FAKTOR YANG BERHUBUNGAN ANTARA PERILAKU SAFETY RIDING DENGAN KECELAKAAN KERJA PADA OJEK ONLINE DI KOTA MAKASSAR TAHUN 2026
Abstrak
Diperkirakan sekitar 1,19 juta orang meninggal setiap tahun akibat
kecelakaan lalu lintas di dunia, dengan sebagian besar korban merupakan
pengendara sepeda motor di negara berpenghasilan rendah dan
menengah. Di Indonesia, kecelakaan lalu lintas juga menimbulkan
dampak ekonomi yang besar hingga mencapai sekitar 3% dari Produk
Domestik Bruto (PDB), termasuk di kota besar seperti Makassar yang
memiliki mobilitas kendaraan roda dua yang tinggi. Oleh karena itu,
penelitian ini dilakukan untuk mengetahui faktor yang berhubungan antara
perilaku safety riding dengan kejadian kecelakaan kerja pada pengendara
ojek online di Kota Makassar Tahun 2026.
Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan
cross sectional study. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh
pengendara ojek online di Kota Makassar dengan jumlah sampel
sebanyak 107 responden. Metode analisis data menggunakan analisis
univariat dan analisis bivariat dengan uji chi-square. Instrumen penelitian
yang digunakan adalah kuesioner.
Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa dari 107 responden
terdapat responden yang pernah mengalami kecelakaan kerja sebanyak
72 orang (67,3%) dan yang tidak pernah mengalami kecelakaan kerja
sebanyak 35 orang (32,7%). Ada hubungan antara pengetahuan dalam
berkendara dengan kecelakaan kerja yaitu (p=0,001 < α=0,05). Ada
hubungan antara sikap dalam berkendara dengan kecelakaan kerja yaitu
(p=0,012 < α=0,05). Tidak ada hubungan antara kelengkapan kendaraan
dengan kecelakaan kerja yaitu (p=0,169 > α=0,05). Ada hubungan antara
kelengkapan atribut keselamatan (APD) dengan kecelakaan kerja yaitu
(p=0,002 < α=0,05). Ada hubungan antara peran rekan kerja dengan
kecelakaan kerja yaitu (p=0,036 < α=0,05).
Kesimpulan dari penelitian ini yaitu terdapat hubungan antara
pengetahuan, sikap, kelengkapan atribut keselamatan, dan peran rekan
kerja dengan kecelakaan kerja pada pengendara ojek online di Kota
Makassar Tahun 2026, sedangkan kelengkapan kendaraan tidak
berhubungan dengan kecelakaan kerja. Disarankan agar dilakukan
2
peningkatan edukasi safety riding, penguatan penggunaan APD, serta
dukungan antar rekan kerja untuk menekan angka kecelakaan kerja pada
pengemudi ojek online.
kecelakaan lalu lintas di dunia, dengan sebagian besar korban merupakan
pengendara sepeda motor di negara berpenghasilan rendah dan
menengah. Di Indonesia, kecelakaan lalu lintas juga menimbulkan
dampak ekonomi yang besar hingga mencapai sekitar 3% dari Produk
Domestik Bruto (PDB), termasuk di kota besar seperti Makassar yang
memiliki mobilitas kendaraan roda dua yang tinggi. Oleh karena itu,
penelitian ini dilakukan untuk mengetahui faktor yang berhubungan antara
perilaku safety riding dengan kejadian kecelakaan kerja pada pengendara
ojek online di Kota Makassar Tahun 2026.
Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan
cross sectional study. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh
pengendara ojek online di Kota Makassar dengan jumlah sampel
sebanyak 107 responden. Metode analisis data menggunakan analisis
univariat dan analisis bivariat dengan uji chi-square. Instrumen penelitian
yang digunakan adalah kuesioner.
Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa dari 107 responden
terdapat responden yang pernah mengalami kecelakaan kerja sebanyak
72 orang (67,3%) dan yang tidak pernah mengalami kecelakaan kerja
sebanyak 35 orang (32,7%). Ada hubungan antara pengetahuan dalam
berkendara dengan kecelakaan kerja yaitu (p=0,001 < α=0,05). Ada
hubungan antara sikap dalam berkendara dengan kecelakaan kerja yaitu
(p=0,012 < α=0,05). Tidak ada hubungan antara kelengkapan kendaraan
dengan kecelakaan kerja yaitu (p=0,169 > α=0,05). Ada hubungan antara
kelengkapan atribut keselamatan (APD) dengan kecelakaan kerja yaitu
(p=0,002 < α=0,05). Ada hubungan antara peran rekan kerja dengan
kecelakaan kerja yaitu (p=0,036 < α=0,05).
Kesimpulan dari penelitian ini yaitu terdapat hubungan antara
pengetahuan, sikap, kelengkapan atribut keselamatan, dan peran rekan
kerja dengan kecelakaan kerja pada pengendara ojek online di Kota
Makassar Tahun 2026, sedangkan kelengkapan kendaraan tidak
berhubungan dengan kecelakaan kerja. Disarankan agar dilakukan
2
peningkatan edukasi safety riding, penguatan penggunaan APD, serta
dukungan antar rekan kerja untuk menekan angka kecelakaan kerja pada
pengemudi ojek online.
Kata Kunci
Safety Riding, Kecelakaan Kerja, Ojek Online, Pengetahuan, Sikap.
