FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEPATUHAN PERAWAT DALAM PENCEGAHAN HAIs PADA PASIEN ANAK DI RUANG IGD WILAYAH KOTA MAKASSAR
Abstrak
Healthcare-Associated Infections (HAIs) merupakan masalah
keselamatan pasien yang dapat dicegah melalui kepatuhan hand hygiene.
Ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) berisiko tinggi terjadinya infeksi
karena tingginya mobilitas dan tindakan kegawatdaruratan. Penelitian ini
bertujuan mengetahui faktor yang berhubungan dengan kepatuhan
perawat dalam pencegahan HAIs pada pasien anak di ruang IGD Wilayah
Kota Makassar.
Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif cross-sectional
dengan sampel 46 perawat melalui teknik total sampling. Data dikumpulkan
menggunakan kuesioner dan lembar observasi, lalu dianalisis dengan uji
Chi-Square dan regresi logistik.
Hasil menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara beban
kerja (p = 0,001), self-efficacy (p = 0,002), dan response time (p < 0,001)
dengan kepatuhan hand hygiene. Tidak terdapat hubungan antara
responsiveness (p = 0,382) dan empathy (p = 0,146) dengan kepatuhan
hand hygiene. Analisis multivariat menunjukkan response time sebagai
faktor paling dominan.
Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa kepatuhan hand
hygiene perawat dalam pencegahan HAIs dipengaruhi oleh faktor individu
dan sistem pelayanan, terutama response time. Oleh karena itu saran
penelitian ini diperlukan penguatan sistem pelayanan IGD, peningkatan
self-efficacy dan respon time perawat, serta pengelolaan beban kerja untuk
meningkatkan kepatuhan hand hygiene.
keselamatan pasien yang dapat dicegah melalui kepatuhan hand hygiene.
Ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) berisiko tinggi terjadinya infeksi
karena tingginya mobilitas dan tindakan kegawatdaruratan. Penelitian ini
bertujuan mengetahui faktor yang berhubungan dengan kepatuhan
perawat dalam pencegahan HAIs pada pasien anak di ruang IGD Wilayah
Kota Makassar.
Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif cross-sectional
dengan sampel 46 perawat melalui teknik total sampling. Data dikumpulkan
menggunakan kuesioner dan lembar observasi, lalu dianalisis dengan uji
Chi-Square dan regresi logistik.
Hasil menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara beban
kerja (p = 0,001), self-efficacy (p = 0,002), dan response time (p < 0,001)
dengan kepatuhan hand hygiene. Tidak terdapat hubungan antara
responsiveness (p = 0,382) dan empathy (p = 0,146) dengan kepatuhan
hand hygiene. Analisis multivariat menunjukkan response time sebagai
faktor paling dominan.
Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa kepatuhan hand
hygiene perawat dalam pencegahan HAIs dipengaruhi oleh faktor individu
dan sistem pelayanan, terutama response time. Oleh karena itu saran
penelitian ini diperlukan penguatan sistem pelayanan IGD, peningkatan
self-efficacy dan respon time perawat, serta pengelolaan beban kerja untuk
meningkatkan kepatuhan hand hygiene.
Kata Kunci
hand hygiene ; kepatuhan perawat
