GAMBARAN KELELAHAN KERJA PADA PEKERJA DI PT PLN (PERSERO) ULP KAREBOSI
Abstrak
Kelelahan kerja merupakan salah satu faktor risiko yang signifikan
dalam menurunkan produktivitas serta meningkatkan potensi terjadinya
kecelakaan kerja. Berdasarkan laporan ILO dan WHO, kelelahan kerja
bahkan berkontribusi besar terhadap kematian pekerja di dunia. Di PT PLN
(Persero) ULP Karebosi, ditemukan fenomena pekerja yang mengalami
kelelahan karena beban kerja berlebih, waktu kerja yang panjang, pola gizi
yang kurang baik, sikap kerja negatif, dan stres kerja tinggi.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Gambaran kelelahan kerja
pada pekerja PT PLN (Persero) ULP Karebosi. Metode yang digunakan
adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam
penelitian ini adalah seluruh pekerja di PT PLN (Persero) ULP Karebosi
sebanyak 29 orang, dan teknik sampling yang digunakan adalah total
sampling.
Data diperoleh melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji
statistik univariat dan deskriptif. Adapun variabel independen dalam
penelitian ini adalah beban kerja, lama kerja, status gizi, sikap kerja, dan
stres kerja. Variabel dependen adalah kelelahan kerja. Hasil yang diperoleh
menunjukkan bahwa Beban kerja tinggi memicu kelelahan baik secara fisik
maupun mental.
Status gizi yang buruk berkontribusi pada menurunnya energi dan
daya tahan pekerja. Sikap kerja negatif, seperti kurangnya semangat atau
tanggung jawab, memperparah kelelahan. Stres kerja yang tinggi karena
x
tekanan pekerjaan, konflik, atau beban emosional berkontribusi besar
terhadap kelelahan.
Kesimpulannya, Kelelahan kerja di PT PLN ULP Karebosi
merupakan kondisi yang nyata dan dipengaruhi oleh lima faktor utama yang
saling berkaitan. Untuk mengurangi kelelahan dan meningkatkan
produktivitas serta keselamatan kerja, perlu dilakukan evaluasi terhadap
beban kerja, jam kerja, status gizi, sikap kerja, serta pengelolaan stres di
lingkungan kerja.
dalam menurunkan produktivitas serta meningkatkan potensi terjadinya
kecelakaan kerja. Berdasarkan laporan ILO dan WHO, kelelahan kerja
bahkan berkontribusi besar terhadap kematian pekerja di dunia. Di PT PLN
(Persero) ULP Karebosi, ditemukan fenomena pekerja yang mengalami
kelelahan karena beban kerja berlebih, waktu kerja yang panjang, pola gizi
yang kurang baik, sikap kerja negatif, dan stres kerja tinggi.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Gambaran kelelahan kerja
pada pekerja PT PLN (Persero) ULP Karebosi. Metode yang digunakan
adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam
penelitian ini adalah seluruh pekerja di PT PLN (Persero) ULP Karebosi
sebanyak 29 orang, dan teknik sampling yang digunakan adalah total
sampling.
Data diperoleh melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji
statistik univariat dan deskriptif. Adapun variabel independen dalam
penelitian ini adalah beban kerja, lama kerja, status gizi, sikap kerja, dan
stres kerja. Variabel dependen adalah kelelahan kerja. Hasil yang diperoleh
menunjukkan bahwa Beban kerja tinggi memicu kelelahan baik secara fisik
maupun mental.
Status gizi yang buruk berkontribusi pada menurunnya energi dan
daya tahan pekerja. Sikap kerja negatif, seperti kurangnya semangat atau
tanggung jawab, memperparah kelelahan. Stres kerja yang tinggi karena
x
tekanan pekerjaan, konflik, atau beban emosional berkontribusi besar
terhadap kelelahan.
Kesimpulannya, Kelelahan kerja di PT PLN ULP Karebosi
merupakan kondisi yang nyata dan dipengaruhi oleh lima faktor utama yang
saling berkaitan. Untuk mengurangi kelelahan dan meningkatkan
produktivitas serta keselamatan kerja, perlu dilakukan evaluasi terhadap
beban kerja, jam kerja, status gizi, sikap kerja, serta pengelolaan stres di
lingkungan kerja.
Kata Kunci
Kelelahan Kerja, Beban Kerja, Lama Kerja, Status Gizi, Sikap Kerja, Stres Kerja
