PENERAPAN INTERVENSI SLOW STROKE BACK MASSAGE TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA PENDERITA HIPERTENSI DI PUSKESMAS PAMPANG
Abstrak
Latar Belakang : Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular
yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat dengan prevalensi
yang terus meningkat dan dapat menimbulkan komplikasi kardiovaskular.
Penatalaksanaan hipertensi dapat dilakukan melalui farmakologi maupun
non-farmakologi, salah satunya dengan Slow Stroke Back Massage
(SSBM).
Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh intervensi
SSBM terhadap penurunan tekanan darah pada lansia penderita hipertensi.
Desain penelitian yang digunakan adalah studi kasus dengan subjek Ny. S
berusia 70 tahun, yang mengalami hipertensi dengan tekanan darah awal
rata-rata 137/71 mmHg.
Metode : Intervensi SSBM dilakukan selama 3 hari berturut-turut dengan
durasi 10–15 menit setiap sesi.
Hasil : Hasil pengukuran menunjukkan adanya penurunan tekanan darah
setelah intervensi, yaitu rata-rata menjadi 130/71 mmHg. Pasien juga
melaporkan adanya penurunan nyeri kepala, peningkatan kualitas tidur,
serta penurunan ansietas.
Kesimpulan : Temuan ini sejalan dengan penelitian sebelumnya yang
menunjukkan bahwa SSBM dapat merangsang relaksasi, vasodilatasi,
serta menurunkan aktivitas saraf simpatis sehingga efektif menurunkan
tekanan darah. Dengan demikian, SSBM dapat direkomendasikan sebagai
terapi non-farmakologi untuk membantu mengontrol tekanan darah pada
pasien hipertensi.
ackground: Hypertension is one of the non-communicable diseases that
remains a public health problem with an increasing prevalence and the
potential to cause cardiovascular complications. The management of
hypertension can be carried out through pharmacological and non-
pharmacological approaches, one of which is Slow Stroke Back Massage
(SSBM).
Objective: This study aims to determine the effect of SSBM intervention on
reducing blood pressure in elderly patients with hypertension. The research
design used was a case study with the subject, Mrs. S, aged 70 years, who
had hypertension with an initial average blood pressure of 137/71 mmHg.
Method:The SSBM intervention was conducted for three consecutive days
with a duration of 10-15 minutes per session.
Results:The measurements showed a decrease in blood pressure after the
intervention, with the average reducing to 130/71 mmHg.The patient also
reported a reducation in headaches, improved sleep quality, and decreased
anxiety.
Conclusion:These findings are in line with previous studies showing that
SSBM can stimulate relaxation, vasodilation, and reduce sympathetic nerve
activity, thereby effectively lowering blood pressure. Thus, SSBM can be
recommended as a non-pharmacological therapy to help control blood
pressure in patients with hypertension.
yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat dengan prevalensi
yang terus meningkat dan dapat menimbulkan komplikasi kardiovaskular.
Penatalaksanaan hipertensi dapat dilakukan melalui farmakologi maupun
non-farmakologi, salah satunya dengan Slow Stroke Back Massage
(SSBM).
Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh intervensi
SSBM terhadap penurunan tekanan darah pada lansia penderita hipertensi.
Desain penelitian yang digunakan adalah studi kasus dengan subjek Ny. S
berusia 70 tahun, yang mengalami hipertensi dengan tekanan darah awal
rata-rata 137/71 mmHg.
Metode : Intervensi SSBM dilakukan selama 3 hari berturut-turut dengan
durasi 10–15 menit setiap sesi.
Hasil : Hasil pengukuran menunjukkan adanya penurunan tekanan darah
setelah intervensi, yaitu rata-rata menjadi 130/71 mmHg. Pasien juga
melaporkan adanya penurunan nyeri kepala, peningkatan kualitas tidur,
serta penurunan ansietas.
Kesimpulan : Temuan ini sejalan dengan penelitian sebelumnya yang
menunjukkan bahwa SSBM dapat merangsang relaksasi, vasodilatasi,
serta menurunkan aktivitas saraf simpatis sehingga efektif menurunkan
tekanan darah. Dengan demikian, SSBM dapat direkomendasikan sebagai
terapi non-farmakologi untuk membantu mengontrol tekanan darah pada
pasien hipertensi.
ackground: Hypertension is one of the non-communicable diseases that
remains a public health problem with an increasing prevalence and the
potential to cause cardiovascular complications. The management of
hypertension can be carried out through pharmacological and non-
pharmacological approaches, one of which is Slow Stroke Back Massage
(SSBM).
Objective: This study aims to determine the effect of SSBM intervention on
reducing blood pressure in elderly patients with hypertension. The research
design used was a case study with the subject, Mrs. S, aged 70 years, who
had hypertension with an initial average blood pressure of 137/71 mmHg.
Method:The SSBM intervention was conducted for three consecutive days
with a duration of 10-15 minutes per session.
Results:The measurements showed a decrease in blood pressure after the
intervention, with the average reducing to 130/71 mmHg.The patient also
reported a reducation in headaches, improved sleep quality, and decreased
anxiety.
Conclusion:These findings are in line with previous studies showing that
SSBM can stimulate relaxation, vasodilation, and reduce sympathetic nerve
activity, thereby effectively lowering blood pressure. Thus, SSBM can be
recommended as a non-pharmacological therapy to help control blood
pressure in patients with hypertension.
Kata Kunci
Hipertensi, Slow Stroke Back Massage, Tekanan Darah Hypertension, Slow Stroke Back Massage, Blood Pressure
