menyita waktu untuk beristirahat..
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara
beban kerja dan stress kerja dengan kinerja perawat RSUD La Patarai
Kabupaten Barru. Desain penelitian menggunakan metode kuantitatif
dengan pendekatan cross sectional study. Populasi dalam penelitian ini
adalah perawat di RSUD La Patarai Kabupaten Barru sebanyak 185 dan
teknik sampling yang digunakan adalah stratified random sampling. Data
diambil menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan uji univariat dan
bivariat.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa variable yang memiliki
hubungan signifikan dengan kinerja perawat adalah variable beban kerja
dengan nilai p value 0,015, variable stress kerja berdasarkan aspek
psikologis dengan nilai p value 0,003, dan variable stress kerja berdasarkan
aspek fisiologis dengan nilai p value 0,019. Sedangkan variable yang yang
tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan kinerja perawat adalah
variable stres kerja berdasarkan aspek perilaku dengan nilai p value 0,256.
Disarankan kepada manajemen rumah sakit untuk mengelola beban
kerja dengan seimbang dan memberikan dukungan yang memadai sangat
penting untuk mempertahankan dan meningkatkan kinerja perawat
Kata Kunci
Kinerja, beban kerja, stress kerja
