PENGARUH MEDIA VIDEO EDUKASI TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP REMAJA MENGENAI PENCEGAHAN INFEKSI MENULAR SEKSUAL DI SMA NEGERI 3 KABUPATEN BONE
Abstrak
Infeksi Menular Seksual (IMS) merupakan penyakit infeksi yang ditularkan
melalui hubungan seksual. Selain dengan melalui hubungan seksual. Infeksi
Menular Seksual juga dapat ditularkan lewat kontak langsung dengan alat yang
mudah tercemar seperti handuk, termometer, jarum suntik, atau melalui cairan
tubuh (darah, cairan vagina, sperma, saliva).
Menurut data dari WHO, telah terjadi lebih dari 1 juta kasus Infeksi Menular
Seksual (IMS) yang tidak memiliki gejala di seluruh dunia dengan rata-rata
penderita berusia 15-49 tahun. Pada tahun 2020 diperkirakan terdapat 374 juta
infeksi baru pada orang berusia 15–49 tahun dengan 1 dari 4 IMS yang dapat
disembuhkan: klamidia, gonore, sifilis, dan trikomoniasis. Edukasi mengenai
infeksi menular seksual (IMS) pada remaja, khususnya di kalangan siswa SMA,
sangat penting untuk dilakukan. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor yang
saling terkait, termasuk tingginya risiko penularan IMS dikalangan remaja,
kurangnya pengetahuan tentang kesehatan reproduksi, serta dampak negatif yang
dapat ditimbulkan akibat perilaku seksual yang tidak aman. Tujuan penelitian ini
adalah untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh penggunaan media audio
visual sebagai sarana edukasi untuk remaja terhadap pengetahuan dan sikap
mengenai pencegahan infeksi menular seksual di SMA Negeri 3 Bone. Penelitian
ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain quasy
eksperiment dengan rancangan pre-test & pos-test design, Jumlah responden
pada penelitian ini sebanyak 82 orang yang kemudian dibagi menjadi 2 kelompok,
yaitu kelompok eksperimen, yaitu kelompok yang diberikan edukasi menggunakan
media video dan kelompok kontrol, yang tidak diberikan edukasi menggunakan
media video, melainkan dengan metode ceramah dengan ,masing-masing 41
responden di setiap kelompoknya. Sasaran penelitian ini adalah siswa siswi kelas
XI SMA Negeri 3 Kabupaten Bone. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan
lembar kuisioner.
Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa terdapat pengaruh media
video edukasi terhadap pengetahuan siswa (p value= 0,000 <0,05), dan sikap
siswa (p value= 0,000 < 0,05).
Kesimpulan dalam penelitian ini adalah penggunaan media video edukasi
lebih efektif dalam peningkatan pengetahuan dan sikap siswa terhadap
pencegahan infeksi menular seksual (IMS). Saran untuk pihak SMA Negeri 3 Bone
untuk lebih memperhatikan dan lebih mengantisipasi terjadinya penyakit menular
seksual dengan menggunakan berbagai media promosi kesehatan di lingkungan
sekolah, dan saran bagi peneliti selanjutnya untuk menyediakan video yang lebih
menarik dan kreatif yang bisa dijangkau oleh semua kalangan usia.
melalui hubungan seksual. Selain dengan melalui hubungan seksual. Infeksi
Menular Seksual juga dapat ditularkan lewat kontak langsung dengan alat yang
mudah tercemar seperti handuk, termometer, jarum suntik, atau melalui cairan
tubuh (darah, cairan vagina, sperma, saliva).
Menurut data dari WHO, telah terjadi lebih dari 1 juta kasus Infeksi Menular
Seksual (IMS) yang tidak memiliki gejala di seluruh dunia dengan rata-rata
penderita berusia 15-49 tahun. Pada tahun 2020 diperkirakan terdapat 374 juta
infeksi baru pada orang berusia 15–49 tahun dengan 1 dari 4 IMS yang dapat
disembuhkan: klamidia, gonore, sifilis, dan trikomoniasis. Edukasi mengenai
infeksi menular seksual (IMS) pada remaja, khususnya di kalangan siswa SMA,
sangat penting untuk dilakukan. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor yang
saling terkait, termasuk tingginya risiko penularan IMS dikalangan remaja,
kurangnya pengetahuan tentang kesehatan reproduksi, serta dampak negatif yang
dapat ditimbulkan akibat perilaku seksual yang tidak aman. Tujuan penelitian ini
adalah untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh penggunaan media audio
visual sebagai sarana edukasi untuk remaja terhadap pengetahuan dan sikap
mengenai pencegahan infeksi menular seksual di SMA Negeri 3 Bone. Penelitian
ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain quasy
eksperiment dengan rancangan pre-test & pos-test design, Jumlah responden
pada penelitian ini sebanyak 82 orang yang kemudian dibagi menjadi 2 kelompok,
yaitu kelompok eksperimen, yaitu kelompok yang diberikan edukasi menggunakan
media video dan kelompok kontrol, yang tidak diberikan edukasi menggunakan
media video, melainkan dengan metode ceramah dengan ,masing-masing 41
responden di setiap kelompoknya. Sasaran penelitian ini adalah siswa siswi kelas
XI SMA Negeri 3 Kabupaten Bone. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan
lembar kuisioner.
Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa terdapat pengaruh media
video edukasi terhadap pengetahuan siswa (p value= 0,000 <0,05), dan sikap
siswa (p value= 0,000 < 0,05).
Kesimpulan dalam penelitian ini adalah penggunaan media video edukasi
lebih efektif dalam peningkatan pengetahuan dan sikap siswa terhadap
pencegahan infeksi menular seksual (IMS). Saran untuk pihak SMA Negeri 3 Bone
untuk lebih memperhatikan dan lebih mengantisipasi terjadinya penyakit menular
seksual dengan menggunakan berbagai media promosi kesehatan di lingkungan
sekolah, dan saran bagi peneliti selanjutnya untuk menyediakan video yang lebih
menarik dan kreatif yang bisa dijangkau oleh semua kalangan usia.
Kata Kunci
Pengaruh, Video, Infeksi Menular Seksual
