ESTIMASI RISIKO KARSINOGENIK KADMIUM (Cd) DAN KROMIUM (Cr) PADA KERANG BAKALANG (MARCIA HIANTINA. L) TERHADAP MASYARAKAT NELAYAN DI LANTEBUNG BIRA KOTA MAKASSAR
Abstrak
Konsumsi kerang sebagai sumber pangan laut berpotensi menjadi
jalur pajanan logam berat yang dapat menimbulkan risiko kesehatan,
khususnya efek karsinogenik pada masyarakat pesisir. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui estimasi risiko karsinogenik pajanan Kadmium
(Cd) dan Kromium (Cr) melalui konsumsi kerang bakalang pada
masyarakat nelayan di Lantebung Bira Kota Makassar.
Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan Penilaian Risiko
Kesehatan Lingkungan (Environmental Health Risk Assessment/EHRA)
dengan desain deskriptif kuantitatif terhadap nelayan yang mengonsumsi
kerang bakalang. Data konsentrasi logam berat melalui analisis, sedangkan
data konsumsi dan responden melalui survei. Estimasi risiko karsinogenik
dihitung melalui nilai intake dan excess cancer risk (ECR).
Hasil penelitian menunjukkan konsentrasi Kadmium (Cd) pada
kerang berkisar 0,2973–0,4993 mg/kg, sedangkan Kromium (Cr) terdeteksi
<0,01 mg/kg. Nilai rata-rata asupan Cd sebesar 2,51 × 10-4 mg/kg/hari dan
Cr sebesar 6,79 × 10-3 mg/kg/hari (real time). Nilai rata-rata ECR Cd
sebesar 1,03 × 10-4 dan Cr sebesar 3,59 × 10-3, dengan nilai maksimum
ECR Cd 2,92 × 10-3 dan Cr 8,66 × 10-3, menunjukkan sebagian responden
memiliki risiko karsinogenik melebihi batas aman terutama pada pajanan
Cr. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa konsumsi kerang
bakalang berpotensi menimbulkan risiko karsinogenik jangka panjang
sehingga diperlukan pengawasan kualitas lingkungan dan pengendalian
konsumsi sebagai upaya pencegahan risiko kesehatan.
jalur pajanan logam berat yang dapat menimbulkan risiko kesehatan,
khususnya efek karsinogenik pada masyarakat pesisir. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui estimasi risiko karsinogenik pajanan Kadmium
(Cd) dan Kromium (Cr) melalui konsumsi kerang bakalang pada
masyarakat nelayan di Lantebung Bira Kota Makassar.
Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan Penilaian Risiko
Kesehatan Lingkungan (Environmental Health Risk Assessment/EHRA)
dengan desain deskriptif kuantitatif terhadap nelayan yang mengonsumsi
kerang bakalang. Data konsentrasi logam berat melalui analisis, sedangkan
data konsumsi dan responden melalui survei. Estimasi risiko karsinogenik
dihitung melalui nilai intake dan excess cancer risk (ECR).
Hasil penelitian menunjukkan konsentrasi Kadmium (Cd) pada
kerang berkisar 0,2973–0,4993 mg/kg, sedangkan Kromium (Cr) terdeteksi
<0,01 mg/kg. Nilai rata-rata asupan Cd sebesar 2,51 × 10-4 mg/kg/hari dan
Cr sebesar 6,79 × 10-3 mg/kg/hari (real time). Nilai rata-rata ECR Cd
sebesar 1,03 × 10-4 dan Cr sebesar 3,59 × 10-3, dengan nilai maksimum
ECR Cd 2,92 × 10-3 dan Cr 8,66 × 10-3, menunjukkan sebagian responden
memiliki risiko karsinogenik melebihi batas aman terutama pada pajanan
Cr. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa konsumsi kerang
bakalang berpotensi menimbulkan risiko karsinogenik jangka panjang
sehingga diperlukan pengawasan kualitas lingkungan dan pengendalian
konsumsi sebagai upaya pencegahan risiko kesehatan.
Kata Kunci
Kadmium, kromium, nelayan, risiko karsinogenik
