P ENERAP AN REBUS AN DAUN S ALAM TERHADAP P ENURUNAN TEKANAN DARAH PADA PENDERITA HIPERTENSI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BONTOMARANNU
Abstrak
Hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan yang prevalensinya terus meningkat dari tahun ke
tahun. Kondisi ini dapat menimbulkan komplikasi serius apabila tidak dikendalikan, sehingga diperlukan
upaya pengelolaan yang tepat. Selain terapi farmakologis, terdapat terapi non-farmakologis yang dapat
digunakan sebagai alternatif pendukung. Salah satunya adalah pemanfaatan rebusan daun salam yang
diyakini memiliki efek menurunkan tekanan darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan
rebusan daun salam terhadap penurunan tekanan darah pada pasien hipertensi.
Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus pada Ny. R, seorang pasien dengan riwayat hipertensi
selama dua tahun. Tekanan darah awal pasien tercatat 170/105 mmHg dengan keluhan utama berupa sakit
kepala, pusing, dan penglihatan kabur. Intervensi yang dilakukan adalah pemberian rebusan daun salam
secara rutin, disertai pemantauan tekanan darah, pengkajian gejala subjektif, serta edukasi mengenai pola
hidup sehat.
Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan tekanan darah pasien dari 170/105 mmHg menjadi
150/90 mmHg setelah intervensi. Selain itu, keluhan subjektif berupa nyeri kepala berkurang dari skala
5/10 menjadi 4/10, disertai penurunan pusing dan kecemasan. Edukasi kesehatan juga meningkatkan
pemahaman pasien mengenai pentingnya pemeriksaan rutin, pengaturan pola makan rendah garam, dan
kepatuhan dalam mengelola hipertensi.
Kesimpulannya, rebusan daun salam terbukti efektif sebagai terapi komplementer dalam membantu
menurunkan tekanan darah dan mengurangi gejala hipertensi. Terapi ini bersifat alami, mudah dijangkau,
dan dapat dijadikan alternatif pendukung pengelolaan hipertensi di masyarakat.
Hypertension is one of the health problems whose prevalence continues to increase from year to
year. This condition can lead to serious complications if not controlled, making proper
management essential. In addition to pharmacological therapy, there are non-pharmacological
therapies that can be used as supportive alternatives. One of these is the use of bay leaf
decoction, which is believed to have blood pressure–lowering effects. This study aims to examine
the application of bay leaf decoction in reducing blood pressure among patients with
hypertension.
This research used a case study approach involving Mrs. R, a patient with a two-year history of
hypertension. The patient’s initial blood pressure was recorded at 170/105 mmHg, with primary
complaints including headache, dizziness, and blurred vision. The intervention consisted of
administering bay leaf decoction regularly, accompanied by blood pressure monitoring,
assessment of subjective symptoms, and education on healthy lifestyle practices.
The results showed a decrease in the patient's blood pressure from 170/105 mmHg to 150/90
mmHg after the intervention. In addition, subjective complaints such as headaches decreased
from a pain scale of 5/10 to 4/10, along with reduced dizziness and anxiety. Health education
also improved the patient’s understanding of the importance of routine check-ups, low-salt
dietary regulation, and adherence to hypertension management.
In conclusion, bay leaf decoction proved to be effective as a complementary therapy in helping
reduce blood pressure and alleviate hypertension symptoms. This therapy is natural, easily
accessible, and can serve as a supportive alternative in hypertension management within the
community.
tahun. Kondisi ini dapat menimbulkan komplikasi serius apabila tidak dikendalikan, sehingga diperlukan
upaya pengelolaan yang tepat. Selain terapi farmakologis, terdapat terapi non-farmakologis yang dapat
digunakan sebagai alternatif pendukung. Salah satunya adalah pemanfaatan rebusan daun salam yang
diyakini memiliki efek menurunkan tekanan darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan
rebusan daun salam terhadap penurunan tekanan darah pada pasien hipertensi.
Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus pada Ny. R, seorang pasien dengan riwayat hipertensi
selama dua tahun. Tekanan darah awal pasien tercatat 170/105 mmHg dengan keluhan utama berupa sakit
kepala, pusing, dan penglihatan kabur. Intervensi yang dilakukan adalah pemberian rebusan daun salam
secara rutin, disertai pemantauan tekanan darah, pengkajian gejala subjektif, serta edukasi mengenai pola
hidup sehat.
Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan tekanan darah pasien dari 170/105 mmHg menjadi
150/90 mmHg setelah intervensi. Selain itu, keluhan subjektif berupa nyeri kepala berkurang dari skala
5/10 menjadi 4/10, disertai penurunan pusing dan kecemasan. Edukasi kesehatan juga meningkatkan
pemahaman pasien mengenai pentingnya pemeriksaan rutin, pengaturan pola makan rendah garam, dan
kepatuhan dalam mengelola hipertensi.
Kesimpulannya, rebusan daun salam terbukti efektif sebagai terapi komplementer dalam membantu
menurunkan tekanan darah dan mengurangi gejala hipertensi. Terapi ini bersifat alami, mudah dijangkau,
dan dapat dijadikan alternatif pendukung pengelolaan hipertensi di masyarakat.
Hypertension is one of the health problems whose prevalence continues to increase from year to
year. This condition can lead to serious complications if not controlled, making proper
management essential. In addition to pharmacological therapy, there are non-pharmacological
therapies that can be used as supportive alternatives. One of these is the use of bay leaf
decoction, which is believed to have blood pressure–lowering effects. This study aims to examine
the application of bay leaf decoction in reducing blood pressure among patients with
hypertension.
This research used a case study approach involving Mrs. R, a patient with a two-year history of
hypertension. The patient’s initial blood pressure was recorded at 170/105 mmHg, with primary
complaints including headache, dizziness, and blurred vision. The intervention consisted of
administering bay leaf decoction regularly, accompanied by blood pressure monitoring,
assessment of subjective symptoms, and education on healthy lifestyle practices.
The results showed a decrease in the patient's blood pressure from 170/105 mmHg to 150/90
mmHg after the intervention. In addition, subjective complaints such as headaches decreased
from a pain scale of 5/10 to 4/10, along with reduced dizziness and anxiety. Health education
also improved the patient’s understanding of the importance of routine check-ups, low-salt
dietary regulation, and adherence to hypertension management.
In conclusion, bay leaf decoction proved to be effective as a complementary therapy in helping
reduce blood pressure and alleviate hypertension symptoms. This therapy is natural, easily
accessible, and can serve as a supportive alternative in hypertension management within the
community.
Kata Kunci
ipertensi, daun salam, tekanan darah, terapi komplementer hypertension, bay leaf, blood pressure, complementary therapy
