FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN STRESS KERJA PADA KARYAWAN BAGIAN OFFICE DI PT. GRAHA BINTANG SUMAINDO MAKASSAR TAHUN 2026
Abstrak
Menurut Survei yang dilakukan oleh Health and Safety Executive
(HSE) mengenai stress terkait pekerjaan mengungkapkan sekitar 595.000
kasus, dengan tingkat prevalensi 1.800 kasus per 100.000 pekerja. Stres
di tempat kerja menyumbang 44% dari semua gangguan kesehatan terkait
pekerjaan dan 57% dari cuti sakit. Penelitian ini bertujuan untuk
mengidentifikasi faktor-faktor yang terkait dengan stres kerja di kalangan
karyawan PT. Graha Bintang Sumaindo Makassar pada tahun 2026,
dengan tujuan agar setiap karyawan dapat melaksanakan tugasnya pada
tingkat kinerja yang optimal.
Jenis penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan
rancangan pendekatan cross sectional. Populasi yang diambil adalah
seluruh karyawan tetap bagian office yang berjumlah 70 orang. Penelitian
ini menggunakan teknik analisis univariat dan bivariat dengan menerapkan
uji korelasi chi-square, dan menggunakan instrument pengambilan data
yaitu kuesioner.
Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa dari 70 responden
terdapat responden yang mengalami stress berat sebanyak 55 orang
(78,6%) dan stress sedang sebanyak 15 orang (21,4%). Ada hubungan
antara beban kerja dengan stress kerja (p= 0,048 < a=0,05). Tidak ada
hubungan antara komunikasi interpersonal dengan stress kerja (p= 0,054 >
a=0,05). Ada hubungan antara kelelahan kerja dengan stress kerja (p=
0,000 < a=0,05). Ada hubungan antara kepuasan kerja dengan stress kerja
(p= 0,000 < a=0,05).
Kesimpulan dari penelitian tersebut yaitu tidak adanya hubungan
antara komunikasi interpersonal dengan stress kerja. Ada hubungan antara
beban kerja, kelelahan kerja dan kepuasan kerja dengan stress kerja pada
karyawan bagian Office di PT. Graha Bintang Sumaindo. Adapun saran
dalam penelitian adalah untuk meningkatkan kesejahteraan karyawan,
perusahaan perlu mengelola jam kerja secara efektif guna mengurangi
kelelahan, sambil meningkatkan kepuasan kerja melalui sistem
penghargaan yang adil, komunikasi yang transparan, dan lingkungan kerja
yang kondusif.
(HSE) mengenai stress terkait pekerjaan mengungkapkan sekitar 595.000
kasus, dengan tingkat prevalensi 1.800 kasus per 100.000 pekerja. Stres
di tempat kerja menyumbang 44% dari semua gangguan kesehatan terkait
pekerjaan dan 57% dari cuti sakit. Penelitian ini bertujuan untuk
mengidentifikasi faktor-faktor yang terkait dengan stres kerja di kalangan
karyawan PT. Graha Bintang Sumaindo Makassar pada tahun 2026,
dengan tujuan agar setiap karyawan dapat melaksanakan tugasnya pada
tingkat kinerja yang optimal.
Jenis penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan
rancangan pendekatan cross sectional. Populasi yang diambil adalah
seluruh karyawan tetap bagian office yang berjumlah 70 orang. Penelitian
ini menggunakan teknik analisis univariat dan bivariat dengan menerapkan
uji korelasi chi-square, dan menggunakan instrument pengambilan data
yaitu kuesioner.
Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa dari 70 responden
terdapat responden yang mengalami stress berat sebanyak 55 orang
(78,6%) dan stress sedang sebanyak 15 orang (21,4%). Ada hubungan
antara beban kerja dengan stress kerja (p= 0,048 < a=0,05). Tidak ada
hubungan antara komunikasi interpersonal dengan stress kerja (p= 0,054 >
a=0,05). Ada hubungan antara kelelahan kerja dengan stress kerja (p=
0,000 < a=0,05). Ada hubungan antara kepuasan kerja dengan stress kerja
(p= 0,000 < a=0,05).
Kesimpulan dari penelitian tersebut yaitu tidak adanya hubungan
antara komunikasi interpersonal dengan stress kerja. Ada hubungan antara
beban kerja, kelelahan kerja dan kepuasan kerja dengan stress kerja pada
karyawan bagian Office di PT. Graha Bintang Sumaindo. Adapun saran
dalam penelitian adalah untuk meningkatkan kesejahteraan karyawan,
perusahaan perlu mengelola jam kerja secara efektif guna mengurangi
kelelahan, sambil meningkatkan kepuasan kerja melalui sistem
penghargaan yang adil, komunikasi yang transparan, dan lingkungan kerja
yang kondusif.
Kata Kunci
Stress Kerja, Kelelahan Kerja, Kepuasan Kerja, Karyawan
