FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KELELAHAN KERJA PADA PEGAWAI DI PUSKESMAS SABBANGPARU KABUPATEN WAJO TAHUN 2024
Abstrak
Kelelahan kerja adalah salah satu masalah kesehatan dan
keselamatan kerja yang dapat menyebabkan kecelakaan kerja, yang dapat
disebabkan oleh banyak faktor, baik internal maupun eksternal. Kelelahan
kerja tidak hanya kelelahan fisik dan psikologis, tetapi juga hubungannya
dengan penurunan kinerja fisik, perasaan lelah, penurunan motivasi, dan
penurunan produktivitas kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
faktor yang berhubungan dengan kelelahan kerja pada Pegawai di
Puskesmas Sabbangparu Kabupaten Wajo Tahun 2024.
Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif
dengan rancangan pendekatan cross sectional study. Populasi dalam
penelitian adalah seluruh pegawai yang bekerja di Puskesmas
Sabbangparu Kabupaten Wajo dengan jumlah 68 orang. Teknik
pengambilan sampel dalam penelitian ini yaitu menggunakan teknik total
sampling sebanyak 68 responden. Data diambil menggunakan kuesioner
dan di analisis dengan menggunakan uji statistik chi-square dengan tingkat
kemaknaan 0,05.
Hasil penelitian diperoleh bahwa ada hubungan antara shift kerja
(p-value 0,009), lama kerja (p-value 0,030), beban kerja (p-value 0,011)
dengan kelelahan kerja pada pegawai di Puskesmas Sabbangparu
Kabupaten Wajo dan tidak ada hubungan antara masa kerja (p-value 0,443)
dan status gizi (p-value 0,387) dengan kelelahan kerja pada pegawai di
Puskesmas Sabbangparu Kabupaten Wajo.
Saran bagi pihak Puskesmas agar dapat menyesuaikan beban
kerja dengan kapasitas kerja yang sesuai serta mengurangi jam kerja
berlebih untuk menghindari kejadian kelelahan kerja, menerapkan waktu
istirahat singkat yang diselipkan pada jam kerja yang telah disepakati oleh
guna untuk menurunkan angka kelelahan serta mengoptimalkan
produktifitas kerja serta Puskesmas diharapkan dapat menyediakan sarana
xviii
untuk memudahkan pekerja untuk mendapatkan air minum contohnya
dengan menyediakan galon dan dispenser di setiap sudut area kerja.
keselamatan kerja yang dapat menyebabkan kecelakaan kerja, yang dapat
disebabkan oleh banyak faktor, baik internal maupun eksternal. Kelelahan
kerja tidak hanya kelelahan fisik dan psikologis, tetapi juga hubungannya
dengan penurunan kinerja fisik, perasaan lelah, penurunan motivasi, dan
penurunan produktivitas kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
faktor yang berhubungan dengan kelelahan kerja pada Pegawai di
Puskesmas Sabbangparu Kabupaten Wajo Tahun 2024.
Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif
dengan rancangan pendekatan cross sectional study. Populasi dalam
penelitian adalah seluruh pegawai yang bekerja di Puskesmas
Sabbangparu Kabupaten Wajo dengan jumlah 68 orang. Teknik
pengambilan sampel dalam penelitian ini yaitu menggunakan teknik total
sampling sebanyak 68 responden. Data diambil menggunakan kuesioner
dan di analisis dengan menggunakan uji statistik chi-square dengan tingkat
kemaknaan 0,05.
Hasil penelitian diperoleh bahwa ada hubungan antara shift kerja
(p-value 0,009), lama kerja (p-value 0,030), beban kerja (p-value 0,011)
dengan kelelahan kerja pada pegawai di Puskesmas Sabbangparu
Kabupaten Wajo dan tidak ada hubungan antara masa kerja (p-value 0,443)
dan status gizi (p-value 0,387) dengan kelelahan kerja pada pegawai di
Puskesmas Sabbangparu Kabupaten Wajo.
Saran bagi pihak Puskesmas agar dapat menyesuaikan beban
kerja dengan kapasitas kerja yang sesuai serta mengurangi jam kerja
berlebih untuk menghindari kejadian kelelahan kerja, menerapkan waktu
istirahat singkat yang diselipkan pada jam kerja yang telah disepakati oleh
guna untuk menurunkan angka kelelahan serta mengoptimalkan
produktifitas kerja serta Puskesmas diharapkan dapat menyediakan sarana
xviii
untuk memudahkan pekerja untuk mendapatkan air minum contohnya
dengan menyediakan galon dan dispenser di setiap sudut area kerja.
Kata Kunci
Kelelahan Kerja, Shift Kerja, Lama Kerja, Beban Kerja, Puskesmas.
